BANTENRAYA.COM – Sulaeman, kakak ipar Ketua DPRD Kabupaten Serang menang di Pemilihan Kepala Desa (pilkades) Serentak Kabupaten Serang yang ada di Desa Carenang, Kecamatan Carenang.
Dalam data pemenang sementara Pilkades Kecamatan Carenang yang didapat bantenraya.com, Sulaeman yang berada di nomor urut 4 menang dengan 677 suara.
Sulaeman merupakan kakak ipar Ketua DPRD Kabupaten Serang Bahrul Ulum.
Baca Juga: Ketua Apdesi Hingga Istri Anggota DPRD Tumbang di Pilkades Kabupaten Serang
Di kecamatan yang sama, Pilkades di Desa Pamanuk dimenangkan oleh Muhamad Ali Sobri dengan 736 suara, Desa Walikukun dimenangkan oleh Firdahardati dengan 2.073 suara, Desa Ragas Masigit dimenangkan oleh H Jaya dengan 1.587 suara.
Pilkades Kabupaten Serang berlangsung seru karena banyak petahana bertumbangan.
Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Serang Santibi dan istri anggota DPRD Kabupaten Serang yakni Encin Kursinah tercatat tumbang di Pilkades Serentak Kabupaten Serang.
Baca Juga: Ini Daftar Kades Petahana Yang Bertumbangan di Pilkades Serentak Kabupaten Serang
Santibi merupakan calon kepala kepala desa (Cakades) Desa Kareo, Kecamatan Jawilan yang maju untuk ketiga kalinya.
Sedangkan Encin Kursinah merupakan cakades Desa Dahu, Kecamatan Cikeusal yang merupakan istri anggota DPRD Kabupaten Serang dari Fraksi Golkar Ahmad Zaeni.
Ketua Apdesi Kabupaten Serang Santibi dikalahkan oleh lawannya bernama Rusjani, sedangkan Encin Kursinah dikalahkan oleh Ali Rohman.
Baca Juga: Cakades Petahana Bertumbangan di Pilkades Serentak Kabupaten Serang
Terkait kekalahannya itu, Santibi membuat permohonan maaf yang disebar melalui Whatsapp kepada teman-temannya sesama kepala desa.
“Mohon maaf rekan-rekan-rekan saya tidak bisa mempertahankan jabatan saya untuk ketiga periode. Maaf saya kalah semoga kekalahan ini ada hikmahnya,” ujar Santibi dikutip Bantenraya.com, Minggu 31 Oktober 2021.
Sementara itu, Camat Cikeusal Iman Saiman menuturkan dari delapan desa yang menggelar pilkades di wilayahnya ada tiga petahana yang tidak terpilih kembali. ***

















