BANTENRAYA.COM – Tebing di Kawasan Lereng Gunung Pulosari, di Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, dilaporkan mengalami longsor.
Akibatnya, material berupa bebatuan menutupi akses jalan menuju jalur pendakian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Bantenraya.com, peristiwa longsornya tebing di Lereng Gunung Pulosari diketahui oleh warga saat melakukan pengecekan.
Tidak ada korban pada peristiwa longsor. Namun menyebabkan akses menuju Lereng Gunung Pulosari tidak bisa dilalui.
BACA JUGA: Dari Garasi Jadi Cuan, Farida Hadirkan Ketupat Sayur Padang Autentik di Serang
“Gemuruh batu terdengar ke kampung-kampung setelah di cek ternyata longsor, dan ini yang menjadi kekhawatiran,” kata seorang warga Mandalawangi dalam video yang beredar saat mengabadikan kaki Gunung Pulosari longsor, Rabu (19/11).
Dengan adanya peristiwa longsor, dia berharap, bencana longsor di Lereng Gunung Pulosari tidak meluas. Masyarakat yang tinggal di kawasan Lereng Gunung Pulosari terlindungi. ”
Semoga masyarakat yang ada di lereng Gunung Pulosari terlindungi,” harapnya.
Camat Mandalawangi, Yani Sastra Negara mengatakan, belum menerima laporan dari warga dengan adanya bencana longsor di kawasan Lereng Gunung Pulosari.
Pihaknya juga belum mengecek lokasi longsor karena wilayahnya mulai diterjang hujan.
“Iya informasinya longsor, tapi belum tahu, belum ada laporan. Berapa meternya yang longsor belum tahu. Kami belum mengecek karena kondisi sekarang ini musim hujan,” katanya.
Semenjak kawasan Gunung Pulosari longsor, kata Yani, jalur pendakian menuju kawasan Gunung Pulosari sudah ditutup sementara. Penutupan jalur pendakian sesuai permintaan warga setempat.
“Jalur pendakian kan sudah ditutup sementara sampai bulan Desember 2025, karena sudah musim hujan, dan itu sesuai harapan dari warga,” terangnya. ***
















