BANTENRAYA.COM – Massa yang mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa Pejuang Rakyat (Gempar) melakukan demo di Kantor Dinas Pekerjaan Umun dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cilegon, Kamis, 11 November 2021.
Mahasiswa menilai pembangunan sodetan di Jalan Lingkar Selatan (JLS) buruk sehingga jalannya tergenang banjir.
Koordinator aksi Gempar Ahmad Ruyat Al Faris menjelaskan, pihaknya mempertanyakan perencanaan pembangunan yang dilakukan DPUTR Kota Cilegon.
Baca Juga: Pandeglang Masuk Daerah Kategori Bencana Tinggi, Warga Diminta Waspada
Sebab, kata dia, hasil pembangunan malah membuat susah masyarakat.
“Kami mempertanyakan kok bisa sodetan bukannya menyelesaikan malah membuat genangan parah. Ini bagaimana perencanaannya. Bisa tidak DPUTR mengerjakannya?” ujarnya saat orasi.
Untuk itu, lanjut Ruyat, pihaknya menuntur agar sodetan di KM 11 JLS itu diperbaiki kembali pembangunan tersebut.
Baca Juga: Polisi Tetapkan Tubagus Joddy Tersangka Kecelakaan Vanessa dan Bibi Ardiansyah
Hal itu agar hasilnya tidak membuat susah masyarakat.
“Kami menuntur diperbaiki. Kami minta rencana kerja yang bagus dari DPUTR. Pekerjaan harus transparan dan tidak merusak dan memperparah kondisi,” pungkasnya.
Pejabat DPUTR KOta Cilegon akhirnya menerima perwakilan masa untuk melakukan audiensi.***


















