BANTENRAYA.COM – Jajanan pinggir jalan tidak bisa dianggap enteng, siapa sangka makanan bakso ikan goreng yang berlokasi di Jalan Syamun Nomor 5, Kotabaru, Kota Serang ini, bisa meraup omzet hingga Rp24 juta dalam satu bulan.
Penjual Bakso Ikan Goreng Asmawai mengatakan, produk dagangannya sangat diminati oleh masyarakat di Kota Serang baik para karyawan di sekitar Alun-alun Kota Serang maupun pengendara yang melintas.
“Jadi jualan tidak sampai sore, karena jam 12 siang juga adonan bakso goreng sudah habis terjual, dan sudah tutup,” kata Asmawai kepada Bantenraya.com, Senin 20 Januari 2025.
Asmawi melanjutkan, untuk satu kali produksi bakso ikan biasanya ia membuat adonan sebanyak 20 kilogram, dengan bahan baku utama ikan tunul atau barakuda sirip hitam.
“Kalau bahan baku mudah didapatkan, tapi kalau kondisi hujan terus kami kesulitan juga untuk mendapatkan pasokan ikan tunul ini,” imbuhnya.
Dari adonan tersebut, Asmawi mampu memasarkan bakso ikan goreng 80-100 porsi dalam sehari dan menjualnya dengan harga Rp10 ribu untuk satu porsi.
Baca Juga: 6 Tempat Makan Durian di Cilegon, Harga Terjangkau, Rasa Lembut dan Enak
“Usaha ini merupakan turunan dari orang tua, dan masih bisa bertahan sampai saat ini sudah lebih dari 10 tahun, kami juga akan menambah varian lain seperti nasi bakar kedepan,” jelas Asmawi.
Cita rasa bakso ikan goreng milik keluarga Asmawi tersebut sangat gurih dan bertekstur kenyal, ditambah dengan perpaduan sambal kacang yang semakin nikmat saat disantap ketika masih hangat.
“Karena kalau habis goreng ini kan langsung ada yang beli jadi masih hangat. Ada juga makanan lain ini tahu bakso dengan harga Rp10 ribu isi empat,” tuturnya.
Baca Juga: 4 Rekomendasi Tempat Makan Sop Durian di Tangerang Raya, Rasanya Dijamin Sedap
Sebagai informasi, bakso ikan goreng tersebut buka setiap hari mulai pukul 06.30 WIB. Kini, banyak vloger makanan yang datang untuk meraskaan nikmatya jajanan tersebut.
“Memang tidak disangka juga, ini banyak sekali yang berminat banyak vloger video yang datang dan alhamdulilah bisa menjadi ramai,” kata Asmawi.***

















