BANTEN RAYA.COM – Kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Macan Ketawa Desa Padarincang, Kecamatan Padarincang membutuhkan dana sebesar Rp200 juta untuk melakukan pemulihan wisata Kacida Cibuntu.
Saat ini wisata Kacida Cibuntu mengalami kerusakan yang cukup parah akibat adanya bencana banjir dari luapan sungai Cikalumpang yang menghanyutkan seluruh fasilitas wisata pada Jumat 7 Mei lalu.
Ketua Pokdarwis Macan Ketawa Acep Mahmudin mengatakan, akibat bencana banjir tersebut pihaknya mengalami kerugian yang sangat besar ditaksir mencapai Rp600 juta rupiah.
“Semua fasilitas dari mulai saung, tempat duduk, warung, ludes terbawa arus air, sekarang wisatanya hancur lebur karena ketinggian air juga sampai empat meter. Untuk jembatan juga rusak berat, untuk total kerugian sekitar Rp600 juta rupiah,” ujarnya, Senin (10/3).
Ia menjelaskan, sebelum terjadi banjir pihaknya juga tengah melakukan penambahan fasilitas dan sarana prasarana wisata seperti area glamping dan bendungan.
Baca Juga: Enam ASN Banten Khatam Al-Qur’an, Wagub Dimyati Beri Apresiasi
“Kita juga kan lagi bikin bendungan, dan untuk area glamping juga sudah jadi. Tapi sekarang area glamping maupun bendungannya sudah rusak parah terbawa arus air,” katanya.
Acep menuturkan, pihaknya kesulitan melakukan pemulihan wisata Kacida Cibuntu lantaran membutuhkan biaya yang cukup besar dan prasarana seperti ban, wahana permainan, hanyut.
“Total biaya yang kita butuhkan untuk pemulihan wisata ini sebesar Rp200 juta, dan kita sudah laporkan kejadian ini ke Disporapar Kabupaten Serang. Sementara paling kita melakukan perayaan dulu supaya paska Idul Fitri bisa dikunjungi wisata,” jelasnya.
Terpisah, Kepala Disporapar Kabupaten Serang Anas Dwi Satya Prasadya mengatakan, pihaknya memastikan akan melakukan upaya untuk melakukan pembenahan terhadap wisata Kacida Cibuntu.
“Tempat wisata Kacida Cibuntu itu kan rusak parah, kalau penanganannya mungkin nanti kita koordinasi dulu dengan pihak Desa maupun Pokdarwis. Kita rencana melakukan survei ke lokasi besok untuk mencatat apa saja yang dibutuhkan,” ujarnya.
Ia mengaku terkejut mendengar berita wisata Kacida Cibuntu yang mengalami kerusakan parah lantaran wisata tersebut dinilai sedang mengalami perkembangan yang cukup baik.
Baca Juga: Ini Cara Membuat Klepon Pandan Manis, Salah Satu Ide Menu Berbuka Puasa
“Memang wisata Kacida Cibuntu ini sedang mengalami perkembangan yang cukup baik dan tingkat kunjungannya juga lumayan bagus. Sayangnya wisata ini tiba-tiba hancur,” katanya. (***)


















