BANTENRAYA.COM – Kelompok 16 kuliah kerja mahasiswa atau KKM Universitas Sultan Ageng Tirtyasa atau Untirta melaksanakan Penyuluhan Pembuatan Pupuk Hayati, di Desa Tambang Ayam, Kecamatan Anyer, Selasa 7 Februari 2024.
Penyuluhan ini diadakan, karena masalah pertanian yang ada di desa ini adalah terkait dengan kelangkaan pupuk.
Kelangkaan ini sangat berdampak pada kegiatan pertanian yang ada di desa tersebut.
Anggota Kelompok 16 KKM Untirta Lea Devina mengatakan, dengan adanya kegiatan pembuatan pupuk hayati, diharapkan bisa meringankan para petani dengan bisa mengurangi ketergantungan terhadap pupuk sintetik yang semakin mahal dan juga langka.
Adapun peserta yang hadir dalam penyuluhan yaitu para petani yang ada di Desa Tambang Ayam.
Kegiatan ini juga bertujuan untuk memberi informasi tentang pupuk hayati, jenis pupuk hayati, bagaimana pupuk ini dibuat, apa yang istimewa dari pupuk hayati.
Penyuluhan dilaksanakan di Aula Balai Desa Tambang Ayam, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang.
Kegiatan ini dihadiri oleh para Dosen Jurusan Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Untirta.
Baca Juga: Kelompok 99 KKM Untirta Ajak Warga Bayah Berikan Hak Suara saat Pemilu 2024
“Keterlibatan dosen-dosen dalam kegiatan tersebut untuk memberikan penjelasan tentang pupuk hayati, bahan yang digunakan untuk membuat pupuk hayati,” kata Lea kepada Bantenraya.com.
Adapun dosen yang hadir dalam memberikan materi adalah Andi Apriany Fatmawaty, Putra Utama, Andree Syailendra, Nuniek Hermita dan Abdul Hasyim Sodiq.
Diketahui masalah pupuk bagi pertanian ini sangat berdampak bagi pertanian, seperti pupuk langka dan juga mahal.
Hal ini banyak dikeluhkan para pertani desa tambang ayam.
Baca Juga: Waduh, Usulan BPJS Kesehatan Badan Adhock Kota Serang Ditolak
“Penyuluhan ini juga diharapkan bisa menjadi salah satu solusi dari masalah pupuk yang langka dan mahal,” ungkap Lea.
Diharapkan para petani bisa mengkombinasikan antara pupuk sintetik dan juga pupuk hayati ini guna memberikan hasil panen yang baik.
“Memang butuh waktu yang tidak sedikit untuk membuat pupuk hayati dan mengubah prilaku para petani, yang terlalu kebergantungan pada pupuk sintetik,” ujarnya.
Mahasiswa yang melaksanakan KKM yakin bahwa perlahan-lahan para petani akan terbiasa dengan kombinasi dalam pembuatan pupuk hayati ini.
Baca Juga: Antisipasi Hal Tak Terduga, Pemkot Serang Siagakan Ambulance di Tiap TPS saat Pemilu 2024
“Setelah diadakannya penyuluhan pembuatan pupuk hayati dilanjutkan dengan pembagian dan juga penanaman bibit kepada para petani, yang sudah berkontribusi dalam menyukseskan acara ini,” harapnya.
Kegiatan tersebut terlaksana dengan sangat baik dan di sambut secara positif dan antusias oleh para petani yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Selain itu, dibalik keberhasilan kegiatan tersebut juga karena adanya kerjasama oleh Kepala Desa Tambang Ayam Jumintra serta para aparat desa, dan juga adanya ketertiban dari para petani Desa Tambang Ayam, yang membuat kegiatan penyuluhan sukses terlaksana dengan baik.***















