BANTENRAYA.COM – Kondisi jalan di ruas Tol Tangerang–Merak yang penuh lubang dan rusak, mendapatkan sorotan dari masyarakat.
Pasalnya, tarif yang tinggi dianggap tidak sesuai dengan kualitas jalan dan layanan yang diberikan
Menanggapi hal itu, pihak Astra Infa Tol Tangerang Merak selaku pengelola mengklaim jika pihaknya terus melakukan perbaikan menjelang arus mudik Lebaran 2026.
BACA JUGA: Angka Pernikahan di Banten Turun, Perceraian Tembus 15 Kasus
Namun, proses perbaikan tersebut diakui menghadapi sejumlah kendala di lapangan, terutama akibat cuaca dan kendaraan dengan muatan berlebih.
Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Sustainability Management & Corporate Communication Astra Tol Tangerang–Merak, Uswatun Hasanah, yang mengatakan jika pihaknya secara rutin melakukan inspeksi jalan untuk memastikan kondisi perkerasan tetap aman bagi pengguna jalan.
“Sebagai pengelola, kami (Astra Tol Tamer,-red) berkomitmen untuk terus menjaga standar pelayanan dan keselamatan pengguna jalan melalui pemeliharaan rutin dan perbaikan perkerasan jalan di berbagai titik yang memerlukan penanganan,” ujar Uswatun, Rabu, (11/3/2026).
Ia menjelaskan, tim pemeliharaan secara berkala memeriksa kondisi jalan dan segera menindaklanjuti setiap temuan kerusakan dengan proses perbaikan.
“Tim pemeliharaan secara berkala melakukan inspeksi jalan dan menindaklanjuti temuan kerusakan dengan perbaikan secepat mungkin,” katanya.
Kendati demikian, proses perbaikan tidak selalu dapat berjalan sesuai target.
Uswatun mengungkapkan salah satu faktor yang mempengaruhi percepatan pekerjaan adalah kondisi cuaca dengan intensitas hujan yang cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir.
Selain itu, kendaraan dengan muatan berlebih atau overdimension dan overload (ODOL) yang masih melintas di ruas tol juga turut mempercepat penurunan kualitas perkerasan jalan.
“Dalam proses perbaikan terdapat beberapa faktor yang berada di luar kendali yang dapat memengaruhi percepatan pekerjaan, di antaranya kondisi cuaca dengan curah hujan yang cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Selain itu, kendaraan dengan muatan berlebih yang masih melintas juga turut mempercepat penurunan kondisi perkerasan jalan,” jelasnya.
Uswatun juga menanggapi keluhan masyarakat terkait kondisi jalan di ruas Bitung hingga Karawaci yang disebut mengalami kerusakan.
Ia menegaskan bahwa ruas tersebut bukan berada di bawah pengelolaan Astra Tol Tangerang–Merak.
Menurutnya, Astra Tol Tangerang–Merak hanya mengelola ruas Bitung Kilometer 26 hingga Merak Kilometer 98.
“Terkait pemberitaan yang menyebutkan lokasi Bitung hingga Karawaci, perlu kami sampaikan bahwa ruas tersebut tidak berada di bawah pengelolaan Astra Tol Tamer. Penanganan pada ruas Bitung–Karawaci berada pada kewenangan pengelola jalan tol yang berbeda,” ujarnya.
Meski demikian, pada ruas tol yang menjadi tanggung jawabnya, Astra Tol Tangerang–Merak memastikan proses perbaikan tetap dilakukan secara bertahap agar kesiapan jalur mudik tetap terjaga.
“Pada ruas yang berada dalam pengelolaan Astra Tol Tamer, kami terus melakukan langkah perbaikan secara bertahap serta memastikan kesiapan layanan jalan tol menjelang arus mudik Lebaran agar perjalanan pengguna jalan dapat berlangsung aman, nyaman, dan lancar,” katanya.
Sebelumnya, Gubernur Banten Andra Soni juga mengaku menerima sejumlah keluhan masyarakat terkait kerusakan jalan di Tol Tangerang–Merak menjelang musim mudik Lebaran.
Ia mengatakan pemerintah daerah telah berkomunikasi dengan pengelola jalan tol agar proses perbaikan dapat segera diselesaikan sesuai target.
“Saya dapat masukan beberapa keluhan dari masyarakat terkait dengan jalan tol. Kami sudah komunikasikan dengan pihak pengelola jalan tol untuk targetnya H-10 harus bisa selesai,” ujar Andra.
Ia menambahkan, tingginya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir turut mempengaruhi proses perbaikan di lapangan.
“Memang curah hujan masih tinggi dan itu sedikit banyak menghambat proses perbaikan. Namun upaya-upaya perbaikannya tetap kita lakukan karena ini menjadi sebuah tanggung jawab,” katanya. (raffi) ***
















