BANTENRAYA.COM – Walikota Cilegon Helldy Agustian ingin UMKM di Kota Cilegon bisa bersaing produknya hingga tingkat nasional.
Untuk itu, Helldy Agustian menggelontorkan berbagai kebijakan agar UMKM bisa memiliki berbagai persyaratan agar produknya masuk ke market modern.
Selanjutnya, Helldy Agustian juga sudah menggelontorkan pinjaman modal untuk UMKM tanpa bunga yang nilainya hampir mencapai Rp4.355.500.000.
Baca Juga: Hari Pertama Kampanye Pemilu 2024 di Kota Serang Masih Adem Ayem
Belum lagi, melalui Dinas Koperasi dan UKM juga pihaknya melakukan pembinaan terpusat atau inkubasi bagi para UMKM yang ingin nail level selama 3 bulan.
Tidak lupa, untuk bisa mengenalkan kepasar lebih luas, Ia sering kali memberikan endorse bagi UMKM agar lebih dikenal.
Helldy menyatakan, salah satu janji kampanye yang ada yakni peningkatan ekonomi melalui bantuan modal UMKM.
Baca Juga: Abuya Muhtadi Cidahu Dukung Ganjar-Mahfud di Pilpres 2024, Majelis Mudzakaroh Diminta Ikut Berjuang
“Uangnya kita berikan tanpa bunga, sehingga selanjutnya itu dilakukan pelatihan serius, termasuk juga difasilitasi berbgaai sertifikat misalnya halal dengan gratis,” katanya, Selasa 28 November 2023.
Helldy menegaskan, ia juga memberikan kesempatan luas untuk para UMKM melakukan endorse agar puluhan ribu warga yang bisa melihatnya.
“Melalui akun medsos instagram, TikTok dan lainnya juga saya sampaikan produk-produk yang ada,” ucapnya.
Baca Juga: 6 Lokasi Kampanye di Kota Cilegon Tidak Layak, Hanya Lokasi Ini yang Bisa Untuk Kampanye Terbuka
Belum lagi, dalam satu pekan, ia biasanya mengunjungi salah satu UMKM yang selain dipublikasi juga terus dimotivasi agar besar.
“Setiap pekan itu ada khusus saya datang ke UMKM,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu pelaku UMKM telur asin asal Kelurahan Samangraya, Kecamatan Citangkil Murod menyatakan, sejak diberikan publikasi oleh Helldy, pemintaan produk telur asin meningkat.
“Setelah produk UMKM saya sering dipromosikan Pak wali (Helldy Agustian-red), omset saya melejit. Pertama di-endorse pak wali (Helldy Agustian-red) menjelang bulan Ramadhan,” jelasnya
“Sebelum itu saya hanya mampu menjual 200 hingga 300 butir telur asin perhari. Setelah di-endorse saya mulai kewalahan karena tingginya permintaan, bisa lebih dari 2.000 butir perhari,”.
Bahkan, dirinya sering mengalami kekurangan telur untuk memenuhi keinginan konsumen yang datang banyak sekali.
“Saya sering mengalami kekurangan pasokan telur-nya, karena permintaan sangat banyak,” kata Murod,
Semakin tingginya permintaan terhadap produknya, imbuh Murod, membuat dirinya menambah jumlah pasokan telur dan menambah jumlah karyawan hingga 6 orang.
“Alhamdulillah, jika sebelumnya usaha saya lumayan berat, saat ini sudah mendapat keuntungan lumayan,”.
“Sekarang keuntungan per bulannya minimal Rp 15 juta dan bahkan saya pernah mendapatkan keuntungan Rp 5juta sehari,” pungkasnya. ***

















