BANTENRAYA.COM – Ketua Umum DPP Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan atau Gapasdap Khoiri Soetomo meminta agar Kementerian Perhubungan atau Kemenhub meninjau ulang pembatasan truk pada masa mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Merak.
Pasalnya, pada saat awal pembatasan truk, kondisi Pelabuhan Merak pasti kosong, sementara Pelabuhan BBJ Bojonegara mengantre panjang.
Diketahui dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Perhubungan, Menteri Pekerjaan Umum dan Korlantas Polri disebutkan adanya pembatasan truk pada H-7 mudik lebaran, truk logistik berupa sembako dan BBM yang diperkenankan menyeberang saja.
Namun, kendati adanya pembatasan, biasanya pada awal pembatasan akan terjadi kepadatan kendaraan yang diarahkan ke BBJ Bojonegara dan Pelabuhan Ciwandan.
Sementara, kondisi kapal yang jumlahnya sedikit membuat truk akhirnya mengantre lebih lama.
BACA JUGA: Siap Fasilitasi Pemudik, ASDP Benahi Sejumlah Infrstuktur Bufferzone di Pelabuhan Merak
Menurutnya, dengan kondisi kebutuhan sekarang yang sangat meningkat terkait dengan Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih dan juga kebutuhan lainnya, maka antrean di Pelabuhan BBJ Bojonegara saat pemberlakukan pembatasan truk pada 13 Maret nanti akan menimbulkan masalah.
“Saya khawatir di BBJ Bojonegara itu 3 hari lebih (macet). Bisa jadi dengan banyaknya program pemerintah seperti MBG dan Koperasi Merah Putih banyak logistik yang harus terus dikirimkan. Kami harap ada perubahan pola kebijakan, Saat hari awal mudik itu Merak pasti kosong, sementara di BBJ Bojonegara itu mengantre hingga 3 hari lebih,” kata Khoiri, Minggu, 6 Maret 2026.
Ia menyatakan, pihaknya sudah berkirim surat resmi ke Kementerian Perhubungan RI.
Diharapkan dengan adanya hasil kajian dari Gapasdap bisa menjadi pertimbangan Kementerian Perhubungan atau Kemenhub untuk bisa memberikan kebijakan terbaik.
“Kami berkirim surat, isinya sangat lengkap dengan kondisi yang sudah digambarkan pada lebaran lalu. Kami harap ini bisa menjadi kajian, sehingga bisa memberikan kebijakan terbaik,” paparnya.
BACA JUGA: Kontigensi Plan Disiapkan Hadapi Cuaca Buruk di Pelabuhan Merak
Sementara itu, Direktur Eksekutif Regional II PT ASDP Indonesia Ferry Vidon menyatakan, dalam SKB tersebut ada diskresi yang bisa dilakukan.
Namun, diskresi tersebut menjadi sepenuhnya kewenangan dari kepolisian.
Artinya, sebagai operator Pelabuhan pihaknya siap untuk melayani diluar penumpang pejalan kaki, bus dan kendaraan pribadi.
“Dalam SKB itu ada diskresi. Itu yang memutuskan adalah pihak kepolisian dengan melihat kondisi dan situasi. Kami sebagai operator Pelabuhan siap saja jika ada keputusan diskresi mengalihkan ke dermaga di Pelabuhan Merak jika pelabuhan lainnya menumpuk,” ujarnya.
Vidon menyampaikan, dengan kondisi adanya pengaturan Work From Anywhere diharapkan puncak mudik bisa terpecah menjadi dua, sehingga nantinya tidak terjadi penumpukan apakah kendaraan roda dua di Pelabuhan Ciwandan, atau juga di Pelabuhan Merak.
“WFA itu mulai lebih awal, jadi sepertinya puncak mudik akan terbagi. Tentu kami harap ini bisa nantinya memperlancar kondisi mudik,” ucapnya.
BACA JUGA: Hibur Pemudik di Pelabuhan Merak, Sosoro Mall Siapkan Program Mudik Asik On Eksekutif
Sementara itu, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banten Hermanta menjelaskan, di Pelabuhan BBJ Bojonegara yang sebelumnya hanya 6 kapal akan ditambahkan menjadi 14 kapal.
Hal itu diharapkan bisa mengurai kondisi antrean yang berhari-hari terjadi di Pelabuhan tersebut.
“Sebelumnya 6 kapal, akan ada tambahan 4 kapal yang sekarang mulai bergerak dari Samarinda ke Banten, dan juga 4 kapal tambahan lainnya. Jadi saat ini pemerintah berkomunikasi dengan tepat untuk memastikan keberangkatan kapasitas kapal bagi yang memerlukan kendaraan menuju BBJ,” jelasnya.
Hermanta menyatakan, tidak hanya di BBJ Bojonegara saja, untuk penumpang di Pelindo juga akan dilayani 12 kapal dengan 1 cadangan. Bahkan, termasuk untuk angkutan truk juga bisa melalui Pelabuhan tersebut.
“Cadangan ini nantinya akan digunakan jika memang kondisinya diperlukan, termasuk ada Pelabuhan yang standby akan difungsikan dengan 2 kapal jika diperlukan,” pungkasnya.***

















