BANTENRAYA.COM – Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang mencatat saat ini ada 27 desa wisata dari sebelumnya 22 desa yang telah ditetapkan melalui surat keputusan (SK) Bupati Serangg. Dengan demikian jumlah desa wisata di Kabupaten Serang terus bertambah.
Kepala Bidang Peningkatan Daya Tarik Destinasi Pariwisata Disporapar Kabupaten Serang Imron mengatakan, lima desa wisata yang baru tersebut yakni Desa Sukadana, Kecamatan Ciomas, Desa Sukabares, Kecamatan Waringinkurung, Desa Margagiri, Kecamatan Bojonegara, Desa Mander, Kecamatan Bandung, dan Desa Tanara, Kecamatan Tanara.
“Untuk SK bupatinya sedang dalam proses. Dari 27 desa wisata yang kita miliki 22 desa wisata sudah kita daftarkan ke ADWI (Anugerah Desa Wisata Indonesia) tahun 2023,” ujar Imron saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis 23 Februari 2023.
Baca Juga: Subadri Didorong Nyaleg DPR RI Berdasarkan Rapat Pleno Dewan Pimpinan Pusat PPP
Ia menjelaskan, wisata yang dimiliki desa-desa wisata tersebut didominasi wisata alam, dan wisata buatan serta tempat outbond. “Tapi kalau untuk di Pamarayan terkendala izin lingkungan karena lahannya miliki BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Cidanau, Ciujung, Cidurian,” ungkapnya.
Imron mengaku telah mengirimkan surat ke Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) agar memfasilitasi terkait penggunaan lahanya. “Jadi satu desa itu daya tariknya bukan hanya satu seperti Desa Wisata Tambang Ayam ada pantai, kebon jati, dan ada wisata outbondnya,” katanya.
Ia menuturkan, dengan diikut sertakannya dalam ADWI tahun 2023 selain diharapkan bisa masuk 50 besar juga desa-desa wisata tersebut bisa berkembang dan dilihat hingga mancanegara.
“Bagus-bagus desa wisata kita seperti Desa Wisata Padaricang yang di Cikalumpang pengunjung bisa main river tubing,” ungkapnya.
Sekretaris Disporapar Kabupaten Serang Beni Kusnandar menambahkan, dengan masuknya Desa Wisata Cikolelet dalam ADWI tahun 2021 diharapkan menjadi motivasi bagai desa-desa wisata lainnya. “Yang wajib ada itu home stay dan toilet, ada sovenirnya, ada digital dan ekonomi kreatifnya serta kelembagan desanya,” katanya. (***)



















