Senin, 16 Februari 2026
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
Senin, 16 Februari 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

Menyambung Daya Tahan Sosial Selepas Pandemi

Administrator Oleh: Administrator
3 November 2021 | 10:15
Perihal Ketenagakerjaan

Riswanda PhD. istimewa

Bagikan Ke WhatsAppBagikan Ke FacebookBagikan Ke TwitterBagikan Ke Telegram

 

Oleh: Riswanda PhD

 

‘Plus Minus PCR untuk Seluruh Moda Transportasi’ (Sorotan 2021), serius membuka cakrawala berpikir di periode yang dapat dikatakan disruptif seperti saat ini. 

 

Ruang diskusi intelektual isu-isu hangat otentik, tampaknya memang diperlukan. Setidaknya, mengusut tuntas kegamangan publik. Pemberlakuan Polymerase Chain Reaction (PCR) sempat membuat risau sebagian kalangan, pemerhati dan aktivis. 

 

Apa pencetus pijar kerisauan tersebut? Bagaimana rumusan jalan lepas alternatif perihal ppenerapa PCR

 

‘Lurus dalam persepsi’, seperti tagline ‘Sorotan’ adalah kuncian. Kenapa seperti itu? Galau perbedaan Rapid Test, Swab Test dan PCR mungkin belum berlalu. Sudah muncul lagi kewajiban baru plus kebolehjadian centang formalitas menjelimet. 

 

Macet pintu masuk pusat perbelanjaan, contoh, dikarenakan sertifikat vaksin berikut cek kesusaian KTP dinilai tidak cukup tanpa didampingi aplikasi penyerta.  

 

Pengunjung berkeras telah mencoba mengunduh tetapi gagal fungsi, petugas kokoh memegang aturan. Walhasil physical sekaligus social distancing ikut melonggar seiring petugas ikut memeriksa disfungsi scan barcode wajib tadi. Rapatan antrian memadat.

 

 

 Protokol kesehatan malah mulai terlupakan, berbarengan ruwetnya penafsiran tetap-jaga-kesehatan sebagai lebih pada kekakuan prosedur formal. Kegamangan serupa bisa jadi cerminan peramalan kebijakan (policy forecasting) wajib PCR bagi sarwa moda transportasi.  

 

Padahal, kebijakan publik tidak boleh gamang apalagi menjadi beban baru. Regulasi kebaikan bersama seharusnya mengandung antisipasi-solusi. 

 

Pemecah kemelut otentik melalui ruang-ruang kerja intelektual. Kejernihan memetakan masalah merupakan modal lurus persepsi pembuatan kebijakan.

 

 Menggunakan frasa Riswanda (2021) ‘Salah satu kunci sukses intervensi pemerintah melalui solusi kebijakan adalah pemastian seberapa jauh, kapan, dimana, bagaimana dan menurut kacamata pandang siapa rumusan sebuah regulasi berpijak’. 

 

Artinya, terapan perundangan sapu jagat sepertinya tidak pas menangani sengkarut perubahan perilaku di periode pandemi di Indonesia.

 

Niat baik pemerintah mencegah terjadinya gelombang ketiga dan klaster baru penularan virus corona tampak jelas tertuang melalui Inmendagri 55/ 2021 tentang PPKM Level 3/2/1 COVID-19 di wilayah Jawa dan Bali. 

 

SE Menhub 93/ 2021 lanjut diwacanakan berlaku bagi semua moda transportasi. Pertimbangan bijak mengingat beban pengeluaran penanganan, pemulihan dan pencegahan penyebaran COVID-19 sejauh ini. Tentu tidak ringan. bila ditambah pengentasan dampak perlambatan ekonomi, disertai tanggungjawab melecut sektor-sektor pemulihannya. 

 

Hanya saja, sejalan sorotan Riswanda (2021, Sultan TV, 22 Juli, Banten Raya 2 Agustus) bahwa ketepatan daya jangkau kebijakan lebih harus dikedepankan dibanding memancing kegaduhan publik dengan membentangkan slogan-slogan baru.

Lebih-lebih jika slogan tersebut sekadar terjemahan istilah dan adopsi (yang seharusnya ‘adapsi’) praktek di tempat lain. Ibarat kata, hanya dasar ego menterjemahkan Work From Home (WFH) ke Bekerja Dari Rumah (BDR) tidak cukup memecah polemik ekses pandemi

 

BACAJUGA:

Banjir Regulasi, Budaya Kotak Centang, lalu Gosip Kacang?

Banjir Regulasi, Budaya Kotak Centang, lalu Gosip Kacang?

