BANTENRAYA.COM – Industri Pengolahan Sampah Terpadu Atasi Sampah Kelola Mandiri atau IPST Asari yang menjadi program PT Chandra Asri Group berhasil mengurangi produksi sampah hingga 1 ton per bulan.
Sampah-sampah dari kantong plastik maupun bungkus makanan diolah menjadi Bahan Bakar Minyak atau BBM Terbarukan jenis Bio Solar dan Minyak Tanah.
Program IPST Asari yang memiliki plant di Lingkungan Serdag, Kelurahan Kotabumi, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, saat ini terus menambah kapasitas pengolahan sampah menjadi BBM Terbarukan.
Bahkan, produksi pengolahan sampah menjadi BBM Terbarukan bisa menembus 1 ton per bulan.
Manajer Sirkular Ekonomi and Partnbership pada PT Chandra Asri Group Nicko Setyabudi mengatakan, IPST Asari merupakan inisiatif Chandra Asri Group dalam mendorong keberlanjutan dalam konteks pengolahan sampah.
BACA JUGA:Sampah di Alun-alun Pandeglang Sempat Menumpuk, Kiriman Dari Warga
“Dalam konteks pengolahan sampah memang harus ada perubahan sistem atau mindset yang dari linear ke sirkular. Kita tidak lagi melihat sampah sebagai barang yang dibuang begitu saja, tetapi sampah itu barang yang memiliki nilai karena basisnya material dan harus dikelola secara baik, tentunya dengan memilah,” kata Nicko kepada awak media pada Senin, 9 Maret 2026.
IPST Asari hadir di tengah-tengah warga untuk memilah sampah dari rumah masing-masing, nanti dipilah lebih lanjut untuk diproses lanjutan, pirolisis untuk menjadi bahan bakar, serta pencacahan untuk dijadikan campuran aspal.
“Ini sebuah pilot project yang kami desain, harapannya ini menjadi contoh di tempat lain. Ini kita jalan dari 2021, sekarang sudah lima tahun lebih. Salah satu pertumbuhannya dengan tambahan mesin pirolisis dengan kapasitas 200 kilogram, jadi dalam per batch bisa mengolah 300 kilogram,” kata Nicko.
Dikatakan Nicko, hasil dari pirolisis berupa BBM Terbarukan yakni Bio Solar dan Minyak Tanah.
“Hasil pirolisis sendiri kita punya merk Plus Sri. Saat ini Plus Sri kita tukarkan ke warga atau ke industri yang mau menggunakan, jadi hasil pirolisis (Bio Solar atau Minyak Tanah) kita berikan ke user, dan user bantu kami mendapatkan sampah plastic,” ungkapnya.
BACA JUGA:Hujan Tak Halangi Aksi Bersih, Adpim Pemprov Banten Angkut 90 Kg Sampah di KP3B
Nicko menjelaskan, pada akhir 2025 lalu, BBM Terbarukan hasil pirolisis sudha diatur dalam Perpres 109 tahun 2025.
“Pirolisis dikategorikan dalam BBM T (BBM Terbarukan). Harapannya ke depan bisa dijual secara B to B (Bussiness to Bussiness),” paparnya.
Awalnya IPST Asari beroperasi, hanya menjaring sampah dari Lingkungan Serdag saja, dan saat ini sudah menjaring sampah dari Lingkungan Pengairan Bawah dan Palm Hills.
Termasuk sampah dari pabrik Chandra Asri Ciwandan dan Puloampel juga dibawa ke IPST Asari.
“Kapasitas produksi per batch 300 kilogram, dalam sebulan kurang lebih 1 ton sampah yang diproses. Dari hasil produksi sampah itu, yang jadi bahan bakarnya 60 persen, sekitar 600 liter BBM T,” urainya.
BACA JUGA:Butuh untuk Pengelolaan Sampah, UPTD TPSA Bagendung Belanja Dua Alat Berat
Pengelola IPST Asari Murad menjelaskan, hasil pengolahan sampah dnegan sistem pirolisis menghasilkan minyak tanah dan bio solar.
“Untuk minyak tanah kita bagikan ke UMKM di Cilegon melalui Disperindag Cilegon. Bio Solar untuk kebutuhan nelayan dan storing PT Chandra Asri,” terangnya.
Kata Murad, sampah dihimpun dari warga yang telah dipilah dari rumah.
“Kita kasih rangsangan kepada warga yang mengumpulkan sampah kita berikan kain kafan jika ada keluarganya yang meninggal dunia. Program ini kita tidak membebani warga, warga hanya diminta diberi kesadaran memilah plastik dari rumah,” terangnya.***

















