BANTENRAYA.COM – Bencana banjir kembali melanda Kota Cilegon pada Minggu, 8 Maret 2026 dinihari.
Banjir terjadi di sejumlah kecamatan seperti Pulomerak, Grogol, Puurwakarta, Jombang dan Cibeber.
Bukan hanya rumah warga, banjir juga menyasar fasilitas umum seperti sekolah dan rumah sakit.
Bahkan, menurut data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan atau Dindikbud Kota Cilegon ada sebanyak 13 sekolah yang kebanjiran.
Kepala Bidang SD dan SMP pada Dindikbud Kota Cilegon Suhanda mengatakan, banjir yang terjadi di Kota Cilegon menyebabkan 13 sekolah dari tingkat TK hingga SMP terdampak.
“Yang pertama di SD Blacu di Purwakarta, SDN Gedong Dalem 3 di Jombang. Kemudian SMP 12 juga terdampak tetapi tidak masuk ke ruangan hanya sebatas dh halaman hanya cukup besar semalam. Sudah kami pantau alhamdulillah tidak ada aset yang rusak,” katanya ditemui di SD Negeri Blacu, Kecamatan Purwakarta.
BACA JUGA: Bojonegara Berduka, Banjir Rendam Ratusan Rumah dan Kendaraan Akibat Hujan 1 Hari
“Kemudian ada di SMP 6, ini terdampak. Kami sudah komunikasi dalam rangka pemeriksaan kembali dan kami sudah meminta bantuan dari kwarcab pramuka untuk membantu pembersihan,” tambah Suhanda.
“Jadi ada 13 sekolah, salah satunya TK As Salam, 3 SMP dan selebihnya SD,” lanjutnya lagi.
Suhada menyatakan, sekolah yang cukup parah terdampak banjir diantaranya SDN Blacu, SDN Masigit 1 dan SDN Gedong Dalem 3.
“Ada SMP 7 juga (banjir). Untuk SMP 7 hanya lewat banjirnya dan kemudian yang paling parah selain Gedong Dalem 3, ada SDN Masigit 1. Kemudian SDN 11 Cilegon, SDN 5 Cilegon itu akibat hujan cukup tinggi kami turunkan tim, kondisinya sudah seperti ini (banjir) tinggal perapihan,” paparnya.
“Kemudian ada juga SDN Bumi Waras di Pulomerak, ini lumayan cukup parah karena ada sungai kecil. Kwarcab sudah melakukan bantuan pemebrsihan. Untuk SDN Kedalamen 2 yang cukup parah, seperti SDN Masigit 1 juga cukup parah,” paparnya.
BACA JUGA: Pemkot Cilegon Bentuk Satgas Khusus untuk Penanganan Banjir, Libatkan Industri dan BUMN
Menurut Suhanda, dampak banjir terhadap sekolah berbeda-beda. Ada sebagian yang mengalami dampak ringan dan sebagian lainnya dampak yang berat hingga masuk ke dalam ruang kelas.
“(Dampak) Berbeda-beda. Kalau disini (SDN Blacu) kan debit air yang cukup tinggi, aliran air yang masuk. Lewat saja, tapi akhirnya terdampak juga ke ruangan kelas,” jelasnya.
Dindikbud Kota Cilegon, kata Suhanda, akan menganilisa terlebih dahulu terkait banjir yang menyebabkan sekolah terdampak, dan akan melakukan pembenahan.
“Kita akan analisis dulu ya apakah dampak lingkungan, kami juga tetap akan koordinasi dengan pihak sekolah. Sumber-sumber banjirnya itu dari mana. Kami coba untuk benahi lah,” ucapnya.
Kegiatan Belajar Mengajar atau KBM pada Senin, 9 Maret 2026, jika masih ada sekolah belum dapat digunakan maka Dindikbud Kota Cilegon akan mengimbau kepada siswa untuk belajar dari rumah.
“Untuk KBM, kita lihat untuk sekolah yang memang, mungkin terdmapak banjir dan malah ada genangan, kita akan himbau untuk pembelajaran dari rumah. Tetapi kalau hari ini, seperti ini, besok tetap berjalan seperti biasa,” tutupnya.***















