PANDEGLANG, BANTEN RAYA – Jajaran Komisi IV DPRD Pandeglang melakukan inpeksi mendadak (sidak) ke proyek pembangunan hunian tetap (huntap) korban tsunami Selat Sunda di Kecamatan Sumur, Jumat (3/9/2021). Sidak dilakukan untuk memastikan bangunan proyek berkualitas.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Luky Hardiyan mengatakan, hasil sidak menemukan beberapa bangunan yang harus diperbaiki terutama di bagian pintu. Pihak pelaksana, kata Luky, sudah diingatkan untuk memperbaikinya.
“Hasil sidak yang kita lakukan memang ada beberapa bangunan yang masih perlu perbaikan. Tapi sudah diingatkan untuk diperbaiki. Pihak kontraktor juga berjanji akan memperbaikinya,” kata Luky, kepada Bantenraya.com, Jumat (3/9/2021).
Menurutnya, pelaksana proyek harus menyelesaikan teguran yang dilayangkannya. Pihaknya ingin pembangunan huntap mengutamakan kepentingan masyarakat. “Huntap ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang terdampak bencana tsunami pada tahun 2018 lalu. Jadi bangunan huntap ini harus berkualitas dan bisa nyaman ditempati sama para korban tsunami,” ujar politikus PAN ini.
Anggota Komisi IV DPRD Pandeglang Tubagus Agus Khotibul Umam mendesak agar pihak pelaksana proyek memperbaiki kekurangan huntap dalam kurun waktu satu bulan. Sebab, jajaran Komisi IV akan kembali melaksanakan sidak lanjutan untuk memastikan pelaksana proyek menindaklanjuti teguran tersebut.
“Kami ingin tanggal 30 September atau akhir bulan itu sudah beres sesuai dengan kontrak. Dan kami berharap teguran yang diminta agar diperbaiki,” pesannya.
Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kalak Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pandeglang Rahmat Zultika memastikan, pelaksana proyek akan memperbaiki beberapa bangunan huntap yang diminta DPRD.
“Sebetulnya kita juga sudah beberapa kali mengingatkan ke pelaksana. Dan petugas teknis juga sama. Tapi Alhamdulillah ada dorongan dari DPRD. Jadi kita bisa mengawasi pembangunan huntap ini secara bersama-sama agar pihak pelaksana mengutamakan kualitas. Pihak pelaksana juga berkomitmen untuk menindaklanjuti teguran yang diminta DPRD,” ujarnya.
Dijelaskannya, progres huntap sudah mencapai 87,6 persen. Huntap dengan konsep rumah instan baja ini selesai 30 September 2021. Diketahui pembangunan huntap menelan anggaran hibah dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebesar Rp19,5 miliar yang dikerjakan oleh PT Bongbong Karya Utama.
Saksikan Podcast Meja Redaksi di Banten Raya Channel
“Huntap yang dibangun mencapai 223 unit. Tahun ini sudah selesai dan bisa ditempati oleh para korban tsunami,” jelasnya. (yanadi)















