Selasa, 27 Januari 2026
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
Selasa, 27 Januari 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

Lika-liku Manusia Badut: Pendapatan Pas-pasan dan Harus Sewa Kostum Setiap Hari

Harir Baldan Oleh: Harir Baldan
20 Desember 2024 | 14:45
Lika-liku Manusia Badut: Pendapatan Pas-pasan dan Harus Sewa Kostum Setiap Hari

Seorang badut jalanan mendekati pengendara sepeda motor seraya mengasongkan kencleng uangnya kepada pengendara berharap diberikan uang. Badut jalanan terlihat di ruas Jalan Serang-Petir tepatnya arah Ki Ajurum, Kelurahan Cipocok Jaya, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Desember 2024. Harir Baldan/Bantenraya.com

Bagikan Ke WhatsAppBagikan Ke FacebookBagikan Ke TwitterBagikan Ke Telegram

BANTENRAYA.COM – Manusia badut jalanan menjadi pilihan bagi beberapa orang sebagai profesi untuk mendapatkan penghidupan, karena alasan sulit mendapatkan pekerjaan yang lain, menjadi manusia badut ditekuni dan menjadi profesi sampai bertahun-tahun.

Seorang manusia berkostum badut kelinci melambaikan tangannya menyapa para pengendara motor dan mobil. Seraya melambaikan tangan satu persatu kendaraan ia hampiri.

Jika pengendara yang respect, manusia badut itu akan mengajak salam tos. Tak lupa ia asongkan setengah celengan plastik kepada para pengendara. Jika pengendara memberikan uang, manusia badut itu akan mengangguk-angguk kepalanya tanda ucapkan terima kasih.

Aksi manusia badut itu terlihat di ruas Jalan Ki Ajurum, Kelurahan Cipocok Jaya, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang.

Jalan Ki Ajurum salah satu simpang tiga lampu merah yang dijadikan tempat untuk mengais rezeki manusia badut.

Baca Juga: Segera Tayang! Film Horor Berjudul Utusan Iblis, Kisahnya Diadopsi dari Kasus Pembunuhan

Manusia Badut, Suheri mengatakan, jadi manusia badut belum lama. “Baru dua tahun,” ujar Suheri, ditemui di sela-sela waktu istirahat di simpang tiga lampu merah Cipocok Jaya, Selasa, 10 Desember 2024.

Ia mengaku sulitnya mendapatkan pekerjaan salah satu alasan dirinya menjadi manusia badut jalanan.

Terlebih lulusan pendidikan Suheri hanya sampai tingkat dasar, sehingga sulit untuk bersaing mendapatkan pekerjaan yang sesuai lulusan sekolahnya. Belum lagi sekarang jika mau kerja harus pakai pelicin, agar bisa bekerja.

“Mau kerja susah. Nggak ada yang ngajakin. Ada yang ngajakin harus pakai uang,” ucap dia.

Suheri menuturkan, sebelumnya bekerja di salah satu bengkel mobil di Kota Serang, namun berhenti karena gajinya tidak sesuai dengan pekerjaannya.

Baca Juga: Bingung Cari Tempat Liburan Akhir Tahun 2025, Berikut Tempat Wisata Alam di Pandeglang

“Tadinya kerja di bengkel mobil di daerah Korem. Sudah 18 tahun sebelum punya anak dua. Sekarang punya anak dua jadi kurang,” tuturnya.

Ia mengaku penghasilan menjadi manusia badut jalanan tidak menentu, karena mengharapkan pemberian dari para pengendara sepeda motor dan mobil di jalan. Namun rezeki setiap manusia sudah diatur Allah SWT,

“Penghasilan di sini nggak gede paling Rp 50.000 per hari,” ucap Suheri.

Meski pendapatan sebagai manusia badut jalanan tidak tetap, ia mensyukuri jadi manusia badut jalanan karena profesi yang mulia.

“Penghasilan lumayan dari pada nganggur di rumah,” katanya.

Baca Juga: Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pandeglang Usulkan Bantuan Benih untuk Petani yang Terdampak Banjir

Sejak pagi hari, Suheri sudah beraksi menjadi manusia badut di persimpangan lampu merah Cipocok Jaya.

Ia tetap menyapa ramah para pengendara walaupun mungkin tak sedikit pula yang tak suka pada profesinya.

“Dari pagi jam 10.00 sampai jam 05.00 sore,” ucap Suheri.

