BANTENRAYA.COM – Jangan sampai ketinggalan, pendaftaran program beasiswa Kartu Indonesia Pintar atau KIP jenjang kuliah masih dibuka oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia atau Kemendiktisaintek RI sampai Oktober 2025.
KIP merupakan salah satu program bantuan sosial dari pemerintah untuk dapat memberikan akses pendidikan gratis kepada anak-anak dari keluarga yang kurang mampu.
KIP dapat digunakan untum mendaftar ke sekolah dan Perguruan Tinggi Negeri atau PTN maupun Perguruan Tinggi (Swasta) untuk mendapatkan bantuan biaya pendidikan.
Dikutip Bantenraya.com dari website resmi Kemendiktisaintek RI, program KIP Kuliah sebagai salah satu upaya pemerintah untuk membantu masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi dan ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah.
Baca Juga: Okupansi Penumpang Capai 25.794 Orang dalam Sehari, Whoosh Catatkan Rekor Baru
Berikut 4 proses seleksi yang dapat di ikuti oleh masyarakat seluruh Indonesia melalui jalur KIP Kuliah yaitu :
1. Pendaftaran akun siswa KIP Kuliah sudah dimulai sejak 4 Februari 2025 sampai 31 Oktober 2025.
2. Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) sudah dimulai sejak 4 Februari 2025 sampai 18 Februari 2025 kemarin.
3. UTBK-SNBT sudah dimulai sejak 11 Maret 2025 sampai 27 Maret 2025.
Baca Juga: Pemutihan Pajak Kendaraan Diperpanjang, Andra Soni Minta Masyarakat Hindari 1 Hal Agar Tak Menyesal
4. Seleksi Mandiri PTN sudah dimulai sejak 4 Juni 2025 sampai 30 September 2025.
5. Seleksi Mandiri PTS sudah dimulai sejak 4 Juni 2025 sampai 31 Oktober 2025.
Pendaftaran KIP Kuliah dapat membuat akun melalui https://kip-kuliah.kemdiktisaintek.go.id/siswa/pendaftaran/baru
Persiapkan nomor Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN), dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk mendaftarkan akun.
Adapun beberapa keunggulan jika mendaftar pada program beasiswa KIP Kuliah yaitu sistem terintegrasi dengan program Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar di perguruan tinggi, banyak memberikan akses kepada pendidikan vokasi, jumlah kuota lebih banyak dari beasiswa Bidikmisi.***


















