BANTENRAYA.COM – Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah memeringatkan para guru dan tenaga pendidik serta kependidikan untuk tak melakukan tindakan asusila terlebih terhadap peserta didiknya.
Bila ada guru yang terbukti melakukan tindakan asusila, bupati tidak segan-segan akan untuk dipecat dnegan tidak hormat.
Tatu mengatakan, dalam lingkungan masyarakat apapun tentunya ada saja oknum yang tidak mematuhi aturan atau keluar dari koridor, tak terkecuali para guru.
Baca Juga: Abuya Muhtadi Cidahu Dukung Ganjar-Mahfud di Pilpres 2024, Majelis Mudzakaroh Diminta Ikut Berjuang
“Untuk di kalangan guru yang kelaur jalur melakukan hal-hal yang tidak terpuji (asusila-red) dan melakukan kesalahan yang besar, akan mendapat sanksi yang keras,” ujar Tatu di sela-sela acara HUT PGRI ke-78 dan Hari Guru Nasional tahun 2023 di Marbella Hotel, Convention dan Spa Anyer, Selasa 28 November 2023.
Ia menjelaskan, para guru merupakan pendidik yang mendapat dari para orangtua siswa untuk mendidik anak-anakanya sehingga mereka harus bisa menjaga dan melindunginnya.
“Kalau ada guru yang merusak anak-anak, sanksinya sangat berat, dikeluarkan dari ASN dengan tidak hormat,” katanya.
Baca Juga: Ibu Jadi TKW, Perempuan Keterbelakangan Mental di Kota Serang Dihamili Ayah Tiri
Tatu mengapresasi para guru di Kabupaten Serang yang sudah luar bias dedikasi dan pengabdiannya untuk anak-anak di Kabupaten Serang.
“Tentunya tanpa guru tidak akan ada pemimpin-pemimpin di Indonesia ini,” tuturnya.
Selain itu, Tatu menilai solidaritas dan kebersamaan guru di Kabupaten Serang sangat tinggi dalam membantu masyarakat terkena bencana alam.
“Para guru semangat dalam mengumpulkan donasi untuk warga Palestina dan sudah disalurkan ke Baznas Kabupaten Serang sebesar Rp780 juta, nanti dikumpulkan dengan OPD untuk diserakan ke PMI Pusat,” paparnya.
Sedangkan, terkait dengan kesejahteraan, untuk saat ini para guru terutama yang pegawai negeri sipil (PNS) sudah menerima sertifikasi dan yang lainnya.
“Hanya yang masih menjadi PR (pekerjaan rumah) kita semua adalah guru honorer. Mudah-mudahan mereka bisa menjadi ASN di Kabupaten Serang agar tidak patah semnagat mengajarnya.” katanya.
KepalaDindikbud Kabupaten Serang Asep Nugrahajaya mengatakan, peringatan HUT PGRI ke-78 dan Hari Guru Nasional merupakan momentum bagi para dan para pendidik.
Momentum untuk dapat menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dan ilmu pengatahuan serta hal-hal yang berdampak pada perubahan karakteristik anak.
“Kalau kita perhatikan pengerucutan tema HUT PGRI dan Hari Guru Nasional ini, bahwa transformasi guru menuju Indonesia emas 2045 adalah sesuatu yang harus dipahami oleh semuanya,” ujarnya.
Baca Juga: Stiker Ganjar Mahfud Terpasang di Angkot Jurusan Cilegon – Merak, Sopir Dibayar Segini
Asep mengakui, saat ini Kabupaten Serang masih kekurangan guru terutama untuk guru kelompok mata pelajaran eksak seperti ilmu pengetahuan alam (IPA) dan ilmu matematika di SMP.
“Kalau untuk yang non eksak, saya pikir baik di SD maupun di SMP sudah mulai terpenuhi,” tuturnya.***


















