BANTENRAYA.COM – Mutasi eselon II terus dilakukan penundaan dan tidak jelas kapan dilakukan Walikota Cilegon Robinsar. Hal itu menjadikan kondisi kinerja OPD terganggu karena para kepala dinas galau.
Baik program 2025 yang tersisa 1,5 bulan ragu direalisasikan membuat kinerja serapan rendah. Termasuk juga berefek pada penyusunan program Cilegon 2026 nanti yang terkesan seadanya.
Anggota Komisi I DPRD Kota Cilegon Subari menyatakan, adanya ketidakjelasan mutasi membuat sejumlah kepala OPD ragu dalam menjalankan programnya. Hal itu membuat belanja baru terealisasi sebeaar 71 persen saja.
“Banyak kepala dinas Cilegon galau, pegawai dan pejabat lainnya juga galau. Jadi ragu dalam mengeksekusi program takutnya program jalan tapi saat penyelesaian ganti pejabat dan tidak jelas pertanggujawabannya,” katanya, Senin 17 November 2025.
Subari menyampaikan, ketidakjelasan mutasi juga membuat pejabat malas dan tidak serius dalam rencana program Cilegon di 2026 nanti. Akhirnya, dinas menyusun program seadanya saja.
BACA JUGA : Lowongan Kerja Terbaru untuk Penempatan Kota Cilegon, Lulusan SMA Bisa Daftar
“Meraka berkata percuma bikin progran kalau nantinya akan pindah. Lalu dalam hal eksekusi juga pasti hasilnya akan tidak maksimal, karena ada dipertengahan jalan itu jadinya di Cilegon,” ucapnya.
Subari meminta, agar Walikota Cilegon Robinsar meminggirkan dahulu kepentingan-kepentingan partai dan lainnya. Sebab, hal itu akan semakin menghambat proses dan selalu ragu dalam mengelsekusi mutasi.
“Jangan dikedepankan kepentingan. Ini sebenarnya memilik kualitas apa kuantitas. Harusnya mutasi sudah selesai,” ucapnya.
Menurut Subari, mutasi harusanya sudah dilakukan sejak awal jabatan, sehingga itu bisa maksimal berjalan. Mutasi bisa dilakukan dari awal karena ada contoh seperti di Kabupaten Serang dalam waktu satu bulan sudah ada mutasi eselon II.
“Kabupaten Serang itu hanya sebulan prosesnya. Ini malah hampir 8 bulan lebih tidak selesai-selesai. Padahal tahapannya berjalan seperti asesmen dan lainnya,” ujarnya.
Sebelumnya, Walikota Cilegon meminta agar semuanya tenang, mutasi akan berjalan dan pasti dilakukan.
“Sudah tenang saja,” ungkapnya.
BACA JUGA : Warga Kotasari Cilegon Senang Rumahnya Direnovasi, Puluhan Tahun Akhirnya Punya Jamban
Dalam berbagai kesempatan Robinsar juga menyampaikan, sudah mengantongi sejumlah nama yang akan dimutasi. Hal itu bukan saja berdasarkan nilai asesmen saja. Namun, juga keseharian pejabat yang audah dilakukan penilaian saat bekerja.
“Normatifnya dan mekanismenya kan seperti itu (melihat nilai asesmen-red). Itu masukan dari Pansel, dan (Tapi-red) juga ada penilaian kami selama ini di lapangan juga itu akan jadi dasar juga,” ujarnya.
Robinsar memastikan, pihaknya masih menyusun dan melakuman pencatatan kepada seluruh kepala dinas. Kendati ia belum tegas apakah akan mengubah semua jabatan atau tidak.
“Nanti menyesuaikan dan lihat situasinya nanti. Yah nanti tinggal coret-coret nanti,” ujarnya. (***)

















