BANTENRAYA.COM – Keluarga Besar Batak Provinsi Banten menegaskan sikapnya terkait kasus kekerasan yang terjadi di Jalan Baros, Kabupaten Serang.
Berawal dari video pengeroyokan oleh oknum Bank Keliling terhadap seorang ustadz pada 1 April 2024 telah menghebohkan masyarakat.
Peristiwa dimulai saat ustadz dan istri berada di mobil mereka, namun di Baros, kendaraan mereka dilempari.
Baca Juga: Hadapi Pilkada, Megawati Perintahkan PDIP Lebak Jalin Komunikasi dengan Parpol Lain
Saat ustadz turun untuk memeriksa mobil, segerombolan motor datang dan melakukan penganiayaan.
Video kejadian ini diunggah oleh akun Instagram @bantenraya dan segera menyebar, memicu kemarahan masyarakat, terutama di Pandeglang.
Beberapa organisasi masyarakat bahkan melakukan sweeping untuk mencari pelaku, yang berujung pada kericuhan di beberapa tempat.
Baca Juga: Gacor! Kode Kupon The Spike Volleyball Story 4 April 2024, Dapatkan 20 Bola Gratis Spesial
Bahkan pada 2 April 2024, rumah kontrakan yang ditempati oknum pegawai Bank Keliling hancur digeruduk masyarakat.
Dalam unggahan terbaru pada 3 April 2024, akun Instagram @bantenraya memperlihatkan perwakilan Keluarga Besar Batak Provinsi Banten menyatakan sikap tegas mereka.
Pernyataan tersebut mencakup pengutukan keras terhadap tindakan pengeroyokan, penyerahan proses hukum kepada pihak kepolisian, dan himbauan kepada pelaku untuk menyerahkan diri.
Baca Juga: Mudah Akses Perawatan Medis, Daerah di Barat Laut Banten Ini Punya Sebaran Rumah Sakit Terbanyak
Berisi:
1. kami atas nama keluarga besar Batak yang ada di wilayah Provinsi Banten, khususnya wilayah Kabupaten Pandaglang dan Kabupaten Serang mengutuk keras tindakan pengeroyokan yang dilakukan oknum pelaku kekerasan terhadap Ustadz Muhyi S.I.P.
2. Menerahkan proses hukum sepenuhnya kepada pihak kepolisian.
3. Menghimbau kepada para pelaku pengeroyokan untuk segera secepatnya menyerahkan diri kepada pihak kepolisian.
4. Kami warga Batak cinta damai dan cinta Banten sebagaimana ajaran para leluhur kami orang Batak
Mereka menegaskan bahwa sebagai warga Batak yang mencintai damai dan Banten, mereka akan menjunjung tinggi garis lokal dan ajaran leluhur mereka.
Baca Juga: Laga Mudah Dijalani Arsenal Kala Kedatangan Luton Town Dipekan 31, Bisa Lah?
“Sidapot solup do narok,” ungkap mereka, yang berarti menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan.
Dalam unggahan tersebut juga banyak warganet yang menjunjung perdamaian, dan para oknum segera ditindak lanjuti.***

















