BANTENRAYA.COM – Kecamatan Citangkil menjadi wilayah dengan angka stunting paling tinggi di Kota Cilegon.
Saat ini, di Kecamatan Citangkila ada 207 kasus stunting.
Hal itu berdasarkan data Dinas Kesehatan atau Dinkes Cilegon per Januari-Agusrus 2023 yang bersumber dari Subkor Gizi Dinkes Kota Cilegon berdasarkan aplikasi Elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat.
Kecamatan Citangkil menempati urutan pertama dari delapan kecamatan se Kota Cilegon dengan 207 kasus.
Baca Juga: Sukses Gelar Honda AT Family Day, PT Mitra Sendang Kemakmuran Tawarkan Diskon Menarik
Diurutan kedua Kecamatan Cibeber dengan 140 kasus.
Ketiga, Kecamatan Pulomerak dengan 119 kasus.
Keempat, Ciwandan degan 115 kasus.
Diikuti Kecamatan Cilegon dengan 109 kasus.
Baca Juga: Cosplay Anime Jepang Ramaikan JPop Showcase ke 4 di Mall of Serang
Ada Kecamatan Jombang diurutan berikutnya dengan 102 kasus.
Kemudian ada Kecamatan Grogol dengan 101 kasus.
Kemudian, yang paling rendah Kecamatan Purwakarta dengan 51 kasus stunting.
Menyikapi hal tersebut, Camat Citangkil Ikhlasin Nufus mengatakan, hal tersebut dinilai wajar lantaran populasi penduduk di Kecamatan Citangkil merupakan yang paling tinggi se Kota Cilegon.
Baca Juga: 2.082 Warga Pandeglang Alami Kelainan Mental, Kelompok Usia Ini yang Rentan Mengidapnya
“Penduduk Citangkil ada 84 ribu. Hal yang wajar kalau jumlahnya 207 kasus stunting karena penduduknya paling banyak se Kota Cilegon,” ungkap Mantan Camat Purwakarta ini.
“Kecamatan Citangkil itu ada tujuh kelurahan, dibandingkan kecamatan yang lain,” katanya kepada Banten Raya, Minggu, 5 November 2023.
Menurut Ikhlas, di samping fenomena itu ada sejumlah hal yang juga perlu dievaluasi terkait dengan data tingginya angka kasus stunting di Kecamatan Citangkil.
Antropometri Kit yang merupakan sebuah alat penting untuk mendeteksi stunting pada anak perlu dilakukan upgrade sehingga bisa menjadi tolok ukur kesesuaian angka kasus stunting.
Baca Juga: Rekor Apik Arsenal Putus, St James Park Jadi Saksi Kegagahan Newcastle United
“Banyaknya di lapangan alat itu masih ada kendala, nah tolok ukurnya tolong disesuaikan dahulu. Makanya harus ada kesesuaian data di lapangan ngukur dengan stunting tersebut,” ujarnya.
Meski begitu, Ikhlas bersama pihak kelurahan terus berupaya menekan angka kasus stunting di Kecamatan Citangkil melalui berbagai macam program.
Salah satu program dengan memberikan makanan tambahan terhadap penderita stunting.
Ia berharap, untuk mengentaskan kasus stunting khususnya di Kecamatan Citangkil dan umunya di Kota Cilegon semua pihak dapat terlibat dalam menangani permasalahan tersebut.
Baca Juga: Sambangi Pokja Wartawan Kota Serang, Wakil Walikota Subadri Ushuludin Ucapkan Ini
“Kalau upaya dari kami terus, tapi kami gak bisa sendiri. Ini bukan disematkan ke kecamatan saja, tapi lintas sektor baik itu dinas terkait, Dinas Kesehatan, semua berperan,” tuturnya.
“Jadi bukan kecamatan saja, tapi semua,” ucapnya.***















