BANTENRAYA.COM – Kasus kematian ibu bersalin di Kabupaten Serang pada tahun 2021 ini sudah mencapai 70, salah satu kasus terbanyak di Kecamatan Tanara, yang merupakan kampungnya Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin.
Kasus kematian ibu bersalin dan kasus kematain bayi di Kabupaten Serang menjadi prioritas untuk penanganannya dengan melibatkan berbagai instansi terkait.
Kasus kematian di Kabupaten Serang setiap tahunnya cenderung mengalami kenaikan.
Baca Juga: Polisi Tetapkan Tubagus Joddy Tersangka Kecelakaan Vanessa dan Bibi Ardiansyah
Pada tahun 2020 kasus kematian ibu bersalin mencapai 64 kasus.
“Angka kematian ibu bersalin tahun 2021 sampai bulan November ada peningkatan kasus, ada beberapa kematian yang diakibatkan terpapar Covid-19 saat ibu bersalin,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang Agus Sukmayadi, Kamis 11 November 20201.
Selain itu, ada kecenderungan keluarga menolak di rujuk ke rumah sakit karena berfikiran akan dicovidkan karena saat ke rumah sakit harus ada pemeriksaan tes antigen.
Baca Juga: Pilkades Kabupaten Lebak Menyisakan Catatan, Banyak Warga Tak Masuk DPT
“Padahal enggak ada dicovidkan itu. Kemudian, ada keterbatatasan ruang perawatan dimana banyak pasien Covid-19 yang dirawat sehingga banyak pasien umum yang dikurangi,” katanya.
Untuk menakan kasus kematian ibu meninggal saat bersalin tersebut, beberapa Kementerian akan melakukan pendampingan karena setelah dilakukan penggalian permasalahan angka kasus kematian bukan hanya ddisebabkan masalah kesehatan tetapi ada masalah di tingkat hulunya.
“Perlu ada pemahaman masyarakat terhadap pentingnya melakukan pemeriksaan secara rutin kepada fasilitas kesehatan bagi ibu yang sedang hamil. Kasus ibu kematian ibu bersalin paling banyak di Tanara. Setelah disandingkan data dengan BKKBN bahwa masyarakat Tanara kepesertaan KB jangka panjangnya sangat rendah,” tuturnya.***



















