BANTENRAYA.COM – Gubernur Banten Wahidin Halim, memutuskan untuk hentikan sementara PTM jenjang SMA, SMK dan SKh di wilayah Tangerang Raya.
Kebijakan untuk hentikan sementara PTM di Wilayah Tangerang Raya itu meliputi tiga daerah yakni Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Tangerang Selatan.
Langkah untuk hentikan sementara PTM di wilayah Tangerang Raya adalah dari hasil evaluasi kasus positif Covid-19 dan varian Omicron di tiga daerah tersebut yang terus meningkat.
Baca Juga: Jaring Perekeman KTPel Warga Usia 16 Tahun, Walikota Cilegon Sampai Terjun ke Sekolah
“Untuk Tangerang Raya sudah disepakati bahwa tidak ada PTM, kembali ke PJJ (pembelajaran jarak jauh),” ujar Wahidin kepada wartawan di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota serang, Rabu 2 Februari 2022.
la menjelaskan, selain di Tangerang Raya, PTM di wilayah Lebak dan Pandeglang juga akan dilakukan evaluasi setiap harinya apakah dihentikan atau tetap dilanjutkan.
Sedangkan di Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon masih melaksanakan PTM dengan kahadiran siswa setiap kelas 25 persen.
Baca Juga: Peserta Masterchef Indonesia Season 9 Sisa 21 Orang Lagi, Siapa yang Keluar?
“Evaluasi kita setiap hari melihat perkembangan, minggu ini apakah wilayah barat masih (zona) kuning (penyebaran Covid-19),” katanya.
“Tapi Tangerang Raya oranye, kita PPKM level 2 masih ada toleransi sekolah PTM di wilayah barat Banten,” imbuh Wahidin.
Pria yang akrab disapa WH ini menambahkan, pelaksanaan PTM merupakan keinginan orang tua agar anak-anak dapat belajar di sekolah.
Baca Juga: Daftar 29 Pemain Timnas U-23 Indonesia, untuk Pemusatan Latihan Piala AFF U-23 2022
Akan tetapi, karena terjadi lonjakan kasus per harinya mencapai di angka 2.500-an, maka PTM dievaluasi dan diambil kebijakan agar dihentikan sementara di untuk wilayah Tangerang Raya.
“Walaupun tahu banyak masyarakat yang menuntut (tetap PTM) dari orang tua, terutama anak-anak,” ujarnya.
Kebijakan untuk hentikan sementara PTM di wilayah Tangerang Raya sejakan dnegan instruksi Presiden Joko Widodo.
Baca Juga: Preview Pertandingan dan Link Live Streaming Liga 1: PSM Makassar vs Persib Bandung
Sebelumnya ia meminta pelaksanaan PTM di Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat dievaluasi mengingat terjadi lonjakan kasus Covid-19, terutama varian Omicron.
“Saya juga minta adanya evaluasi untuk pembelajaran tatap muka, utamanya di Jawa Barat, di DKI Jakarta, dan di Banten,” kata Jokowi.
Dia pun mengungkapkan, saat ini persentase kasus aktif Covid-19 mengalami kenaikan 910 persen dari sebelumnya.
Baca Juga: Syifa Adik Ayu Ting Ting Dilarikan ke Rumah Sakit, Begini Kondisi Terbarunya
Jokowi meminta para menteri dan pimpinan lembaga terkait berhati-hati menyikapi kondisi pandemi saat ini.
“Tapi yang kita patut bersyukur meskipun kasus aktif naik 910 persen, tidak diikuti dengan melonjaknya angka kematian, ini bagus. Meskipun demikian, tetap harus kita harus tetap waspada,” jelasnya. ***


















