Rabu, 11 Maret 2026
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
Rabu, 11 Maret 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

De-generasi Petani: Sorotan Sosial-Politik

M Hilman Fikri Oleh: M Hilman Fikri
22 November 2021 | 06:37
De-generasi Petani: Sorotan Sosial-Politik

Riswanda PhD. Dokumentasi pribadi.

Bagikan Ke WhatsAppBagikan Ke FacebookBagikan Ke TwitterBagikan Ke Telegram

Oleh: Riswanda PhD

Menilik pengejawantahan di masa lampau, sebutan negara agraris bagi Indonesia bukan sekadar cakap angin. 

ADVERTISEMENT

Negeri ini diakui dunia mencapai swasembada pangan. Perhelatan Konferensi ke-23 Food and Agriculture Organization (FAO), 14 November 1985, Nusantara menyumbang 100.000 ton bagi korban kelaparan di sejumlah negara Afrika. 

Kendatipun, prestasi membanggakan ini terancam sirna. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional meramalkan lenyapnya profesi petani di Indonesia pada tahun 2063 (Kompas 2021, 23 Maret). 

Renungan ini dihasilkan dari tren lonjakan pekerja sektor industri, yaitu 22.45 persen (2019) dibandingkan 8,86 person (1976). Kemerosotan angka lahan pertanian ikut andil menandai gentingnya persoalan ini. 

Kurun waktu 2013-2019 saja, terjadi pengurangan 0,3 hektar, diprediksi terus naik seiring masifnya alih fungsi lahan pertanian dan singgungan dampak urbanisasi.   

‘De-generation of farmers’ atau putusnya generasi petani (Riswanda 2018) merupakan isu sistemik, memanggil ruang kaji ilmiah. Kecakapan antisipasi-solusi kebijakan diperlukan.

Merujuk lansiran data Statistik Ketenagakerjaan Sektor Pertanian (Kementan RI 2021), prosentase tenaga kerja pertanian dan non-pertanian terhadap total tenaga kerja Indonesia adalah 29,58 persen berbanding 70,41 persen. 

Perangkaan yang cukup mengkhawatirkan sebetulnya, mengingat tren gelombang urbanisasi ke kota-kota besar terus meningkat tajam (BPPN BPS 2013). 

Proyeksi Penduduk Indonesia 2010-2035 mencatat, terhitung satu dekade  gelombang urbanisasi ke Jakarta mencapai 100 persen, dengan kata lain telah mencapai batas daya tampung kota. 

Urbanisasi sepertinya dilakukan tenaga kerja produktif usia muda perdesaan yang ingin memperbaiki taraf ekonomi mereka.

Termasuk alasan mengincar potensi penghasilan lebih dan cepat, yang memang umumnya ada di lingkup perkotaan. Hamid, Riswanda, Widyastuti (2018) mengingatkan bahwa tren ini bisa juga terjadi di wilayah perdesaan itu sendiri, dimana profesi petani tidak lagi dipandang menjanjikan baik secara ekonomi maupun status sosial.  

Pelawaan Presiden Joko Widodo agar Kementerian terkait mendororong minat generasi muda untuk menggeluti profesi petani tepat adanya. Pengukuhan duta petani milenial (CNBC Indonesia 2021, 6 Agustus) termasuk terobosan. Kenapa begitu? Tercatat dominasi 71 persen petani Indonesia berada pada rentang usia 45 tahun ke atas, sementara petani berkategori di bawah umur 45 tahun hanya 29 persen. 

Slogan ‘tinggal di desa, rejeki kota, bisnis mendunia‘ bahkan menjadi langkah aksi petani milenial  di Jawa Barat (Ridwan Kamil, Injabar UNPAD 2021), melibatkan 500 anak muda Jawa Barat dan 2000 meter persegi lahan pertanian. 

Artinya, konsepsi dan pengembangan ruang kerja ilmiah ketahanan pangan jangan sekadar mengusik ruang khusus agrikultural. 

