BANTENRAYA.COM – Pemerintah Provinsi atau Pemprov Banten mengklaim tingkat inflasi di Banten masih relatif terkendali.
Hal itu sebagaimana yang disampaikan oleh Pelaksana Harian Sekretaris Daerah atau Plh Sekda Banten Virgojanti, usai mengikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi secara daring bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, pada Senin, 13 Mei 2024.
Virgojanti menyampaikan, secara umum tingkat inflasi di Banten masih sangat terkendali.
Meskipun, kata dia, ada beberapa wilayah yang angka inflasinya masih tinggi dibanding dengan rata-rata Baca Juga: TAMAT! Chief Detective 1958 Episode 9 dan 10 Sub Indo: Jadwal Tayang, Spoiler dan Link Nonton Bukan Bilibili
“Secara umum, angka inflasi kita masih sangat terkendali, dan masih dalam rata-rata target nasional. Kita masih diangka 3,42 persen, dan rata-rata target nasional itu di tiga plus minus satu. Artinya, untuk angka paling tinggi itu adalah empat, dan terendahnya itu dua,” kata Virgojanti kepada wartawan.
“Dan kita masih berada di dalam angka rata-rata (nasional-red) itu,” imbuhnya.
Virgojanti mengungkapkan, terdapat tiga wilayah yang memiliki angka inflasi di atas dari rata-rata nasional. Wilayah tersebut adalah Kabupaten Pandeglang, Kota Cilegon, dan Kota Serang.
Ia mengatakan, hal tersebut harus segera untuk dikendalikan dan dicari penyebabnya, karena pengendalian inflasi bukan hanya tugas Kepala Daerah saja, melainkan peran seluruh perangkat kerja daerah.
Baca Juga: Konsep Pembangunan Kota Cilegon 20 Tahun ke Depan Adopsi Hasil Sayembara Desain Kota
“Kalau tadi kita lihat tertinggi di kita itu adalah Kabupaten Pandeglang dengan angka inflasi 3,95 persen. Kemudian kedua ada Kota Cilegon dengan 3,49 persen, dan ketiga ada Kota Serang dengan angka inflasi 3,47 persen. Itu tiga tertinggi untuk di wilayah Banten,” ungkapnya.
“Dan ini harus terus kita kendalikan, jangan sampai melebihi dari apa yang sudah ditargetkan secara nasional. Tadi juga saya sudah menyampaikan agar para organisasi perangkat daerah (OPD) bisa berkoordinasi dan tidak abai terhadap langkah-langkah strategis untuk mengendalikan inflasi,” sambungnya.
Virgojanti juga menuturkan, pihaknya juga mengimbau agar Pemerintah Kabupaten Pandeglang dapat berkomunikasi terkait persoalan yang dihadapi. Sehingga, kata dia, Pemprov Banten dapat memfasilitasi kebutuhan yang diperlukam untuk menurunkan angka inflasi di daerah.
“Saya minta makanya, apa kira-kira yang diperlu Pemprov fasilitasi untuk Pandeglang, apakah upaya menurunkan angka kebutuhan pangan, atau lain sebagainya, kita bisa lakukan,” tuturnya.
Baca Juga: PPP Buka Pendaftaran Bakal Calon Walikota Serang 2024-2029, Bagaimana Nasib Subadri Ushuludin?
Ia juga menjelaskan, jika melihat secara angka kesediaan pangan di Banten, Virgojanti mengklaim jika 20 komoditas pangan yang menjadi indeks rata-rata kebutuhan komoditas pangan di Banten mengalami deflasi.
“Seperti umpamanya beras, di kita beras itu deflasi, kemudian juga cabai, itu juga deflasi. Lalu daging ayam ras, itu sama juga. Di kita yang inflasi itu ada tiga, tomat, bawang merah, dan bawang putih,” jelasnya.
“Namun, itu ternyata bukan hanya di Banten saja, tapi secara nasional juga memang kondisinya sedang mengalami inflasi (bawang merah dan bawang putih-red). Karena, ternyata tidak semua komoditas itu diproduksi di Indonesia, beberapa itu masih impor. Namun, meskipun sudah impor, rata-rata di nasional pun baru berjalan sekitar 40 persennya saja, belum 100 persen,” sambungnya.
“Akan tetapi, meski begitu, setidaknya harga-harga kebutuhan pangan yang masuk ke dalam 20 komoditas konsumsi masyarakat itu sudah tidak terlalu tinggi, dan kita harapkan agar semuanya bisa terkendali,” ujarnya.
Baca Juga: ruk Pengangkut Tanah Bikin Jalan Sentul-Nyampah di Kabupaten Serang Berlumpur dan Membahayakan
Sementara itu, dalam arahannya, Mendagri Tito Karnavian mengatakan, pihaknya mengimbau agar pada kepala daerah dapat segera melakukan langkah-langkah strategis untuk mengendalikan angka inflasi di wilayahnya masing-masing.
“Bapak Ibu di daerah, segera lakukan koordinasi, dan akumulasi ke Provinsi. Waspadai tren kenaikan inflasi,” pungkasnya.***

















