BANTENRAYA.COM– Terlibat tawuran di depan Kantor Kelurahan Warung Jaud, Kelurahan Warung Jaud, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, dua pelajar SMP di Kota Serang dilarikan ke Puskesmas Kilasah, Kecamatan Kasemen, karena mengalami luka bacok pada bagian tangan dan kakinya.
Kedua korban pembacokkan tersebut yaitu BM (15) dan NK (19) warga Lingkungan Badamusalam, Kelurahan Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen.
Korban BM mengalami luka bacok dibagian tangan kanan, dan NK mengalami luka bacok dibagian paha kanan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Banten Raya, aksi tawuran pelajar SMP Negeri di Jalan Raya tepatnya depan Kantor Kelurahan Warung Jaud itu, terjadi pada Jumat 2 Agustus 2024 sore sekitar pukul 17.00 WIB.
Awalnya, kelompok pelajar asal Kecamatan Kasemen yang berjumlah sekitar 6 orang pelajar yaitu MS (16), FD (16), MF (15) serta kedua korban BM dan NK mengendarai sepeda motor hendak melakukan tawuran dengan kelompok SMPN 26 Kota Serang yang berjumlah 15 orang.
Ketika bertemu di lokasi tawuran, belasan pelajar SMPN 26 Kota Serang itu membekali diri dengan senjata tajam jenis celurit.
Baca Juga: Tim PMP Uniba Berdayakan Guru Desa Melalui Literasi Membaca dan Teknologi Pembelajaran
Melihat hal itu, keenam pelajar asal Kasemen tersebut melarikan diri ke arah Kantor Desa Kilasah.
Namun sayangnya, saat melarikan diri BM terkena sabetan senjata tajam, melukai tangan kanannya.
Setelah berhasil membacok BM, kelompok SMPN 26 Kota Serang kembali mengejar NK dan berhasil membacok paha kanannya.
Baca Juga: Furtasan Kunjungi Kelompok 85 KKM Uniba, Ini Pesan Penting yang Disampaikan
Setelah berhasil membacok kedua korban, kelompok SMPN 26 Kota Serang melarikan diri.
Sedangkan kedua korban pembacokan dibawa oleh keempat rekannya ke Puskesmas Kilasah. Kasus tawuran pelajar itu selanjutnya ditangani oleh Polsek Kasemen.
Kapolsek Kasemen AKP Nurhaedin membenarkan adanya aksi tawuran pelajar di wilayah hukumnya tersebut.
Baca Juga: KKM Universitas Bina Bangsa Gelar Pelatihan Pupuk Organik Cair untuk Petani Desa Mekar Agung
Dalam peristiwa itu dua pelajar terkena sabetan senjata tajam dan telah mendapatkan perawatan di Puskesmas Kilasah.
“Kami sudah melakukan pemeriksaan pendalaman dan ungkap motifasi tawuran. Untuk korban mengalami luka robek pada pangkal paha dibawa ke RS Kota Serang untuk dilakukan perawatan,” katanya saat di konfirmasi pada Minggu (4/8/2024).
Nurhaedin menerangkan berdasarkan keterangan korban dan rekan-rekannya, pelaku pembacokan diduga berasal dari kelompok pelajar SMPN 26 Kota Serang. Namun informasi tersebut masih dalam pendalaman penyidik Reskrim Polsek Kasemen.
Baca Juga: KKM Uniba Gelar Sosialisasi Tolak Penyalahgunaan Narkoba di SMK Negeri 1 Kragilan
“Dari keterangan, itu kelompok SMPN 26 Kota Serang berjumlah 15 orang dan salah satunya membawa sebilah senjata tajam berjenis celurit berukuran kecil,” terangnya.
Nurhaedin menjelaskan saat ini pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap pelaku. Kepolisian juga sudah mendapatkan identitas dan sekolah yang diduga pelaku pembacokan.
“Kamu sudah Kordinasi dengan Satgaspresisi Polresta Serang Kota, untuk melakukan penangkapan terhadap pelaku tawuran,” jelasnya. ***

