(Riswanda, dkk 2021) menekankan pentingnya penafsiran ulang jargon ketahanan pangan dan kedaulatan pangan. Aspek sosial-politik seringkali dianggap minor memadankan gatra teknis olah pangan. 

Padahal, kondisi terus berkurangnya pekerja di sektor pertanian dari masa ke masa, katakanlah dari generasi ke generasi, menghajatkan sorotan kebijakan publik. Program pemulihan minat generasi muda untuk bekerja ataupun melanjutkan ‘legacy’ petani, mesti diiringi dengan kemauan politik konsekuensial mengatasi pejalnya alih fungsi lahan di negeri ini. 

Tersisip strategi mengukur keberlanjutan pengentasan kesenjangan ruang spasial perkotaan – perdesaan. 

Sehingga kelompok sasar dari langkah aksi re-generasi petani, sebagai ‘antidote’ de-generasi petani, tidak menganggap slogan anyar sebagai anekdot. Melainkan, ‘professional farmers’ dapat menjadi ukuran karier segagasan dengan profesi idaman lain.

 

BACAJUGA:

Banjir Regulasi, Budaya Kotak Centang, lalu Gosip Kacang?

Banjir Regulasi, Budaya Kotak Centang, lalu Gosip Kacang?

8 Mei 2023 | 18:41
De-generasi Petani: Sorotan Sosial-Politik

Kembali membicarakan IKN

27 September 2022 | 17:41
De-generasi Petani: Sorotan Sosial-Politik

RUU PRT, Lalai Anasir Perlindungan Anak

14 September 2022 | 09:43
De-generasi Petani: Sorotan Sosial-Politik

Makna Emotif Penataan Kebijakan Sosial

20 Agustus 2022 | 15:49

Penulis adalah akselerator kebijakan, Associate Professor bidang Analisis Kebijakan FISIP UNTIRTA

 

Editor: Administrator
Tags: Riswanda
Previous Post

Tinjau Proyek Jembatan Bogeg Senilai Rp165 Miliar, Gubernur Banten: Luar Biasa Lebarnya

Next Post

Klubnya di Jurang Degradasi, Penyerang Ini Malah Puncaki Daftar Top Skor Sementara Liga 1

Related Posts

Banjir Regulasi, Budaya Kotak Centang, lalu Gosip Kacang?
Kampus

Banjir Regulasi, Budaya Kotak Centang, lalu Gosip Kacang?

8 Mei 2023 | 18:41
De-generasi Petani: Sorotan Sosial-Politik
Sorotan Riswanda

Kembali membicarakan IKN

27 September 2022 | 17:41
De-generasi Petani: Sorotan Sosial-Politik
Sorotan Riswanda

RUU PRT, Lalai Anasir Perlindungan Anak

14 September 2022 | 09:43
De-generasi Petani: Sorotan Sosial-Politik
Sorotan Riswanda

Makna Emotif Penataan Kebijakan Sosial

20 Agustus 2022 | 15:49
De-generasi Petani: Sorotan Sosial-Politik
Sorotan Riswanda

Melampaui Perbahasan Stunting

2 Agustus 2022 | 09:53
De-generasi Petani: Sorotan Sosial-Politik
Sorotan Riswanda

Hal Ihwal Desain Kesejahteraan Publik

20 Juli 2022 | 06:17
Load More

Popular

  • Istana Surosowan terlihat dari udara. Istana Surosowan hancur akibat perang antara Sultan Ageng Tirtayasa dengan anaknya Sultan Haji yang dibantu oleh Belanda. (Dokumentasi DJKN Banten)

    Gubernur Banten Usulkan Rekonstruksi Istana Surosowan Kepada Menteri Kebudayaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan Bopeng-bopeng, Gubernur Banten Tagih Komitmen Pengelola Tol Tangerang-Merak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Angkanya Terus Meningkat, Pemprov Banten Dinilai Gagal Atasi Kemiskinan di Perkotaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabupaten Serang Miliki Dua Jembatan Baru Hasil Kolaborasi dengan TNI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Link Twibbon Hari Perempuan Internasional 2026, Terbaru dan Paling Kekinian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Walikota Budi Rustandi Turun Tangan Bredel Spanduk Liar di Kota Serang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ayah-Anak Bersitegang? Rumah Aspirasi Bupati Lebak Disegel JB