Ia mengaku menjadi manusia badut jalanan setiap hari, karena jika libur tak ada pemasukan lain selain dari profesi itu.

“Nggak ada liburnya. Setiap hari. Karena libur perlu jajan anak, istri perlu masak,” tutur dia.

Baca Juga: Maxim Perluas Layanan di Kabupaten Pandeglang, Kini Hadir di Kecamatan Menes

Suheri harus merogoh kocek pribadi untuk jadi manusia badut. Ia harus bayar sewa kostum badut kepada salah seorang pemilik kostum badut.

“Ini sewa. Rp 20 ribu sehari. Ada. Yang punya badutnya mah orang jauh. Orang Bandung,” terang Suheri.

Ia mengaku tak sanggup untuk membeli kostum badut sendiri, karena harganya dirasa mahal. Jika beli kostum badut dengan cara kredit, Suheri pun tak sanggup bayar cicilannya per hari.

“Duitnya dari mana, Pak. Dengar-dengar mah harganya Rp 1.200.000. Mau kredit ribet bayar cicilannya nanti tambah pusing,” akunya.

Setelah usai jadi manusia badut jalanan, Suheri harus bayar sewa kostum kepada pemilik kostum badut.

Baca Juga: Pelabuhan Merak Mulai Padat, Jumlah Kendaraan yang Menyeberang Alami Kenaikan 6 Persen

“Iya dianterin setorannya doang. Badut taruh di sini. Orangnya ngontraknya di Petir,” ungkap Suheri.

Selama dua tahun jadi manusia badut, Suheri mengalami suka duka di lapangan. Ia beberapa kali tertangkap razia oleh Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP Kota Serang. Karena beberapa kali tertangkap razia, ia mengaku punya cara mensiasati agar tidak tertangkap petugas penegak Perda itu.

“Kalau ada petugas kita minggir dulu. Kalau ngejar ya lari. Panik juga kalau dikejar. Pernah empat kali ketangkap paling ditegur doang. Terus suruh bikin surat pernyataan tandatangan,” beber dia.

Ia mengatakan, keluarganya sudah mengetahui jika profesinya jadi manusia badut jalanan.

“Tahu semua istri dan anak tahu. Responnya nggak gimana-gimana. Biasa aja. Yang penting jangan maling,” katanya.

Baca Juga: HUT Ke-6, Pertamina Hulu Rokan Siap Sambut Tantangan Masa Depan

Bahkan saat beraksi jadi manusia badut di jalanan, anak dan istrinya pernah menyaksikan profesi suami dan ayahnya tersebut dalam mencari uang.

“Ya malu ya malu cuma gimana lagi. Orang cari kerjaan susah. Yang penting jangan nyolong, maling,” tegas Suheri.

Kata Suheri, menjadi manusia badut jalanan karena keinginan sendiri. “Ini saya sendiri, bukan disuruh orang lain,” akunya.

Ia mengaku pernah mencoba kerja sebagai kuli bangunan, namun kerja kuli bangunan hanya sewaktu-waktu saja.

“Kerja kuli bangunan. Kalau di bangunan kalau ada kerjaan aja. Kalau nggak ada sama aja. Kalau ini kecil-kecil juga terus,” tutur Suheri.

Baca Juga: XL Terapkan Layanan IoT untuk Armada Taksi Listrik Xanh SM

Suheri mengaku tidak pernah menghitung-hitung pendapatan per bulan jadi manusia badut, karena lagi-lagi memang penghasilannya tidak tetap.

“Kurang tahu. Soalnya duit Rp 50 ribu, kadang Rp 40, Rp 30 dikasihin semua ke istri. Cuma beli bensin aja 5 ribu buat motor,” akunya.

Ia mengaku penghasilan minim jadi manusia badut tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya. Terlebih ia memiliki dua anak yang salah satunya sudah sekolah dasar negeri.

“Cukup nggak cukup. Gimana istri yang ngatur duitnya. Sudah resikonya dapat segitu gimana lagi. Susah sekarang cari kerjaan. Harus cari duit dulu,” kata Suheri dengan mimik wajah memelas.

Suheri sadar diri bahwa usianya bakal senja dan tenaganya pun akan menurun, sementara penghasilan manusia badut jalanan tidak tetap, karena jika ada modal ia ingin buka usaha bengkel body mobil.

