BANTENRAYA.COM – Warga yang tersebar di empat desa di Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, terisolir. Pasalnya, kondisi bangunan Jembatan Pasirnangka di Kampung Pasirnangka, ambruk.
Keempat desa yang terisolir akibat ambruknya Jembatan Pasirnangka yakni Keramatjaya, Cibadak, Rancapinang, dan Desa Tugu.
Nasron, warga Desa Keramatjaya, Kecamatan Cimanggu mengatakan, ambruknya Jembatan Pasirnangka disebabkan karena bangunan jembatan sudah rusak. Kondisi itu diperparah ketika dilintasi mobil truk pengangkut kayu.
BACA JUGA: Lagi Khusyuk Cari Ikan, Warga Sumur Diterkam Buaya di Pulau Panaitan
“Jembatannya sudah bolong, sudah ditambal sama pohon kelapa. Setelah itu ada truk lewat bawa kayu, ambruk sama mobil-mobilannya,” kata Nasron, Senin 8 Desember 2025.
Akibat ambruknya jembatan, kata dia, tidak ada korban jiwa. Namun mengakibatkan akses warga setempat tersendat. Sebab, jembatan itu merupakan akses utama warga.
“Alhamdulillah gak ada korban. Tapi dengan ambruknya jembatan mengakibatkan akses utama warga terputus, dan tidak bisa melintas,” katanya.
BACA JUGA: Adu Rangking FIFA Filipina vs Indonesia, Perjuangan Pertama Garuda Muda di SEA Games 2025
Camat Cimanggu, Encun Sunayah membenarkan, Jembatan Pasirnangka ambruk setelah dilewati oleh mobil truk pengangkut kayu. Diperparah kondisi bangunan jembatan sudah rusak.
“Iya, ambruk. Kondisinya memang sudah rusak, sudah ditambal sama pohon kelapa. Itu hanya jembatan darurat,” terangnya.
Dijelaskannya, jembatan tersebut merupakan akses utama menuju empat desa di Kecamatan Cimanggu. Dengan ambruknya jembatan mengakibatkan warga setempat harus mencari jalan lain, yang lokasinya cukup jauh.
“Jembatan itu penghubung empat desa, yakni Keramatjaya, Cibadak, Rancapinang, dan Tugu. Untuk akses jalan sementara ada, tapi jauh, dan jalanannya tidak bisa dilalui kendaraan, apalagi musim hujan,” jelasnya.
Kata Encun, jembatan tersebut harus segera diperbaiki, karena menjadi akses utama warga setempat. Apalagi sebelumnya jembatan tersebut sudah ditinjau oleh dinas terkait untuk diperbaiki.
“Harus secepatnya dibangun. Dulu sudah ditinjau sama DPUPR (Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang) Pandeglang. Tapi informasinya mau dibangun sama pihak provinsi, mudah-mudahan dalam waktu dekat dibangun,” terangnya.
Plt Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Pandeglang, Andriawan Wisudawan mengatakan, Jembatan Pasirnangka di Desa Keramatjaya yang ambruk sudah dilakukan pengecekan.
Dinasnya sudah berkoordinasi dengan pemerintah Provinsi Banten untuk membantu memperbaiki jembatan tersebut.
“Kita sudah koordinasi dengan PUPR provinsi, insyaallah mudah-mudahan tidak lama akan dibangun jembatan sementara,” katanya. ***
















