BANTENRAYA.COM – Gubernur Banten Andra Soni ingin agar lahan-lahan nganggur yang ada di kiri kanan Jalan Tol Tangerang Merak ditanami jagung.
Untuk bisa mewujudkan niatnya itu, dia sudah memerintahkan Dinas Pertanian Provinsi Banten agar segera merealisasikan idenya itu.
Andra mengatakan, setiap dia pergi bekerja atau pulang ke rumahnya di Tangerang dia selalu melewati Jalan Tol Tangerang Merak.
Di sepanjang jalan itu, di kiri dan kanannya, dia melihat ada banyak lahan yang tidak produktif. Nganggur tidak ditanami.
Baca Juga: Makin Sehat Saat Idul Adha 2025, Begini Cara Aman Olah Daging Kurban
Dia merasa hal itu sangat mubazir. Maka, muncullah ide di dalam kepalanya agar tanah-tanah nganggur itu ditanami jagung.
Agar lebih produktif. Sekalian menyumbang ketahanan pangan dari sektor jagung.
“Saya ini kan tinggal di Tangerang. Dalam perjalanan pulang di kiri dan kanan tol itu yang menurut saya bisa menjadi produktif,” kata Andra, Senin, 26 Mei 2025.
Andra lantas memerintahkan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus M Tauchid agar segera mencari siapa pemilik-pemilik lahan nganggur itu.
Baca Juga: Makin Ngakak! Second Shot At Love Episode 5, Link Nonton Ada di Sini
Agus diperintahkan agar menyampaikan maksud dari penanaman jagung itu.
Perintah itu pun langsung dikerjakan oleh Agus.
“Saya minta kepada kepala dinas (Dinas Pertanian Provinsi Banten) untuk berkomunikasi dengan para pemilik lahan untuk membangun kerja sama supaya kita bisa menanam jagung di kiri dan kanannya.” katanya.
“Alhamdulillah sudah direspons, sudah direncanakan, dan insya Allah didukung oleh Bapak Ketua DPRD Banten (Fahmi Hakim) bagaimana di kiri dan kanan tol kita itu bisa produktif, ditanami jagung,” ujar Andra.
Berapa luas lahan yang akan ditanami jagung? Andra mendapatkan informasi awal ada sekitar 760-an hektare lahan yang bisa ditanami jagung.
Baca Juga: Ratusan Guru TK Harapkan Honor Naik, Robinsar Akui Belum Siap Hal Itu
Dia meminta agar niat itu segera direalisasikan. Agar tanah di kiri kanan tol tidak lagi nganggur. Agar lebih produktif.
“Informasinya sekitar 760-an hektare mulai dari kilometer berapa gitu, ya kiri dan kanan, ya. Mudah-mudahan bisa terlaksana. Kan kita berusaha dengan niat baik, ya,” kata Ketua Partai Gerindra Provinsi Banten ini.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus M Tauchid mengungkapkan, rencana penanaman jagung itu sudah dimasukkan ke dalam APBD perubahan tahun 2025.
Jagung tersebut akan ditanami mulai dari rest area Balaraja sampai dengan rest area Serang Timur.
Baca Juga: Paket Menikah di Hotel Aston Banten Mulai dari Rp200 Ribuan Per Orang
Agus bahkan mengaku sudah membentuk tim sosialisasi yang akan mengkomunikasikan rencana ini kepada camat, kepala desa, gabungan kelompok tani (gapoktan), hingga ke petani.
Rencana penanaman jagung ini juga akan dibantu oleh jajaran Polda Banten.
“Ini akan dibantu temen-temen Polda (Banten) juga,” katanya.
Dia berharap penanaman jagung ini suah akan bisa dilakukan pada Agustus setelah panen raya padi. Sehingga, tanah yang ada terus produktif dan tidak ada istilah nganggur.
Baca Juga: Sharp Rilis AC Black Series dengan Desain Elegan untuk Tren Interior Modern
Agus memperkirakan, dengan luas lahan sekitar 760-an hektare, minimal akan menghasilkan biji jagung seberat 6 ton, dari potensinya sebanyak 8 ton.
“Dengan harga jagung minimal Rp5.400 per kilogram tinggal dikali berapa keuntungannya,” kata Agus. ***


















