BANTENRAYA.COM – Pedofilia atau kelainan seksual berupa ketertarikan terhadap anak-anak atau remaja berusia di bawah 14 tahun meresahkan para orang tua.
Akun @ThavitAmoura02 di Twitter mengajak orang tua untuk mengenali aneka simbol yang digunakan pedofilia di media sosial.
Hal ini, kata @ThavitAmoura02, agar orang tua bisa lebih waspada terhadap predator seksual pedofilia.
Internet, kata @ThavitAmoura02 menjadi salah satu pintu masuk pedofilia terhadap anak.
Adapun simbol yang dimaksud antara lain.
1. BoyLover Logo
BoyLover Logo adalah simbol berupa segitiga spiral berwarna biru tua. Simbol ini digunakan pedofilia yang mengincar target anak laki-laki.
Baca Juga: Oplos Miras dengan Nutrisari, Extrajoss, dan Coca Cola, Seorang Pemuda di Pandeglang Sakaratul Maut
2. LittleBoyLover Logo
Hampir menyerupai simbol BoyLover, tetapi simbol ini lebih membulat dan berwarna biru muda. Para pedofilia yang menunjukkan simbol ini menyukai anak laki-laki balita atau batita.
Baca Juga: Alfamart Keboncau Pandeglang Dibobol Maling, Perampok Sempat Minum Teh Pucuk
3. GirlLover Logo
Tanda pedofilia yang mengincar anak perempuan adalah simbol hati di dalam hati berwarna merah muda.
Baca Juga: Warga Baduy Mulai Kurangi Produksi Kain Tenun, Ada Apa?
4. ChildLover Logo
Jika anda menemui simbol kupu-kupu berwarna pink dan ungu yang sayapnya lebih menyerupai bentuk hati, awas! Pedofil tersebut tidak memiliki preferensi jenis kelamin apapun alias tertarik dengan anak laki-laki maupun perempuan.
Baca Juga: Ajak Teuku Ryan ke Makam Ayahanda, Ria Ricis: Assalamualaikum Pak.. Kenalin Security Baru
5. Sementara itu, ada sebuah logo lain yang banyak beredar yaitu CLOMAL (Childlove Online Media Activism). CLOMAL digunakan oleh para pedofil untuk mempromosikan sexual relationship antara orang dewasa dan anak-anak, bahwa hal ini sebaiknya tidak dikategorikan sebagai kriminalitas.
Mirisnya, kata @ThavitAmoura02, logo-logo ini banyak ditemukan di mainan anak-anak.
Nicole O’Kelly, seorang ibu dari Syracuse, New York, membeli sebuah mainan untuk anak perempuannya yang berusia 2 tahun.
Beruntung, anaknya yang lebih tua menemukan sebuah simbol yang pernah muncul dalam episode serial drama Law and Order tentang pedofilia.
Baca Juga: Disdukcapil Kabupaten Serang Layani Transgender Bikin KTP, Jenis Kelamin Ditulis Seperti Ini
“Terkadang kita memang tak bisa sepenuhnya membentengi diri dan anak-anak dari serangan predator online,” kata @ThavitAmoura02.
Tetapi yang terpenting adalah bagaimana orang tua lebih mawas diri, memahami penggunaan social media serta membatasi akses penggunaan teknologi digital pada anak-anak yang masih membutuhkan pendampingan khusus. Semoga informasi ini bermanfaat. ***



