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mudik Gratis Tak Pakai Bus Abal-abal, Dishub Kota Cilegon Jamin Semua Sudah Dicek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukan Hanya Saat Pemilu, DPC PKS Kecamatan Jombang Komitmen Hadir di Masyarakat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Arti Kalimat ‘Nyawit Nih Orang’ yang Banyak Digunakan di Media Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Petugas Dapur SPPG Yayasan Sukaratu 6, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, memperlihatkan selembar surat cinta dari siswa yang terselip dalam ompreng MBG, Rabu 11 Februari 2026. (Dokumentasi Bantenraya.com)

Selipkan Pesan di Ompreng MBG, Peserta Didik di Pandeglang Request Menu: Minta Nasi Goreng hingga Ayam

12 Februari 2026 | 05:00
SMAN 1 Cimarga

Pengakuan Siswi SMAN 1 Cimarga yang Ikut Mogok Sekolah, Bukan Dukung Siswa Merokok tapi……

18 Oktober 2025 | 12:16
Pemprov Banten kembali membuka pendaftaran mudik gratis

Banyak yang Mengundurkan Diri, Pemprov Banten Buka Ulang Pendaftaran Mudik Gratis

24 Februari 2026 | 14:42
Kabupaten serang PT PWI

Sempat Produksi Sepatu di Kabupaten Serang, PT PWI 1 Bakal Bangkit Buka Usaha Baru di Cikande

2 Februari 2026 | 17:11

Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional, Bjb Backup Total Pembiayaan UMKM

Asooooy… Kepala Desa akan Diajak Studi Banding ke Korea dan China

Seluruh Ospek di Kampus Diputuskan Digelar Online, Termasuk di Banten

Mudik Resmi Dilarang, Efektif 24 April

universitas terbuka

IKM Universitas Terbuka Serang Gelar Baksos dan Bukber

11 Maret 2026 | 17:12
Ilustrasi mudik Lebaran 2026. ((Uri/Bantenraya.com)

Daftar Nomor Darurat Mudik Lebaran 2026, Catat Agar Tenang Selama Perjalanan

11 Maret 2026 | 17:00
Puluhan konsumen loyal Honda Banten melakukan agenda buka bersama dengan keluarga di Dealer KJ Mulia Sempu, Kota Serang, Selasa 10 Maret 2026. (Dokumentasi Honda Banten)

Honda Banten dan Dealer KJ Mulia Sempu Buka Puasa Bersama Konsumen Loyal

11 Maret 2026 | 16:30
Ide menu buka puasa praktis kol gulung isi ayam. (Instagram/@foodmart_id)

Gurih dan Juicy! Resep Kol Gulung Goreng Isi Ayam, Cocok Jadi Ide Menu Buka Puasa yang Praktis

11 Maret 2026 | 16:25

Tag

2022 Andra Soni ASN banjir Banten Beasiswa BRI Brigadir J BRI Super League Cilegon drakor drama Korea Harga Tiket Helldy Agustian Indonesia Jadwal jadwal tayang Kabupaten Lebak kabupaten serang Kota Cilegon Kota Serang Lebak link nonton link twibbon lowongan kerja Pandeglang Pemkot Cilegon pemkot serang Pemprov Banten pilkada Preman Pensiun 6 Preman Pensiun 7 profil provinsi banten Ramadhan Robinsar serang sinopsis spoiler spoiler sub indo Timnas Indonesia Twibbon UMKM viral
ADVERTISEMENT
Banten Raya

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda

Nomor ID Pers : 26666 | Status Pendataan : Terverifikasi Faktual | Sertifikat : 1393/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Digital Banten Raya
  • Ecommerce Banten Raya
  • Siding Banten Raya
  • Share Banten Raya

Ikuti Kami

  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda