BANTENRAYA.COM — Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA) Banten menegaskan langkah strategisnya menuju kampus berkelas dunia dengan memperkuat jejaring internasional di bidang pendidikan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Seminar Internasional bertajuk Global Education Transformation 2026 yang digelar di Aula GSG Irsyad Djuwaeli UNMA.
Tidak sekadar forum akademik, seminar ini menjadi etalase kesiapan UNMA memasuki fase baru transformasi pendidikan global yang berbasis teknologi, kolaborasi lintas negara, dan penguatan karakter.
BACA JUGA: Pergantian Kepemimpinan Stabil, BEI Banten Pastikan Tetap Berjalan Normal
Hadirnya pakar pendidikan dari Finlandia, Malaysia, hingga Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperlihatkan keseriusan UNMA dalam membangun dialog global.
Narasumber internasional yang tampil antara lain Prof. Rautakivi Tuomo Taapani (Universitas Centria Finlandia), Prof. Majlini Binti Adnan (Universitas Pendidikan Sultan Idris Malaysia), serta Ramadoni, Ph.D dari BRIN, didampingi akademisi UNMA, Dr. Meliyawati, M.Pd.
Dekan FKIP UNMA, Dr. Asep Sahrudin, menegaskan bahwa transformasi pendidikan tidak lagi bersifat pilihan, melainkan keharusan di tengah perubahan global yang cepat.
“Perguruan tinggi harus menjadi pusat inovasi. Melalui forum ini, UNMA membuka ruang kolaborasi internasional agar praktik pendidikan global bisa diadaptasi sesuai konteks Indonesia,” ujarnya.
Menurutnya, pengalaman negara-negara dengan sistem pendidikan maju menjadi referensi penting bagi penguatan kualitas guru dan calon pendidik, khususnya di Banten.
Momentum seminar internasional ini juga dimanfaatkan untuk memperluas kerja sama global. Dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA) dengan mitra dari Finlandia, serta MoA antara Universitas Mathla’ul Anwar dan Little Heroes Finlandia.
Ketua II Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah PBMA, M. Zen, menyebut kerja sama ini sebagai langkah konkret peningkatan mutu pendidikan Mathla’ul Anwar dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.
“Jejaring internasional ini membuka peluang transfer pengetahuan, metode pembelajaran, dan penguatan kompetensi guru agar lebih relevan dengan tantangan global,” katanya.
Kerja sama tersebut diarahkan pada pengembangan pendidikan modern yang tetap berkarakter dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Anggota DPR RI sekaligus tokoh Mathla’ul Anwar, Dr. Jazuli Djuwaeni, menilai seminar internasional ini sebagai bagian dari upaya strategis membangun reputasi UNMA di tingkat nasional dan global.
“UNMA tidak hanya bicara kualitas akademik, tetapi juga membangun ekosistem pendidikan yang berkarakter dan berdaya saing,” ujarnya. ***



