Baca Juga: Kalah di Pilkada, Ade Sumardi dan Fitron Nur Ikhsan Juga Bakal Diberhentikan Sebagai Anggota DPRD Provinsi Banten

“Nggak. Saya rencana pengen buka bengkel. Cuma ngumpulinnya susah. Bengkel modalnya nggak sejuta dua juta,” akunya.

Kepada para pemimpin baru di Kota Serang, ia berharap ada bantuan modal usaha.

“Pengen ada bantuan buka bengkel.
Saya pernah kerja di mobil ngecet. Sudah lama semenjak belum punya istri,” ungkap Suheri.

Suheri menuturkan, tampil jadi manusia badut jalanan bisa seharian, namun tetap ada jadwal giliran karena memakai kostum badut cukup panas, apalagi jika cuaca tengah terik.

“Nggak bisa berjam-jam. Nggak kuat panas. Kita gantian sama teman yang lain.

Jika ingin tampil lebih lengkap, Suheri harus sewa alat musik box kepada pemilik kostum, namun konsekuensinya ia harus menambah biaya sewanya.

“Nyewa ada. Rp15 ribu mesin box sehari. Boro-boro buat nyewa musik box mendingan buat jajan anak,” kata dia.

Baca Juga: Hadapi Cuaca Ekstrem, Astra Tol Tangerang Merak Siagakan Tim Tanggap Darurat 24 Jam
Manusia badut jalanan lainnya, Irfan mengatakan, sudah tiga tahun menggeluti profesi sebagai manusia badut jalanan. Ia juga beralasan mendapatkan pekerjaan yang sesuai lulusan SMP tidak mudah.

“Susah cari kerja sekarang. Sekarang ijazah nggak dipakai. Pakainya uang,” ujar Irfan ditemui di lampu merah Cipocok Jaya.

Mulai dari pagi, Irfan sudah beraksi di simpang tiga lampu merah Cipocok Jaya.

“Dari jam 7 pagi sampai jam 9 malam,” ucap dia.

Ia mengaku tidak ada libur bekerja sebagai manusia badut jalanan. “Nggak ada libur,” tuturnya.

Baca Juga: Plot Twist Kisah Remaja di Kota Serang, Ngaku Dibegal Ternyata Ikut Tawuran Demi Tak Diomeli Orang Tua

Faktor cuaca hujan saat ini, kata dia, dapat mempengaruhi pendapatan per harinya. Terpaksa ia dan teman-temannya harus berteduh dulu menunggu hujan reda.

“Kalau hujan nunggu berhenti dulu. Kostum ini tambah berat kalau kena air hujan. Ngaruh juga pendapatannya berkurang. Kadang Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu. Kalau ramai Rp 40 ribu sampai Rp 50 ribu. Tergantung orang yang ngasih,” katanya.

Irfan juga harus menyewa kostum badut jika ingin beraksi di jalanan jadi manusia badut.

“Kalau saya sewa kostum sehari Rp 35 ribu,” ungkap Irfan.

Ia mengakui bahwa jadi manusia badut jalanan tak selamanya nyaman, di awal-awal kerap kucing-kucingan dengan Satpol PP Kota Serang. Irfan pun pernah merasakan tertangkap oleh petugas penegak Perda itu.

Baca Juga: Gelar Operasi Lilin Maung 2024, Polda Banten Kerahkan 4.310 personel dan Dirikan 51 Pos

“Pernah sekali. Tapi nggak sampai dibawa ke kantor. Cuman didata doang identitasnya terus dilepasin lagi. Tapi sekarang mah kalau ada petugas, paling kitanya harus minggir dulu. Jangan di jalan. Kita menghargai mereka,” terang dia.

Irfan menjelaskan, jadi manusia badut jalanan karena keinginan sendiri. Ia mengaku Keluarganya sudah tahu jika pekerjaan sehari-harinya adalah jadi manusia badut jalanan.

“Sudah tahu. Nggak marah. Mereka nggak malu. Mau saudara bilang apa masa bodoh yang penting jangan mencuri. Mereka kasih makan nggak,” katanya.