8 Mei 2023 | 18:41
De-generasi Petani: Sorotan Sosial-Politik

Kembali membicarakan IKN

27 September 2022 | 17:41
De-generasi Petani: Sorotan Sosial-Politik

RUU PRT, Lalai Anasir Perlindungan Anak

14 September 2022 | 09:43
De-generasi Petani: Sorotan Sosial-Politik

Makna Emotif Penataan Kebijakan Sosial

20 Agustus 2022 | 15:49

 Iringan sodoran aplikasi A-Z dan aturan sepihak memaksa, dibuat oleh mereka yang mungkin gagal paham substansi pernasalahan, jangan-jangan menambah beban keresahan publik.

 

Sedangkan, daya tahan sosial saat ini amat dibutuhkan. 

 

Mengapa? Cepatnya dibamika perubahan politik, ekonomi dan sosial di masa kebiasaan baru, mencuatkan kearifan pembuatan kebijakan. 

 

Blessing masa kebiasaan baru pasti ada. Dibandingkan menambah beban himpit ekonomi masyarakat, dengan ragam langkah-langkah baru, tetapi kurang terkaji kebermanfaatan dan keberlanjutannya, lebih baik menangkap peluang pemutakhiran kebiasaan lama yang kurang produktif. 

 

Periode pandemi mengajarkan Kita untuk menghemat waktu, memanfaatkan seringkas dan sepadat mungkin produktifitas hidup.

 

 Seumpama, aktivitas-aktivitas yang sekiranya belum genting melibatkan aktivitas fisik, hendaknya dapat ditafsirkan sebagai latihan inovasi sesungguhnya. 

 

Pembelajaran sekolah dan perguruan tinggi salah satunya. Ajang pendalaman merdeka belajar (Riswanda 2021, Banten raya, 17 Agustus), menuntut transformasi mindset dari kaku dan old school ke keterbukaan menerima kreativitas belajar-mengajar. 

 

Perangkat digital, kuota, dan jaringan informasi lain, yang sering dipersalahkan menghambat, hanya alat bantu. 

 

Membudayakan menulis, mendalami literasi dan menyesuaikan instrumen evaluasi di gaya belajar jarak jauh adalah kebaruan tersendiri. Bukan timbunan slogan dan tumpukan kepatuhan turut prosedur.

 

 Tentu saja, proses blessing lain dari masa kebiasaan baru, yaitu menghindarkan sebagian sektor kerja dari aspek-aspek yang terkadang kebalikan dari produktifitas itu sendiri. Lamanya waktu tempuh ke tempat kerja bagi sebagian orang adalah kontra produktif. 

 

Belum lagi ditambah proses pengambilan keputusan berlarut-larut dikarenakan keharusan hadir fisik. Konsumsi waktu, tenaga, biaya, dan pemikiran, seringkali pincang dengan ukuran hasil. Meskipun, tentu argumentasi di atas tidak dapat disamaratakan pada semua kasus dan jenis profesi. 

 

Daya tahan sosial tidak harus selalu dikaitkan dengan keeratan sosial, karena seringkali diartikan keliru sebagai berkumpul fisik. Daya tahan ini, dapat dilihat sebagai pemahaman, cakap menyuarakan ‘voice of the voiceless’ terpaut penanganan pandemi. Inspirator genre saat ini untuk merekat pendekatan humanis bagi program-program pemerintah — jembatan kesenjangan antara kajian skolastik dan literasi publik.

 

Penulis adalah akselerator kebijakan

 

Editor: Administrator
Tags: PCRRiswanda
Previous Post

Kenali Apa Itu Kanker Prostat, Penyakit yang Dialami SBY

Next Post

Waduh, Dalam Sebulan Banten 155.196 Kali Disambar Petir

Related Posts

Banjir Regulasi, Budaya Kotak Centang, lalu Gosip Kacang?
Kampus

Banjir Regulasi, Budaya Kotak Centang, lalu Gosip Kacang?

8 Mei 2023 | 18:41
De-generasi Petani: Sorotan Sosial-Politik
Sorotan Riswanda

Kembali membicarakan IKN

27 September 2022 | 17:41
De-generasi Petani: Sorotan Sosial-Politik
Sorotan Riswanda

RUU PRT, Lalai Anasir Perlindungan Anak

14 September 2022 | 09:43
De-generasi Petani: Sorotan Sosial-Politik
Sorotan Riswanda

Makna Emotif Penataan Kebijakan Sosial

20 Agustus 2022 | 15:49
De-generasi Petani: Sorotan Sosial-Politik
Sorotan Riswanda

Melampaui Perbahasan Stunting

2 Agustus 2022 | 09:53
De-generasi Petani: Sorotan Sosial-Politik
Sorotan Riswanda

Hal Ihwal Desain Kesejahteraan Publik

20 Juli 2022 | 06:17
Load More

Popular

  • Pensiunan Krakatau Steel saat menemui Anggota Dewan pada Kamis, 12 Februari 2026. (dok Pensiunan Krakatau Steel)

