BANTENRAYA.COM – Produksi ikan air tawar di Kabupaten Serang pada tahun 2025 ini ditargetkan sebanyak 2.000 ton.
Target produksi ikan air tawar ini naik dari tahun sebelumnya dan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pokok dalam program makan bergizi gratis atau MBG di Kabupaten Serang.
Pelaksana tugas atau Kepala Dinas Perikanan atau Diskan Kabupaten Serang Rochyan Aglan mengatakan, untuk tahun 2024 lalu produksi ikan air tawar di Kabupaten Serang mencapai 1.745 ton.
“Ikan air tawar yang dibudidayakan ada ikan lele, ikan emas, ikan patin, dan ikan gurame. Tahun 2025 ini kita menargetkan produksi ikan air tawar 2.000 ton atau naik 20 persen dari tahun kemarin,” ujarnya, Senin, 20 Januari 2025.
Baca Juga: Sampah Berserakan Hingga Tutup Separuh Badan Jalan di Kramatwatu, Bau Tak Sedap Kemana-mana
Pihaknya juga mendorong para nelayan untuk bisa meningkatkan penghasilan ikan air tawar dengan memanfaatkan tanah-tanah yang kosong supaya bisa mendukung program MBG.
“Kita dari Diskan siap mendukung program MBG dengan menyediakan komoditas ikan,” katanya.
Rochyan menuturkan, untuk mendukung kebutuhan ikan di Kabupaten Serang para nelayan juga harus diimbangi dengan pembinaan yang baik, sehingga dapat mendorong penghasilan ikan di Kabupaten Serang semakin meningkat.
“Tentu nelayan kita harus diimbangi dengan pembinaan yang cukup. Untuk pelaku budidaya yang sudah berjalan kita dorong untuk meningkatkan kapasitas produksinya dibantu dengan sentuhan-sentuhan teknologi,” jelasnya.
Baca Juga: Bikin Was-was, Jalan Nangka Bubur di Kabupaten Serang Butuh Perbaikan
Selain itu, pembudidaya ikan air tawar pemula juga harus bisa menerapkan kolam bioflok untuk memanfaatkan pekarangan dalam rangka menunjang kebutuhan ikan di Kabupaten Serang.
“Sistem bioflok ini cocok bagi pemula untuk bisa memulai budidaya di pekarangan rumahnya,” tuturnya.
Ia menjelaskan, bagi pembudidaya ikan air tawar yang sudah lama diharapkan bisa menambah produksinya agar supaya ikan-ikan yang dipanen bisa lebih banyak dari sebelumnya.
“Dalam luasan kolam bioflok rata-rata bisa menghasilkan 200 sampai 300 kilogram sekali panen. Ke depan kita upayakan lebih dari 500 kilogram,” paparnya.***


















