BANTENRAYA.COM – Asap rokok dianggap sebagai salah satu faktor terbesar yang menyebabkan stunting kepada anak-anak.
Sebab, anak-anak yang terpapar asap rokok bisa membuat tumbu kembangnya menjadi terhambat.
Hal itu terungkap dari audit kasus stunting yang dilakukan Dinas Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana atau DP3AP2KB Kota Cilegon bekerjasama dengan Dinas Kesehatan atau Dinkes Kota Cilegon.
Kepala Dinkes Kota Cilegin Ratih Purnamasari mengatakan, dari 92 orang yang diaudit sebanyak 61 balita yang stunting terpapar asap rokok atau sebanyak 66 persen.
“Jadi 66 persen itu ternyata ada anggota keluarganya yang merokok di dalam rumah atau si balita tersebut terpapar asap rokok karena di dalam rumahnya ada yang merokok,” kata Ratih, di acara Gerakan Makan Buah Sayur di Kecamatan Citangkil, Kamis, 9 November 2023.
Dalam kesempatan itu, Ratih mengimbau, kepada para ibu yang hamil atau memiliki anak balita untuk tegas kepada para suami yang merokok.
Apabila ada suami-suaminya yang ingin merokok, kata dia, harus dilarang untuk merokok di dalam rumah, sebab asap rokok tersebut bisa menempel dan membahayakan ibu dan balita.
“Tidak ada yang melarang, kalau mau merokok silahkan di luar rumah. Karena saya gitu bilangnya, saya dan calon bayi itu akan sama bahayanya dengan yang merokok aktif,” ungkapnya.
Baca Juga: Kementerian Lingkungan Hidup Korea Selatan Bantu Alat Produksi Pengelolaan Sampah di TPSA Bagendung
“Jangan memberikan atau menghadiahkan buat anggota keluarganya itu penyakit,” tambahnya.
Sedangkan dari data Program Indonesia Sehat Melalui Pendekatan Keluarga atau Pispeka, menurut Ratih, ditemukan 58 persen orang yang merokok di dalam rumah di seluruh Kota Cilegon.
Data tersebut, sambungnya, sangat mengkhawatirkan karena asap rakok menjadi penyumbang terbesar dalam terjadinya stunting.
“Kita di sini bagaimana mencegah stunting ini tidak ada lagi kasus dan kita bisa menurunkan. Dari merokok ini saja sudah ada hubungannya bagaimana terjadinya stunting,” tegasnya.
Senada dengan Kepala Dinkes Kota Cilegon, Camat Citangkil Ikhlasinnufus mengatakan, asap rokok memang menjadi salah satu faktor penyebab stunting.
Menurut Ikhlas, asap rokok bisa memengaruhi kondisi perkembangan pada anak, terutama janin dan balita.
“Karena bisa menghambat pada sistem pernafasan, kalau ada gangguan nafas, otomatis bisa berpengaruh pada yang lain, turunnya nafsu makan, karena tidak nafsu makan timbullah penyakit-penyakit yang lainnya,” ujar dia.
Oleh karena itu, Ikhlas mengimbau kepada masyarakat Citangkil untuk menjaga pola hidup sehat, salah satunya dengan gerakan makan buah dan sayur.
Baca Juga: Curug Ciajeung dan Curug Kembar, Destinasi Wisata Alam di Banten yang Cocok Untuk Hilangkan Penat
Gerakan seperti ini harus digalakkan supaya kasus stunting di Citangkil menurun, di mana menurut Subkor Gizi Dinkes Cilegon dari Januari-Agustus 2023, ada 207 anak yang stunting di Kecamatan Citangkil, paling tinggi dibanding dengan kecamatan-kecamatan lainnya.
“Mengajak kepada masyarakat untuk mengubah pola hidup, lalu peran masyarakat dan semua elemen harus terlibat,” pungkasnya.***















