BANTENRAYA.COM – Gerakan Pramuka Universitas Islam Negeri atau UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menggelar kegiatan pelantikan, upgrading, dan Rapat Kerja, beberapa waktu lalu.
Hadir pada kesempatan itu, Pembina Satuan Penegak Putra Dr Muhamad Wahyudin, unsur Dewan Kerja Daerah, Dewan Kerja Cabang, Dewan Kerja Ranting, serta perwakilan Pramuka dari berbagai perguruan tinggi.
Kegiatan tersebut menjadi momentum strategis dalam penguatan organisasi dan konsolidasi gerakan Pramuka di lingkungan perguruan tinggi.
Pembina Satuan Penegak Putra UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Dr Muhamad Wahyudin menegaskan, Gerakan Pramuka tidak hanya tumbuh dan berkembang di lingkungan sekolah, tetapi juga memiliki peran yang sama pentingnya di lingkungan perguruan tinggi.
“Pramuka merupakan satu kesatuan gerakan pendidikan karakter tanpa membedakan jenjang pendidikan, latar belakang, maupun institusi, karena seluruh anggotanya berada dalam semangat dan tujuan yang sama,” katanya kepada Banten Raya, kemarin.
BACA JUGA:Kuatkan Pendidikan Karakter Melalui Kepramukaan: Implementasi Permendikdasmen RI Nomor 13 Tahun 2025
Lebih lanjut, Wahyu menekankan pentingnya pengamalan nilai silih asah, silih asih, dan silih asuh sebagai filosofi hidup dalam kepramukaan.
“Silih asah dimaknai sebagai sikap saling mencerdaskan dan berbagi ilmu pengetahuan, silih asih berarti saling menyayangi dan menghormati satu sama lain, sedangkan silih asuh mengandung makna saling membimbing, melindungi, dan mengayomi dalam kehidupan bermasyarakat maupun berorganisasi,” ujarnya.
Wahyu melanjutkan, sebagai bagian dari Gerakan Pramuka di wilayah Provinsi Banten, seluruh anggota Pramuka diharapkan mampu menyatukan berbagai perbedaan menjadi satu persepsi dan semangat kolektif demi terwujudnya keluarga besar Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Banten yang solid dan berintegritas.
“Pramuka di perguruan tinggi harus mampu bersikap visioner di era digital, sejalan dengan dinamika dan tantangan zaman,” ucapnya.
Wahyu menilai, kehadiran Pramuka saat ini harus adaptif, inovatif, dan relevan dengan perkembangan teknologi, tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar kepramukaan sebagai fondasi pembentukan karakter generasi muda.
“Usai pembukaan, acara kami lanjutkan dengan pelantikan pengurus Ambalan dan Racana Sultan Maulana Hasanuddin Banten dan Nyi Ageng Ratu Ayu Kirana, serta pelantikan internal unit di lingkungan Gerakan Pramuka UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten,” tuturnya.
Wahyu mengungkapkan, rangkaian pelantikan itu menjadi simbol regenerasi kepemimpinan dan komitmen bersama dalam menjalankan roda organisasi secara berkelanjutan.
“Setelah pelantikan, kami ada agenda Upgrading dan Rapat Kerja, yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengurus serta merumuskan program kerja strategis ke depan,” jelasnya.
Wahyu berharap, seluruh rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan dapat memperkuat peran Gerakan Pramuka UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten sebagai wadah pembinaan karakter, kepemimpinan, dan pengabdian di era digital. ***



