BACAJUGA:

IMG 20250909 WA0008

Budi Rustandi Tidak Restui Nanang Saefudin Hijrah ke Pemprov Banten

9 September 2025 | 08:20
puluhan ribu pelajar di Kota Serang belum dapat MBG

74.166 Pelajar di Kota Serang Belum Menerima Manfaat MBG

7 September 2025 | 22:05
gusdurian

GUSDURian Serang Raya Resmi Ganti Koordinator, Presidium Baru Siap Dorong Gerakan Pemuda Lintas Iman

7 September 2025 | 15:28
Branch Office BRI Serang

Branch Office BRI Serang Sambut HPN 2025 dengan Beragam Promo

7 September 2025 | 13:37

Meski berharap dari belas kasihan para pengendara, Irfan mengaku tidak pernah memaksa warga untuk memberinya uang.

“Nggak berani. Sekarang banyak hukum. Gimana orangnya. Sengerti orangnya aja,” akunya.

Baca Juga: Polda Banten Berhasil Gagalkan Peredaran 3 Kilogram Sabu, Kali Ini di Pelabuhan Merak

Irfan juga pernah merasakan duka saat jadi manusia badut jalanan. Ia sadar bahwa tidak semua orang respek terhadap manusia badut karena menggangu ketertiban di jalan.

“Ada yang hina. Kadang orang makan di mobil, main hape. Orang mah maaf apa, itu mah diam aja main hape. Sana, sana. Diusir,” kenangnya.

Ia mengatakan, penghasilan jadi manusia badut jalanan memang tidak tetap, namun profesi ini cukup menjanjikan buktinya tak sedikit orang yang menjalani prosesi ini di setiap persimpangan jalan lampu merah di Kota Serang.

“Sehari kalau minim Rp 40.000. Paling besar Rp 80.000,” kata dia.

Irfan mengungkapkan, meski pendapatan per hari jadi manusia badut jalanan bisa Rp 80.000, namun itu pendapatan kotor, karena belum dipotong biaya sewa kostum badut.

Baca Juga: Apa Itu Bencana Hidrometeorologi? Fenomena Alam yang Belakangan Terjadi, dari Pengertian hingga Jenis-jenisnya

“Saya setor Rp 35 ribu sehari buat sewa kostum. Sisanya buat makan, merokok, dan ngasih orangtua,” ungkapnya.

Ia terpaksa harus menjalani profesi jadi manusia badut jalanan, lantaran kondisi sosial dan ekonomi keluarga yang terbatas.

“Orang tua ada satu doang. Mama nggak ada dari kecil. Saya doang yang profesinya begini. Anak bungsu. Yang lain kerja pembantu. Bapak nggak kerja sudah tua,” tutur Irfan.

Jika ada lowongan pekerjaan, Irfan kepengen kerja, karena ia sadari manusia badut jalanan bukan profesi tetap, hanya untuk batu loncatan seraya berharap ada pekerjaan yang tetap. Namun ternyata untuk bekerja di pabrik atau perusahaan sekarang ini sulit, apalagi ia hanya tamatan salah satu SMP Negeri di Kota Serang. Belum lagi ada praktek pungli harus bayar jika ingin kerja.

“Kalau ada lowongan pengen kerja. Capek jadi manusia badut. Cuman sekarang harus bayar. Ijazah nggak dipakai,” beber dia.***

Editor: Administrator
Tags: Kota Serangmanusia badutpendapatan
Previous Post

Segera Tayang! Film Horor Berjudul Utusan Iblis, Kisahnya Diadopsi dari Kasus Pembunuhan

Next Post

When The Phone Rings Episode 7 Sub Indo: Sinopsis Beserta Link Nonton Full Movie Bukan Bilibili

Related Posts

IMG 20250909 WA0008
Kota Serang

Budi Rustandi Tidak Restui Nanang Saefudin Hijrah ke Pemprov Banten

9 September 2025 | 08:20
puluhan ribu pelajar di Kota Serang belum dapat MBG
Daerah

74.166 Pelajar di Kota Serang Belum Menerima Manfaat MBG

7 September 2025 | 22:05
gusdurian
Kota Serang

GUSDURian Serang Raya Resmi Ganti Koordinator, Presidium Baru Siap Dorong Gerakan Pemuda Lintas Iman

7 September 2025 | 15:28
Branch Office BRI Serang
Kota Serang

Branch Office BRI Serang Sambut HPN 2025 dengan Beragam Promo

7 September 2025 | 13:37
Prof Tihami
Daerah

Kabar Duka! Prof Tihami, Guru Besar UIN SMH Banten Tutup Usia di Usia 74

5 September 2025 | 14:47
Sekda Kota Serang
Daerah

Sekda Kota Serang Langsung Tantang Kepala Dindikbud yang Baru, Sukseskan Serang Cerdas

