BANTENRAYA.COM – Pemprov Banten memastikan hewan ternak yang ada di Provinsi Banten bebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK) dan antraks.
Karena itu, masyarakat tidak usah ragu membeli dan mengonsumsi daging hewan ternak seperti sapi, kerbau, hingga kambing/ domba yang diperjualbelikan di Provinsi Banten.
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten Agus M Tauchid mengatakan, hingga saat ini tidak ditemukan kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) dan antraks pada hewan ternak di Banten, terutama sapi dan kerbau.
Baca Juga: Aktifkan Pemantauan 24 Jam Pantau Mudik Lebaran 2025, Polres Pandeglang Siagakan Lima Pos Penjagaan
Karena itu, dia meminta masyarakat tidak ragu apalagi takut untuk mengonsumsi hewan ternak di Banten karena semua aman.
“Banten zero case PMK dan antraks,” kata Agus saat meninjau vaksinasi hewan ternak di Kawasan Sitandu, Kota Serang, Rabu 19 Maret 2025.
Sebagai bentuk hadirnya pemerintah untuk masyarakat, maka Distan Provinsi Banten pun menggelar vaksinasi sapi di Kawasan Sitandu.
Baca Juga: Aktifkan Pemantauan 24 Jam Pantau Mudik Lebaran 2025, Polres Pandeglang Siagakan Lima Pos Penjagaan
Terdapat 270 ekor hewan ternak yang divaksinasi PMK dengan rincian 220 kambing, 50 sapi dan kerbau dari total hewan potong yang ada saat ini sebanyak 600 ekor.
“Ini kehadiran pemerintan yang membuat rasa nyaman kepada masyarakat ketika akan menghadapi Idul Fitri,” kata Agus seraya menambahkan, untuk Kabupaten Kota sudah kami distribusikan vaksin PMK sebanyak 7.900 dosis.
Sitandu, kata Agus, merupakan kawasan yang menjadi pusat edukasi, informasi dan pembibitan hewan ternak yang dimiliki Pemprov Banten.
Dari ternak yang dikembangkan di kawasan ini juga Pemprov memberikan bibit hewan terbaik kepada masyarakat untuk dikembangkan.
“Kami juga mempunyai RS hewan yang menjadi rujukan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Distan Banten Ari Mardiana mengatakan, pada Bulan Vaksinasi Januari-Maret 2025 Provinsi Banten menerima bantuan vaksin PMK sebanyak 13.900 dosis dari Kementerian Pertanian RI.
Baca Juga: Efisiensi Anggaran Kemenag Cilegon Rp 400 Juta Tak Ganggu 3 Program Prioritas
Dari jumlah itu, sudah 7.200 dosis vaksin PMK yang digunakan untuk memvaksin hewan ternak.
“Di luar itu ada juga vaksinasi yang dilaksanakan oleh swasta secara mandiri yang sudah mencapai 12.000 dosis seperti delapan vidlot yang ada di Banten,” katanya.
Selain melakukan vaksinasi hewan, Dinas Pertanian Provinsi Banten selama bulan Ramadan juga intensif mengawasi produk hewani, terutama daging, di pasar-pasar tradisional dan modern.
Baca Juga: 15 Ucapan Selamat Idul Fitri 2025, Penuh Makna dan Cocok Dibagikan di WA dan Sosmed
Dari pengawasan itu dia menilai perlakuan masyarakat pada produk hewani sudah cukup baik.
Tidak ditemukan produk hewani yang mengandung bahan berbahaya seperti formalin maupun boraks.
“Alhamdulillah seluruh produk hewan yang kita awasi bergizi tinggi, aman, sehat, dan halal,” ujarnya. ***


















