BANTENRAYA.COM – Pada usia 40 tahun merupakan usia matang bagi manusia dan ada bekal yang harus kita siapkan di usia 40 tahun dan bekal itu bukan harta semata.
Di usia 40 tahun ini manusia ini tengah berada dalam kondisi matang baik fisik maupun psikis.
Dilansir dari ceramah Ustad Adi Hidayat dalam Youtube Kajian Islam Official yang diunggah pada 26 November 2020, Ustadz Adi Hidayat menyebut usia 40 tahun adalah masa-masa untuk menyiapkan bekal menuju kematian.
“Usia 40 tahun disebut asuddah atau masa kematangan. Matang fisik, emosi, dan segala aspek kehidupannya,” kata Ustadz Adi Hidayat.
Baca Juga: Bacaan Dzikir Nabi Yunus dan Ayub yang Harus Diamalkan Setelah Salat kata Ustadz Adi Hidayat
Saat masuk usia masuk 40 tahun maka ini adalah alarm dan harus hati-hati sekaligus menyiapkan bekal untuk akhirat nanti atau bekal menuju kematian.
“Jika Anda sudah sampai 40 tahun hati-hati harus punya persiapan atau bekal ini peringatan dari Al-Quran,” tegas Ustadz Adi Hidayat.
Menurut Ustadz Adi Hidayat 5 bekal di usia 40 tahun itu adalah :
Mesti memperbanyak doa kepada Allah agar dibimbing mensyukuri nikmat hidup, bisa meningkatkan bakti pada orang tua.
“Tidak ada makna lain dari syukur yang tertuang dalam Quran dan hadis kecuali ungkapakan kebahagian dengan rasa syukur,” kata Ustadz Adi Hidayat.
Kalau ingin beramal soleh caranya singkat padat dan hasilnya baik juga harus disertai taubat nasuha.
Taubat nasuha ditandai semakin patuh kepada Allah.
Ustadz Adi Hidayat juga memembacakan Al-Quran Surat Al-Ahqaf [46]: 15).
Robbi auzi’nii an asykuro ni’matakallatii an’amta ‘alayya wa ‘alaa waalidayya wa an a’mala shoolihan tardhoohu, wa ashlih lii fii dzurriyyatii, innii tubtu ilaika wa innii minal muslimiin.
Ya Rabbku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku, dan supaya aku dapat berbuat amal shaleh yang Engkau ridhai. Berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada-Mu dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri. ***


