4 September 2025 | 21:16
Load More

Popular

  • Pemkot Cilegon

    Satgas PAD Pemkot Cilegon Bakal Paksa Sekolah Negeri Beli Air Kemasan dari Perumda Cilegon Mandiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puluhan Pedagang Daging di Kios Pasar Kranggot Cilegon Kompak Mogok Jualan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 10 Pejabat Eselon II Pemprov Banten Dilantik, 3 Di antaranya Promosi Jabatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Daftar Lengkap Pejabat Eselon II Pemprov Banten yang Kena Rotasi Mutasi, Sejumlah Nama Baru Jadi Bos OPD

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Arti Kalimat ‘Nyawit Nih Orang’ yang Banyak Digunakan di Media Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Soto Klaten Tempat Sarapan Favorit Warga Serang, Harganya Cuma Rp5 Ribu dan Bikin Kenyang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lurah Kebonsari Bangun Saung Bengkel Inovasi Tanpa APBD Untuk Kumpul Warga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OPD Pemkot Cilegon Diminta Pintar Cari Dana Pusat, Bapperida Punya Keyakinan Soal Mandatori Efisiensi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anggaran Dicoret, Pengadaan Truk Sampah di DLH Kabupaten Lebak Batal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Persita Tangerang vs Persija Jakarta, Alarm Bahaya untuk Pendekar Cisadane

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trending
  • Comments
  • Latest
SMAN 1 Cimarga

Pengakuan Siswi SMAN 1 Cimarga yang Ikut Mogok Sekolah, Bukan Dukung Siswa Merokok tapi……

18 Oktober 2025 | 12:16
matahari cilegon

Gedung Eks Matahari Lama Cilegon Mulai Dibersihkan, Bakal Jadi Gedung UMKM

8 Januari 2026 | 18:36
Forum Honorer Kota Serang

Forum Honorer Serang Nilai Pelantikan 3.800 PPPK Paruh Waktu sebagai Pelecehan Martabat Pekerja

22 Oktober 2025 | 22:25
SMAN 1 Cimarga

Para Siswa SMAN 1 Cimarga Kena Mental Terus Dipojokan Warganet, Pemkab Lebak Kirim Psikolog

16 Oktober 2025 | 19:45

Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional, Bjb Backup Total Pembiayaan UMKM

Asooooy… Kepala Desa akan Diajak Studi Banding ke Korea dan China

Seluruh Ospek di Kampus Diputuskan Digelar Online, Termasuk di Banten

Mudik Resmi Dilarang, Efektif 24 April

Munggahan

Pantai Favorit Warga Banten Rayakan Tradisi Munggahan Jelang Ramadan yang Murah Meriah

27 Januari 2026 | 10:11
Bumdes

Miliki Empat Unit Usaha, BUMDes Toyomerto Hasilkan 272 Butir Telur Dalam Sehari

27 Januari 2026 | 10:05
Beasiswa

Beasiswa S2 Kemenag 2026 Buka Jalan bagi Pendidik Indonesia Raih Gelar Internasional

27 Januari 2026 | 09:59
Beasiswa

Beasiswa ASEAN 2026: Pelajar Indonesia Bisa Sekolah Gratis di Singapura dari SMP hingga SMA

27 Januari 2026 | 09:50

Tag

2022 Andra Soni ASN banjir Banten BRI Brigadir J BRI Super League Cilegon drakor drama Korea Film Harga Tiket Helldy Agustian Indonesia Jadwal jadwal tayang Kabupaten Lebak kabupaten serang Kota Cilegon Kota Serang Lebak link nonton link twibbon lowongan kerja Pandeglang Pemkot Cilegon pemkot serang Pemprov Banten pilkada Polisi Preman Pensiun 6 Preman Pensiun 7 profil provinsi banten Ramadhan Robinsar serang sinopsis spoiler sub indo Timnas Indonesia Twibbon UMKM viral
Banten Raya

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda

Nomor ID Pers : 26666 | Status Pendataan : Terverifikasi Faktual | Sertifikat : 1393/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Digital Banten Raya
  • Ecommerce Banten Raya
  • Siding Banten Raya
  • Share Banten Raya

Ikuti Kami

  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda