BANTENRAYA.COM – Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Partai Amanat Nasional (PAN) memastikan akan menjadi unsur pimpinan di DPRD Kota Cilegon.
Hal itu karena Partai Golkar, Partai Gerindra dan PAN masuk dalam tiga besar pemenang Pemilu 2024, sehingga unsur pimpinan Ketua dan Wakil Ketua dipastikan jatuh ke tangan ketiga partai tersebut.
Partai Golkar dipastikan akan menjadi unsur pimpinan Ketua DPRD Kota Cilegon dengan raihan sebanyak 8 kursi dengan perolehan 53.242 suara.
Lalu, Partai Gerindra juga dipastikan akan mendapatkan jatah wakil ketua I karena berhasil memperoleh kursi sebanyak 7 dengan suara sebanyak 39.708.
Selanjutnya, tentu saja ada PAN dengan 6 kursi yang mendapatkan sebanyak 34.916 suara dan akan menyegel posisi wakil ketua II di DPRD Kota Cilegon.
Diketahui berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2014 Tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, maka Partai Golkar, Gerindra dan PAN dipastikan mendapatkan jatah pimpinan DPRD Kota Cilegon.
Baca Juga: Kolam Ikan Jebol Usai Hujan Deras, Lima Rumah di Lebak Ambruk Oleh Longsor
Hal itu tertulis pada Bagian Kedelapan Alat Kelengkapan Pasal 376 yakni ayat (1) Pimpinan DPRD kabupaten/kota terdiri atas. Bagian a. 1 (satu) orang ketua dan 3 (tiga) orang wakil ketua untuk DPRD kabupaten/kota yang beranggotakan 45 (empat puluh lima) sampai dengan 50 (lima puluh) orang, bagian b. 1 (satu) orang ketua dan 2 (dua) orang wakil ketua untuk DPRD kabupaten/kota yang beranggotakan 20 (dua puluh) sampai dengan 44 (empat puluh empat) orang.
Artinya 3 partai tersebut paling berhak mendapatkan karena menjadi yang terbanyak secara jumlah kursi.
Di Partai Golkar sendiri, ada sejumlah nama yang potensial yakni Erik Airlangga dan Ayatullah Khumaeni, Rizki Khairul Ichwan dan Robinsar.
Erick dan Ayat karena keduanya merupakan kader lama Golkar yang merupakan petahana, sementara Rizki karena merupakan anak dari Ketua DPD Golkar Cilegon Ratu Ati Marliati.
Selanjutnya di Gerindra ada Sokhidin, Faturohmi dan Fauzi Desviandy. Untuk Sokhidin dan Faturohmi merupakan kader lama dan petahana yang jadi kembali, sementara Fauzi merupakan anak dari Ketua DPC Gerindra Kota Cilegon Helldy Agustian.
Untuk PAN, ada nama Masduki, Subari dan Ahmad Hafid. Masduki dan Subari merupakan kader lama PAN dan keduanya merupakan pengurus aktif DPD PAN Kota Cilegon. Sementara untuk Ahmad Hafid sendiri merupakan yang terbanyak suara pribadi dari PAN.
Pengurus DPD Golkar Kota Cilegon yang enggan disebutkan namanya menyampaikan, nama-nama potensial tersebut tentu saja sudah menjadi diskusi di internal Golkar.
“Tentu diskusinya sudah ada, baik itu Erik, Ayat, Kiki (Rizki) dan Robinsar,” katanya, Minggu 3 Maret 2024.
Untuk Erik dan Ayat itu, paparnya, sepertinya Ayat lebih potensial karena dia kader yang paling loyal. Kalau Rizki itu karena anak Ketua DPD dan Robin ini tertinggi secara perolehan suara.
“Masing-masing ada ukurannya. nanti tentu akan menjadi pembahasan di internal secara serius,” paparnya.
Sementara itu, Kader Muda di DPD PAN Kota Cilegon yang enggan disebutkan namanya menyampaikan, sejauh ini persaingan terlihat antara Masduki, Subari dan Ahmad Hafid.
“Hafid ini menjadi tertinggi dan tentu menjadi pertimbangan, subari karena kader dan pengurus. Masduki ini karena sudah berpengalaman dan sekretaris,” ujarnya.
Ketua DPD PAN Alawi Mahmud menyampaikan soal pimpinan akan menjadi pembahasan berikutnya. Namun, ia sendiri tidak bisa menjawab apa yang menjadi pertanyaan soal siapa yang berpotensi duduk.
“Saya sulit untuk menjawab ini. Akan dikonsultasikan dan dimusyawarahkan. Saya tidak bisa menjawab secara gamblang. Sebab DPD PAN tidak memiliki kewenangan dan otoritas sepenuh nya untuk mengambil keputusan strategis siapa nanti,” katanya.
Alawi menyampaikan, pihaknya memastikan mendapatkan sebanyak 6 kursi dalam Pemilu 2024 kemarin. Dimana, ada penambahan sebanyak 2 kursi yakni di Dapil 1 Purwakarta-Jombang.
“Sebelumnya tidak ada kursi dan sekarang ada penambahan 2 kursi di Jombang Purwakarta,” katanya.
Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Kota Cilegon Faturohmi menyampaikan, belum mengetahui siapa nanti yang akan menjadi wakil ketua. Namun, tentu saja variabel senior juga akan menjadi ukuran.
“Masih ada pak Sokhidin, jadi saya juga belum tahu. Nanti serahkan saja ke internal,” paparnya.
Sementara Subari menyampaikan, masih akan menunggu arahan dari Ketua DPD PAN soal siapa yang akan menjadi wakil Ketua. Namun, tentunya harus ada ukuran yang dipakai untuk menentukannya.
“Kalau saya menunggu arahan dari Ketua (Alawi Mahmud). Tapi tentu secara internal akan dibahas apa yang akan menjadi ukuran kepantasan wakil ketua,” tegasnya. (***)
















