BANTENRAYA.COM – Produksi Padi di Provinsi Banten Produksi padi di Provinsi Banten sepanjang Januari hingga Desember 2024 mencapai sekitar 1,55 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) atau mengalami penurunan sebanyak 135,86 ribu ton GKG (8,06 persen) dibandingkan 2023 yang sebesar 1,69 juta ton GKG.
Berdasarkan data yang dikutip Bantenraya.com, dari Badan Pusat Statistik (BPS Banten) belum lama ini, produksi padi tertinggi pada 2024 terjadi padabulan April, yaitu sebesar 333,55 ribu ton GKG sementara produksi terendah terjadi pada bulan Januari, yaitu sekitar 13,34 ribu ton GKG.
Jika dilihat menurut Subround, terjadi penurunan produksi padi pada Subround Mei-Agustus 2024, yaitu masing-masing sebesar 308,08 ribu ton GKG 37,77 persen dan 11,80 ribu ton GKG 2,07 persen dibandingkan periode yang sama pada 2023.
Penurunan produksi padi tersebut disebabkan karena adanya penurunan produktivitas padi pada Subround Mei-Agustus 2024, serta penurunan luas panen padi pada Subround Januari-April 2024 sebesar 47,36 ribu hektare 32,89 persen dibandingkan periode yang sama.
Baca Juga: Masjid Terindah di Cinangka, Berdiri di Atas Bukit dan Langsung Disuguhkan Pemandangan Pantai
Penurunan produksi padi pada 2024 terjadi di beberapa wilayah potensi penghasil padi seperti Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, dan Kabupaten Lebak.
Begitu juga dengan realisasi luas panen padi sepanjang Januari hingga Desember 2024 Yang mencapai sekitar 299,09 ribu hektare, atau mengalami penurunan sebesar 12,11 ribu hektare 3,89 persen dibandingkan 2023 yang sebesar 311,20 ribu hektare.
Puncak panen padi pada 2024 mengalami pergeseran ke Bulan April, dari sebelumnya terjadi pada Maret 2023. Luas panen padi pada April 2024 adalah sebesar 63,09 ribu hektare.***


















