BANTENRAYA.COM – Warga Desa Bangkonol, Kecamatan Koroncong, Kabupaten Pandeglang mengirimkan satu unit truk sampah ke Kantor Bupati Pandeglang.
Truk sampah diturunkan warga di halaman gedung Sekretaris Daerah atau Setda Kabupaten Pandeglang pada Rabu, 20 Agustus 2025.
Aksi unjuk rasa digelar sebagai bentuk penolakan kerja sama kiriman sampah antara Pemkab Pandeglang dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan atau Tangsel.
“Ini sampah bau tidak. Coba cium bau tidak. Pejabat harus tahu bagaimana baunya sampah,” kata salah satu warga bernama Abah Acong, dalam orasinya.
Baca Juga: 86.888 Warga Pandeglang Terima Bantuan CBP, Per Keluarga 20 Kilogram Beras
Dia mengatakan, rumahnya sangat dekat dengan Tempat Pembuangan Sampah Akhir atau TPSA Bangkonol.
Bau sampah setiap hari dirasakannya, bahkan rumah miliknya dipenuhi dengan lalat.
Ditambah lagi akan adanya kiriman sampah dari luar daerah.
“Rumah saya paling dekat TPA. Setiap pagi rumah kami dipenuhi dengan lalat, dan lalat sudah menjadi sarapan setiap pagi di rumah kami. Jadi kerja sama sampah dari luar kebijakan yang salah. Kami menolak kerja sama sampah,” ujarnya.
Warga Bangkonol lainnya, Ustad Epo berharap, pejabat Pandeglang untuk menemui warga, dengan harapan agar Pemkab Pandeglang membatalkan kerja sama sampah dengan Tangsel.
“Kita doakan ibu Bupati dan bapak Wakil Bupati kita dibukakan hati dan telinganya untuk dapat menemui kita semua,” kata pemimpin doa.
Koordinator aksi, Ahmad Yani menuturkan, sampah yang dibawa merupakan bentuk kekecewaan warga kepada pemimpin agar mencium bau sampah.
Sebab, setiap hari warga Desa Bangkonol sudah terbiasa menghirup bau sampah.
“Kami kirim sampah ke gedung setda biar tahu bagaimana bau sampah. Kalau tidak ada yang keluar, truk sampah ini kami tumpahkan di halaman Setda. Harusnya 10 truk, tapi ini 1 truk, karena setiap hari kita dikirim 100 truk sampah,” kata Yani.***
















