BANTENRAYA.COM – Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang dari Januari hingga April telah menangani 132 kasus non kebakaran.
Di antaranya mengevakuasi ular, melepas cincin hingga mengevakuasi handphone yang tercebur ke selokan.
Kabid Damkar BPBD Kabupaten Serang Boyatno mengaku sering kali menerima laporan dari masyarakat yang terkena berbagai masalah.
Baca Juga: PT KAI Daop 1 Jakarta dan Pemkot Serang Teken MoU Pengembangan Tata Kota dan Pemanfaatan Aset
“Untuk non kebakaran kita menangani 132 kasus, dan itu murni laporan dari masyarakat yang masuk ke kita. Setelah laporan masuk baru kita tangani,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (21/4).
Ia menjelaskan, dalam menangani kasus non kebakaran tersebut pihaknya masih menggunakan alat seadanya dan tidak pernah menolak ketika ada masyarakat meminta bantuan.
“Kasus non kebakaran terdiri dari evakuasi binatang sebanyak 41 kasus, evakuasi sarang tawon 66 kasus, pemotongan cincin dan gelang 13 kasus, mengevakuasi HP yang tercebur di selokan seperti di Desa Laban, Kecamatan Tirtayasa,” katanya.
Baca Juga: Zakiyah-Najib Klaim Kemenangan Telak PSU Pilkada 2024 Kabupaten Serang di Seluruh Kecamatan
Boyatno mengungkapkan, pada bulan April ini terdapat lonjakan aduan dari masyarakat jika dibandingkan dengan beberapa bulan sebelumnya.
“Kita paling banyak melakukan penanganan di bulan April ini, ada 50 kasus. Sedangkan untuk Maret lalu ada 34 kasus, Februari 18 kasus, dan Januari 30 kasus non kebakaran yang kita tangani,” jelasnya.
Pihaknya melakukan pertolongan berbagai kasus tersebut di seluruh kecamatan dan beberapa laporan dari luar Kabupaten Serang.
Baca Juga: 5 Restoran di Cilegon Center Mall Tawarkan Diskon Spesial untuk Rayakan Hari Kartini
“Jadi cara kerja kita, siapa yang membutuhkan pertolongan pasti kita bantu karena kami petugas layanan masyarakat. Untuk melakukan penanganan kita selalu berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Damkar dari daerah lain, Basarnas, dan kepolisian,” paparnya.
Sementara itu, untuk kasus kebakaran sendiri dari Januari hingga April ini sudah ada 13 kasus yang terdiri dari 10 kasus kebakaran rumah dan tiga kasus kebakaran industri.
“Kasus kebakaran kebanyakan terjadi karena ada korsleting listrik, kasus kebakaran terakhir terjadi di PT Budi Texindo Prakara di Kecamatan Jawilan,” jelasnya.***


















