BANTENRAYA.COM – Puluhan jabatan kepala sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang mengalami kekosongan.
Kekosongan jabatan kepala sekolah itu karena kepala sekolah definitif sebelumnya sudah memasuki masa purna tugas.
Untuk mengisi kekosongan jabatan kepala sekolah, Pemkot Serang pun memenuhinya dengan skema penunjukkan pelaksana tugas (Plt).
Puluhan jabatan kepala sekolah yang kosong itu adalah jenjang pendidikan TK, SD Negeri dan SMP Negeri.
Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dindikbud Kota Serang Abdul Kodir mengatakan, untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut, pihaknya menggelar seleksi peserta calon kepala sekolah.
Seleksi kepala sekolah sudah berjalan. Saat ini sudah mulai tahapan pengajuan SK sesuai dengan instruksi Kemendikdasmen KAP OP pengangkatan guru penggerak itu harus dilakukan terakhir 20 Mei 2025.
Baca Juga: Tersebar di 114 Lokasi, Kapan Kemenag Pantau Hilal Awal Dzulhijjah 1446 Hijriah?
“Jadi tanggal 20 Mei itu kita sudah upload SK kepala sekolah yang promosi. Mutasi rotasi itu menyusul,” ujar Kodir, kepada Bantenraya.com, Kamis 22 Mei 2025.
Ia menjelaskan, puluhan peserta yang ikut seleksi calon kepala sekolah adalah para guru penggerak.
Puluhan jabatan kepala sekolah yang kosong itu terdiri dari 4 formasi taman kanak-kanak (TK), 26 kepala SD Negeri dan 1 kepala SMP Negeri.
Baca Juga: Lowongan Kerja RS Unpad, Kualifikasi Pendidikan SMA hingga S1
“Peserta calon kepala SD ada 23 orang, peserta kepala TK ada empat yang kosong, namun hanya satu daftar, dan peserta calon Kepala SMP cukup banyak,” ungkapnya.
“Namun formasi yang dibutuhkan hanya satu orang, yaitu Kepala SMP Negeri 16. Jadi untuk SMP hanya mengisi kekosongan SMP Negeri 16 doang,” jelas dia.
Kodir menerangkan, sejatinya formasi Kepala TK ada empat yang kosong, hanya saja peserta yang daftar hanya satu orang yang muncul di aplikasinya.
“TK itu kemarin satu formasi yang muncul. di aplikasi seharusnya ada empat munculnya, setelah bulan Mei ini ada empat. Sisa tiga lagi,” tuturnya.
Baca Juga: Jangan Terlewat! Ini 9 Agenda Penting Selama Pelaksanaan Ibadah Haji dari Arafah Hingga Mina
Kodir mengungkapkan, dari 26 formasi kepala SD yang dibutuhkan, hanya 23 peserta yang ambil bagian, sisanya tiga formasi masih kosong.
“Tiga formasi yang masih kosong karena mereka nggak daftar. Sebagian juga kita nggak bisa menekankan mereka harus daftar kepala sekolah. Yang jelas kita undangnya juga secara online di aplikasi ruang GTK,” paparnya,
“Jadi semua by sistem, diundangnya secara by sistem, semua guru penggerak diundang, namun yang mendaftar hanya 23 dari jumlah yang terdata untuk SD ada 38 guru penggerak, yang daftar SD cuma 23 guru penggerak,” ujarnya.
“Mereka enggan untuk menjadi kepala sekolah mungkin. Belum siap. Yang daftar kepala SMP ada 35 guru penggerak,” terangnya.
Baca Juga: Indofood Buka Lowongan Kerja Besar-Besaran Mei 2025, Operator Produksi Hingga Operator Forklift
Ia mengatakan, sisa tiga formasi kepala SD yang masih kosong, pihaknya belum dapat memastikan akan dilakukan seleksi susulan atau tidak.
“Nanti ada susulan seleksi. Belum bisa ditentukan kapannya tergantung pimpinan. Kapan mau ada yang susulan. Apa ditarik dari sistem lagi peralatannya apa buka seleksi lagi,” katanya.
Ia menjelaskan, salah satu faktor minimnya peserta calon Kepala TK, karena tidak memiliki sertifikat guru penggerak.
Baca Juga: Heboh! Semburan Api Cerobong Pabrik PT Lotte Chemical Bikin Langit Malam Cilegon Berubah jadi Jingga
“Persyaratannya sebagian besar yang TK, guru-gurunya tidak memiliki sertifikat guru penggerak. Dan yang memiliki NUK (nomor unik kepala sekolah),” katanya.
“Nomor unik kepala sekolah itu sebagian besar sudah menjadi kepala sekolah di swasta. Jadi ketika dia mau mendaftar menjadi kepala sekolah di negeri mereka terbentuk oleh itu,” bebernya.
Kodir mengatakan, seleksi peserta calon kepala sekolah ini untuk mengisi kekosongan kepala sekolah di lingkungan Dindikbud Kota Serang.
“Untuk mengisi kekosongan kepala sekolah yang sudah purna, tentunya dilakukan seleksi juga untuk melihat sejauh mana kompetensi-kompetensi mereka yang mengikuti guru penggerak itu sendiri,” kata Kodir.
Baca Juga: Prosesi Pemakaman Suami Najwa Shihab Disertai Hujan Deras, Quraish Shihab: Bagi Saya…
Ia menyebutkan, tes seleksi peserta calon kepala sekolah yakni tes wawancara, dan tes tulis.
“Ada wawancara, dan tes tulis,” ucap dia.
Disinggung jadwal pelantikan kepala sekolah se Kota Serang, Kodir mengatakan, pihaknya masih menunggu arahan dari pimpinan dan dinas terkait.
“Kalau pelantikan saya serahkan ke Pak Wali. Terserah pimpinan mau kapan dilantiknya. Terserah Pak Wali dan BKPSDM,” tuturnya.
Baca Juga: Cek Lahan yang Akan Dibangun Kejari Kabupaten Serang, Kejagung Berharap Tak Memberatkan APBD
“Kalau itu kan kita hanya mengantarkan prosesnya saja kalau dindik. Terkait masalah pelantikan segala macam itu BKPSDM dan Pak Wali yang menentukan,” tandasnya. ***



















