BANTENRAYA.COM – Jasa Marga memprediksi sekitar 3,4 juta kendaraan akan keluar dari Jakarta, selama arus mudik Lebaran tahun 2026.
Jumlah tersebut diprediksi akan kembali dalam jumlah yang relatif sama saat arus balik menuju ibu kota.
Corporate Communication and Community Development Group Head Lisye Octaviana menjelaskan, mayoritas pergerakan kendaraan mudik masih terpusat di Pulau Jawa.
BACA JUGA: Tembok Rumah Dinas Walikota Cilegon Ambruk, Perbaikan Ditargetkan Rampung 3 Bulan
Ia menyebut sekitar 70 persen transaksi jalan tol Jasa Marga terjadi di wilayah Jawa, khususnya di koridor yang menjadi jalur utama perjalanan mudik.
“Walaupun market share kami sekitar 42 persen dari total 1.294 kilometer jalan tol di Indonesia, sekitar 70 persen transaksi berada di Jawa, terutama di koridor jalur mudik,” katanya dalam keterangan resmi dikutip Bantenraya.com, Minggu 8 Maret 2026.
Untuk mendukung kelancaran perjalanan masyarakat, Jasa Marga juga memperkenalkan aplikasi digital bernama Travoy yang dirancang sebagai asisten perjalanan bagi pengguna jalan tol.
“Melalui aplikasi Travoy, pengguna bisa mengakses lebih dari 3.500 CCTV yang ada di jalan tol. Jadi masyarakat bisa melihat kondisi lalu lintas secara langsung sebelum memutuskan rute perjalanan,” jelasnya.
Selain itu, aplikasi tersebut juga terhubung dengan peta digital yang membantu pengguna menentukan jalur perjalanan.
Pengendara dapat melihat pilihan rute, estimasi waktu perjalanan, tarif tol, hingga gerbang tol yang akan dilalui.
Pihaknya juga memaparkan perkiraan waktu puncak arus mudik dan arus balik. Berdasarkan analisis perusahaan, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret.
Sementara itu, puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 24 Maret.
“Bagi masyarakat yang memiliki keleluasaan waktu, kami menyarankan untuk menghindari tanggal puncak tersebut agar perjalanan mudik bisa lebih nyaman,” kata Lisye.
Selain pengaturan lalu lintas, Jasa Marga juga menyiapkan berbagai insentif bagi pengguna jalan tol selama periode mudik.
Salah satunya adalah pemberian diskon tarif tol sebesar 30 persen pada beberapa ruas tol strategis.
Diskon tersebut ditujukan untuk mendorong distribusi arus kendaraan agar tidak menumpuk pada waktu tertentu.
Lisye menyebut kebijakan ini diharapkan dapat membantu mengurangi kepadatan lalu lintas, khususnya pada jalur-jalur utama menuju wilayah Jawa Tengah.
“Melalui kebijakan diskon tarif tol ini, kami berharap masyarakat dapat merencanakan perjalanan dengan lebih fleksibel dan memanfaatkan periode perjalanan yang tidak terlalu padat,” ujarnya.*


















