BANTENRAYA.COM – Banjir menerjang Desa Margasari, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang akibat hujan dengan intensitas yang cukup tinggi dan air sungai di sekitar kecamatan tersebut meluap.
Hujan lebat terjadi sekitar pukul 18.00 hingga pukul 22.00 WIB, yang mengakibatkan fasilitas umum seperti masjid dan sekolah hingga beberapa rumah diterjang banjir.
Warga Kecamatan Puloampel Andi mengatakan, banjir bandang di Desa Margasari tersebut terjadi pertama kalinya karena aliran sungai tidak mampu menampung air hujan yang cukup deras.
“Jadi air ini dari sungai yang meluap, terus akhirnya air kejalan. Jadi sungainya itu alirannya sempit sehingga air dari gunung meluap ke pemukiman,” ujarnya, Selasa, 17 Juni 2025.
Baca Juga: Lima Wilayah Kota Serang Bakal Terapkan Sistem Kabel Bawah Tanah, Tak Lagi Semrawut dan Menjuntai
Ia menjelaskan, fasilitas umum dan rumah warga yang terdampak akibat meluapnya sungai-sungai disertai intensitas yang cukup tinggi.
“Rumah-rumah warga yang terdampak, warung-warung, fasilitas umum seperti SMKN 1 Puloampel dan masjid Taufiqul Ikhlash. Hujan lebat dari pukul 18.00 dan sampai sekarang (pukul 22.00 WIB) masih grimis,” katanya.
Andi menuturkan, air masuk ke beberapa ruang kelas dan kantor sehingga terdapat beberapa peralatan sekolah yang basah akibat diterjang banjir tersebut.
“Airnya masuk ke dalam ruang kelas dan kantor, sekarang lagi di cek sama petugas. Terus air juga meluap ke jalan Raya Puloampel-Merak sehingga banyak kendaraan yang mogok,” jelasnya.
Baca Juga: Pemdes Malabar Amankan 60 Liter Jerigen Tuak yang Dijual di Pasar Blokang
Ia menyebut, banjir tersebut juga dipengaruhi akibat banyak perbukitan di sekitar lokasi yang dikeruk dan menjadi tempat penambangan pasir dan batu sehingga penyerapan air tidak maksimal.
“Banjir sebenarnya di Kecamatan Puloampel rutin, tapi dulu biasanya di Desa Puloampel tepatnya di Kampung Candi. Tapi sekarang ke Ragas dan Cikubang, karena memang gunung-gunung juga sudah banyak yang gundul,” paparnya.
Warga Desa Margasari Rido mengatakan, banjir juga mengakibatkan banyak kendaraan yang mogok karena ketinggian air mencapai lutut orang dewasa.
“Ketinggian air sekitar 40 sampai 50 centimeter, atau sekitar selutut orang dewasa. Akibatnya banyak pengendara motor yang memaksa lewat,” ujarnya.
Baca Juga: Pemprov Banten Perkuat Pengendalian Inflasi Lewat Kerja Sama BUMD
Camat Puloampel Teguh Nugroho mengatakan, banjir disebabkan curah hujan yg tinggi sehingga air meluap ke pemukiman warga dan jalan raya.
“Saluran airnya kecil, tidak mampu menampung debit air yang banyak.Kondisi terkini sudah (23.00 WIB) berangsur surut, kendaraan roda empat sudah bisa lewat,” katanya.
Ia menjelaskan, sekitar 15 rumah yang terdampak banjir yang menerjang Desa Margasari, Kecamatan Puloampel tersebut. “Masjid dan SMKN 1 Puloampel juga tergenang air,” katanya.***


