    Pensiunan Krakatau Steel Mengadu ke Anggota Dewan, Buntut Perusahaan Alot Naikkan Dana Pensiun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Royal Baroe Banyak Diincar Investor Luar Kota Serang, Pemkot Siapkan UPT Khusus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Selipkan Pesan di Ompreng MBG, Peserta Didik di Pandeglang Request Menu: Minta Nasi Goreng hingga Ayam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Arti Kalimat ‘Nyawit Nih Orang’ yang Banyak Digunakan di Media Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berharap Ada Kepastian, Honorer Non-database di Pemkab Lebak Tetap Bekerja Meski Tak Digaji

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kumpulan Link Twibbon Terbaru Tahun Baru Imlek 2026, Cocok Dibagikan ke Media Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Cilegon Gelontoran Dana Bergulir Sampai Rp3 Juta, Tekankan Pinjaman Jangan Digunakan Buat Kebutuhan Konsumtif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Suami Agnes Jennifer Diduga Kembali Selingkuh, Begini Respon Sang Selebgram

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Serang Gelar Capacity Building, Kepala Dinas Hingga Camat Dilatih Disiplin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gaji Guru PPPK Paruh Waktu Kabupaten Serang Dihitung, Sekda Berikan Bocorannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Petugas Dapur SPPG Yayasan Sukaratu 6, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, memperlihatkan selembar surat cinta dari siswa yang terselip dalam ompreng MBG, Rabu 11 Februari 2026. (Dokumentasi Bantenraya.com)

Selipkan Pesan di Ompreng MBG, Peserta Didik di Pandeglang Request Menu: Minta Nasi Goreng hingga Ayam

12 Februari 2026 | 05:00
SMAN 1 Cimarga

Pengakuan Siswi SMAN 1 Cimarga yang Ikut Mogok Sekolah, Bukan Dukung Siswa Merokok tapi……

18 Oktober 2025 | 12:16
Kabupaten serang PT PWI

Sempat Produksi Sepatu di Kabupaten Serang, PT PWI 1 Bakal Bangkit Buka Usaha Baru di Cikande

2 Februari 2026 | 17:11
matahari cilegon

Gedung Eks Matahari Lama Cilegon Mulai Dibersihkan, Bakal Jadi Gedung UMKM

8 Januari 2026 | 18:36

Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional, Bjb Backup Total Pembiayaan UMKM

Asooooy… Kepala Desa akan Diajak Studi Banding ke Korea dan China

Seluruh Ospek di Kampus Diputuskan Digelar Online, Termasuk di Banten

Mudik Resmi Dilarang, Efektif 24 April

Para pengelola Dompet Dhuafa saat melakukan kampanye program dengan tema kekinian selama Ramadan. (Dok/Dompet Dhuafa)

Dompet Dhuafa Kampanyekan Berzakat Itu Kalcer

16 Februari 2026 | 20:48
jsit

JSIT Lebak Gelar Musda, Didapatkan Kepengurusan Baru

16 Februari 2026 | 20:15
Ilustrasi menu bukber. (DOk Horison)

Rekomendasi Tempat Bukber di Hotel Kota Serang, All You Can Eat Rp100 Ribuan

16 Februari 2026 | 20:04
Pemain Persita Tangerang Ahmad Nur Hardianto merayakan golnya dengan penuh emosional karena berhasil membalikkan skor 2-1 lawan PSBS Biak di Stadion Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Senin 16 Februari 2026 sore sekitar pukul 15.30 WIB. (Instagram @persita.official)

Comeback Persita Tangerang Bikin PSBS Biak Merana di Indomilk Arena

16 Februari 2026 | 19:04

Tag

2022 Andra Soni ASN banjir Banten BRI Brigadir J BRI Super League Cilegon drakor drama Korea Film Harga Tiket Helldy Agustian Indonesia Jadwal jadwal tayang Kabupaten Lebak kabupaten serang Kota Cilegon Kota Serang Lebak link nonton link twibbon lowongan kerja Pandeglang Pemkot Cilegon pemkot serang Pemprov Banten pilkada Preman Pensiun 6 Preman Pensiun 7 profil provinsi banten Ramadhan Robinsar serang sinopsis spoiler spoiler sub indo Timnas Indonesia Twibbon UMKM viral
Banten Raya

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda

Nomor ID Pers : 26666 | Status Pendataan : Terverifikasi Faktual | Sertifikat : 1393/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Digital Banten Raya
  • Ecommerce Banten Raya
  • Siding Banten Raya
  • Share Banten Raya

Ikuti Kami

  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda