BANTENRAYA.COM – Kinerja Gubernur Banten Andra Soni dan Wakilnya Achmad Dimyati Natakusuma dalam melaksanakan program 100 hari kerjanya mendapat apresiasi dari banyak pihak.
Di antaranya dari Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Serang Ahmad Muhibbin hingga Direktur Ekskutif Paradigma Indonesia.
Kinerja Andra dinilai sangat baik karena di awala-awal kepempinannya mampu mengimplementasikan Inpres Nomor 1 Tahun 2025 tekait dengan efisiensi yang menjadi spirit untuk mengurangi belanja yang tidak berdampak nyata terhadap masyarakat dan mengalihkannya ke belanja yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat Banten.
“Pak Andra juga sudah mengeluarkan Pergub (Peraturan Gubernur) terkait dengan penghapusan tunggakan pajak dan sanksi administrasi kendaraan bermotor. Ini sangat membantu masyarakat yang mungkin tidak mampu membayar karena ada yang tunggakannya 10 sampai 20 tahun,” ujar Muhibbin, pada Sabtu, 31 Mei 2025.
Selain itu, dalam 100 hari kerjanya, Andra juga sudah melaunching program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) untuk menangani infrastruktur jalan yang rusak yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten/kota dan jalan-jalan poros desa yang menjadi kewenangan pemerintah desa.
“Program Bang Andra ini merupakan konsep Pak Gubernur dalam menghadirkan keadilan dan pemerataan pembangunan di Provinsi Banten. Saya pikir banyak inovasi-inovasi Pak Andra untuk kepentingan masyarakat seperti program Jalan Usaha Tani yang insya Allah diimplementasikan tahun 2025 ini,” paparnya.
Baca Juga: Penjualan Tiket Palsu Coreng Kemeriahan Pesta Mangan 2025 Kota Serang
Dari informasi yang didapatnya, kata Muhibbin, Jalan Usaha Tani merupakan program dalam rangka menopang kebijakan pemerintah pusat yang berkaitan dengan program Ketahanan Pangan.
“Bapak Presiden Pak Prabowo Subianto memberikan kebijakan nyata untuk kesejahteraan petani dengan mengeluarkan HPP (harga pokok penjualan) gabah Rp6.500 per kilogram,” tuturnya.
Namun kenyataan di lapangan, lanjut Anggota DPRD Kabupaten Serang ini, HPP yang diterima petani bervariasi karena ada biaya angkut yang harus dikeluarkan. “HPP Rp6.500 itu bagi petani yang sawahnya di pinggir jalan, tapi bagi petani yang sawahnya jauh dari jalan raya HPPnya di bawah Rp6.500. Maka Jalan Usaha Tani ini menjadi jawaban untuk pemerataan kesejahteraan petani,” katanya.
Baca Juga: JLU Dilanjutkan Era Robinsar dan Fajar, Namun Kesulitan Bebaskan Lahan Milik Industri
Di bidang pelayanan kesehatan, Muhibbin juga mengapresiasi Andra yang telah berhasil meresmikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Haji Muhammad Irsyad Djuwaeli Labuan, Pandeglang dan RSUD Uwes Qorny Cilograng, Lebak. “Dengan dioperasikannya RSUD ini menjadi jawaban persoalan masyarakat berkaitan dengan urusan kesehatan,” ujarnya.
Begitu juga dengan penanganan banjir, Andra berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota telah melakukan revitalisasi dan normalisasi aliran sungai di berbagai wilayah, di antaranya normalisasi kali pembuangan Cibanten sepanjang 5 kilometer dan normalisasi anak sungai Cibanten di Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang.
Ia juga mengapresiasi program Desa Tangguh dimana dalam program ini, Gubernur memberikan bantuan keuangan ke seluruh desa di Banten masing-masing Rp100 juta, yang dana tersebut tidak hanya digunakan untuk pembangunan namun desa wajib menguliahkan minimal satu anak yang berprestasi namun tidak mampu untuk kuliah di prodi kesehatan dan pertanian.
Baca Juga: Besok Akta Pendirian Koperasi Diberikan Langsung Walikota, Semuanya Jadi Bentuk Koperasi Konsumen
“Nanti setelah lulus menjadi penggerak desa, dan ini sejalan dengan Asta Cita Pak Prabowo membangun Indonesia dari desa,” jelasnya.
Dari kebijakan-kebijakan yang diambilnya, Muhibbin menilai Andra ini dalam memimpin daerah bukan berbasis pencitraan tapi berbasis pada tindakan nyata yang berdampak langsung manfaatnya terhadap masyarakat.
“Sebenarnya 100 hari kerja itu bukan tolok ukur keberhasilan memimpin, karena penggunaan APBD kan juga satu tahun anggaran, tapi Secara faktual Pak Andra sudah melakukan banyak hal dalam 100 hari kerjanya,” paparnya.
Baca Juga: Viral Kontraktor Bintoro Corp Diduga Jual Agama untuk Dapatkan Customer, Korban Rugi Ratusan Juta
Muhibbin juga mengungkapkan, dalam memaksimalkan pelayanan publik hingga ke tingkat desa, Andra memiliki konsep Pos Layanan Desa Sejahtera. “Jadi modelnya Gedung serbaguna dan semua pelayanan urusan masyarakat dapat dilakukan di tempat itu,” katanya.
Apresisasi terhadap kinerja Andra-Dimyati juga disampaikan Direktur Ekskutif Paradigma Indonesia Zulfian.
Ia menyebut dalam 100 hari kerjanya, Andra dinilai telah membawa arah baru Banten terutama berkaitan dengan program yang fenomenalnya yakni program Sekolah Gratis untuk swasta yang dimulai dari Program SMA, SMA, dan Sekolah Khusus (SKh) di Banten yang menjadi salah satu janji kampanyenya.
“Program ini menurut kami sangat efektif untuk mengurangi angka putus sekolah di tingkat SMA/SMK, terutama dari keluarga kurang mampu, mengatasi keterbatasan daya tampung di sekolah negeri dengan memberikan alternatif pendidikan di sekolah swasta,” ujarnya.
Selain itu program sekolah swasta gratis juga dapat mengurangi kesenjangan akses pendidikan antara wilayah utara dan selatan. “Program yang diluncurkan pada 2 Mei itu sudah ada 811 sekolah swasta dari 1.237 sekolah yang sudah bergabung, ini luar biasa.
Ternyata, begitu MK (Mahkamah Konstitusi) memutuskan bahwa sekolah SD dan SMP swasta gratis, Pemprov Banten sudah duluan,” jelasnya. ***


















