BANTENRAYA.COM – Puluhan guru dan kepala sekolah swasta se Kota Serang berunjuk rasa di depan gerbang kantor Walikota Serang di Puspemkot Serang, Kota Serang, Selasa 15 Juli 2025.
Puluhan guru dan kepala sekolah swasta meminta Pemkot Serang untuk membatalkan penambahan kuota rombongan belajar (rombel) di sekolah negeri.
Penambahan rombel sekolah negeri bisa mengancam eksistensi sekolah-sekolah swasta di Kota Serang.
Baca Juga: Hadapi Persaingan Bisnis, Hyundai Jamin Harga Mobil Second Tidak Turun 70 Persen
Ketua Forum Komunikasi Kepala Sekolah Swasta (FOKKS) Kota Serang Deni Gumelar mengatakan, Pemkot Serang telah menjanjikan pemerataan siswa pada sistem penerimaan murid baru (SPMB) online tahun ajaran 2025-2026.
“Janji rangkul swasta nyatanya tambah rombel di negeri,” ujar Deni, dalam orasinya.
Ia menjelaskan, penambahan rombel sekolah negeri ini telah melanggar petunjuk pelaksana (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) SPMB 2025.
“Standar per rombel 32 siswa. Ini sampai ada 50 siswa per rombel. Kami anggap itu kelas kambing karena yang benar itu 32 siswa,” jelas dia.
Deni menuturkan, imbas kebijakan penambahan rombel di sekolah negeri, 53 sekolah swasta di Kota Serang terancam tutup dan para guru sekolah swasta terancam kehilangan pekerjaan.
“Kami berseragam putih hitam. Layaknya seorang pencari kerja. Dan bentar lagi kami akan menjadi pengangguran. Ini yang harus dipikirkan oleh para pejabat di sana (Pemkot),” tuturnya. ***



















