BANTENRAYA.COM – Kelompok 92 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Bina Bangsa (Uniba), menggelar penyuluhan bertajuk “Cerdas Kelola Sampah, Cegah Penyakit, Lestarikan Lingkungan” di rumah Kepala Desa Cibodas, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang.
Kegiatan ini merupakan program kerja bidang sosial, bidang kesehatan dan bidang teknologi tepat guna, yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah supaya asri dan terhindar dari sumber penyakit.
Acara ini dihadiri oleh Farid Anwar Ibrahim, Camat Tanara, Ubaidiillah, Kepala Desa Cibodas, Asih Setyo Rini, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ratna Dewi, dosen pendamping, Ketua RW, RT serta seluruh warga Desa Cibodas.
Baca Juga: Tradisi Ngasrod Hurang Kembali Digelar, Warga Kubang Baros Tangkap Udang ala Leluhur di Sungai Capar
Dalam sambutannya, Ubaidiillah, Kepala Desa Cibodas menyampaikan apresiasi kepada Klompok 92 KKM Uniba yang telah mengadakan kegiatan ini.
“Alhamdulillah adek-adek mahasiswa mengadakan kegiatan Grebek Sampah, yang memang menjadi permasalahan di Desa Cibodas. Pengelolaan sampah akan berkolaborasi dengan mahasiswa KKM, agar permasalahan ini bisa teratasi,” ujarnya, kemarin.
Sementara itu, Farid Anwar Ibrahim, Camat Tanara menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan amanat Bupati Serang terkait program 100 hari kerja bebas sampah.
Baca Juga: Vidio dan Shopee Hadirkan Pengalaman Belanja Baru Lewat Tayangan Favorit dengan Fitur Vidio Shopping
“Sosialisasi ini diharapkan mampu mengurangi volume sampah, yang ada di Desa Cibodas dan menjadikan lingkungan lebih bersih,” ungkapnya.
Andra Ketua Kelompok Kelompok 92 KKM Uniba menyampaikan rasa terimakasih kepada semua pihak yang mendukung kegiatan ini.
“Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dan masalah kesehatan. Oleh karena itu, kami mengajak warga untuk bergerak bersama mengelola sampah secara bijak,” ujarnya.
Acara dilanjutkan dengan sesi penyuluhan yang disampaikan oleh dua narasumber.
Materi pertama disampaikan oleh Asih Setyo Rini yang membahas tentang cara mengelola sampah dengan baik dan benar, jenis-jenis sampah, serta cara memilah dan mendaur ulang.
Ia menekankan bahwa sampah bukan sekadar limbah, tetapi bisa diolah menjadi barang bermanfaat.
Materi kedua disampaikan oleh Hernawati yang menjelaskan pentingnya pengelolaan sampah bagi kesehatan dan lingkungan.
Menurutnya, Indonesia menjadi penyumbang sampah terbesar kelima di dunia, termasuk urutan kedua untuk sampah plastik.
“Sampah bisa menjadi sumber penyakit. Oleh karena itu, pengelolaan sampah adalah tanggung jawab kita bersama. Terapkan prinsip 3R: Reduce (mengurangi), Reuse (memakai kembali), dan Recycle (mendaur ulang),” terangnya. ***















