BANTENRAYA.COM – Belum mencapai sesuai target, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang mengikuti bazzar di Festival Golok Day pekan lalu mencapai omzet hanya Rp 61 juta saja.
Sebelumnya, Pemkot Cilegon telah sukses menggelar Festival Golok Day yang menghadirkan 4 ribu orang pendekar silat tampil di Alun-Alun Kota Cilegon, Sabtu 15 November 2025 lalu.
Dalam Festival Golok Day tersebut, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop UKM) Kota Cilegon turut serta menghadirkan UMKM binaanya.
BACA JUGA: Jumlah Warga Cilegon yang Bekerja ke Luar Negeri Melonjak, Ini Penyebabnya
Kepala Bidang UMKM Dinkop-UKM Cilegon Heryati mengatakan, pada Festival Golok Day pekan lalu pihaknya menyediakan 40 tenda untuk mengikuti bazzar UMKM.
Namun satu hari sebelum pelaksanaan Festival Golok Day dimulai, terjadi hujan deras hingga mengakibatkan 4 tenda tak bisa dilanjutkan untuk dipasang.
“Jumlah tenda itu ada 40 tenda yangsudah terpasang pada Jumat sore, tapi H-1 malamnya hujan deras dan ada 4 tenda yang ga bisa terpasang,” katanya kepada Banten Raya, Minggu 23 November 2025.
Maka, pihaknya pada pelaksanaan Festival Golok Day hanya memasang 36 tenda saja untuk bazzar UMKM.
Pihaknya menyediakan 1 tenda bisa digunakan untuk 2 pelaku UMKM.
“Jadi yang terpasang itu hanya 36 tenda saja dan diisi oleh 61 UMKM karena 1 tenda digunakan 2 UMKM,” ungkapnya.
Selama proses pelaksanaan bazzar UMKM dari 61 tersebut telah melaporkan hasil omzetnya kepada Dinkop UKM Cilegon.
Berdasarkan data Dinkop UKM Cilegon omzet dari 61 UMKM pada Festival Golok Day mencapai sekitar Rp 61,828 juta.
Namun, ia menyampaikan, jumlah tersebut merupakan masih jauh dari target yang diharapkan.
“Sebetuknya target kita lebih dari itu, kemarin selama pelaksanaan acara Festival Golok Day kurang banyak para tamunya tidak semuanya berkunjung ke tenda UMKM,” terangnya.
Pihaknya telah menargetkan omzet UMKM pada Festival Golok Day pekan lalu mencapai Rp 180 juta.
“Kita harapannya Festival Golok Day kemarin itu kita bisa mencapai Rp 180 juta,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dengan selalu melibatkan para pelaku UMKM di acara Pemkot Cilegon dapat membuat para UMKM Cilegon dapat dikenal khalayam publik.
“Harapannya para UMKM selalu dilibatkan acara Pemkot dapat mengangkat perekonian dari para pelaku UMKM Kota Cilegon dan memasarkan serta promosikan produk UMKM,” jelasnya.
Perempuan yang biasa disapa Heti itu juga kerap kali mengimbau kepada para pelaku UMKM yang selalu hadir pada bazzar UMKM untuk membuat kartu nama.
“Kami sering menginformasikan kepada pelaku UMKM untuk menyediakan kartu nama sebagai salah satu promosi,” ucapnya.
Menurutnya, kartu nama dapat menjadi bagian dari promosi para pelaku UMKM kepada para pengunjung supaya dapat melakukan pemesanan kembali.
“Kalau lagi ada bazzar gitu UMKM jangan lupa kartu nama, jadi nanti bisa kasih kartu nama itu kepada para pengunjung supaya bisa memesan dikemudian hari,” pungkasnya.***



















