CILEGON, BANTEN RAYA – Sebanyak 628 keluarga penerima manfaat (KPM) tidak dapat mencairkan bantuan sosial tunai (BST) sebesar Rp300 ribu per bulan. Total, bantuan warga terdampak Covid-19 yang tidak dicairkan itu mencapai sekitar Rp188,4 juta.
Kepala Seksi (Kasi) Penangan Fakir Miskin pada Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cilegon Reni Sukmawati mengatakan, BST merupakan bantuan berupa pemberian uang tunai Rp300 ribu per bulan, yang pencairannya setiap dua bulan sekali. BST diberikan di masa Covid-19 sejak 2020 lalu.
“Sebanyak 628 penerima manfaat tidak bisa mengambil, sehingga tidak terserap,” kata Reni kepada Bantenraya.com, Selasa (31/8/2021).
Dikatakan Reni, penerima BST di Kota Cilegon yang terdaftar 17.157 KPM. Namun, hanya 16.529 KPM yang bisa mencairkan BST tersebut. “Tidak semua KPM yang terdaftar menerima bantuan BST tersebut,” katanya.
BACA JUGA: Mensos Akui Bantuan Sosial Tunai Masih Ada yang Salah Sasaran
Menurut Reni, alasan tidak terserapnya BST lantaran KPM yang seharusnya menerima meninggal dunia, namun Kartu Keluarga (KK) sudah diubah. Sementara jika KPM meninggal dunia dan KK belum diganti masih bisa dicairkan oleh anggota keluarga yang tercantum dalam KK tersebut.
“Jadi penerima meninggal dunia, tetapi KK sudah diganti tidak bisa dicairkan, karena di dalam KK tidak ada nama KPM,” terangnya.
BST sendiri, kata Reni, bantuan dari pemerintah pusat saat pandemi Covid-19 yang dicairkan melalui Pos Indonesia. Pihaknya juga belum mengetahui, apakah program BST akan berlanjut atau tidak. “Kami juga belum tahu, apakah program BST ini berlanjut atau tidak, karena ini program pemerintah pusat,” terangnya.
Saksikan Podcast Meja Redaksi di Banten Raya Channel
Menanggapi hal itu, Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon Masduki menyayangkan, tidak terserapnya 628 BST bagi warga Kota Cilegon. Padahal, di Kota Cilegon masih banyak warga yang membutuhkan bantuan tetapi tidak menerima bantuan. “Ini memang program pemerintah pusat, tapi kami sangat menyayangkan karena bantuan tidak terserap, di saat masih banyak warga yang membutuhkan,” ucapnya. (gillang)














