BANTENRAYA.COM – Seiring perkembangan zaman yang semakin modern, seni budaya lokal di Kabupaten Pandeglang nyaris terkikis.
Peran generasi muda dibutuhkan agar peduli tentang pentingnya seni dan budaya bagi generasi yang akan datang.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pandeglang, Yana Heriana mengatakan, sebagian generasi muda mulai meninggalkan seni budaya lokal, dan cenderung lebih menyukai budaya barat yang masuk dari berbagai media sosial yang semakin berkembang.
Baca Juga: Cepat dan Fleksibel, ACC Danaku Tawarkan Pencairan Harga Mobil Hingga 85 Persen dalam Sehari
“Ya, beberapa budaya lokal mulai ditinggalkan karena berbagai faktor. Kita tidak alergi dengan budaya luar, tapi budaya lokal harus terus dikembangkan. Main handphone boleh, tapi budaya kita, seperti permainan tradisional tetap dilestarikan,” kata Yana, Rabu 30 Juli 2025.
Ditemui usai acara sarasehan budaya tahun 2025 peran generasi muda dalam kemajuan kebudayaan di aula kantor Disparbud Pandeglang, kata Yana, acara sarasehan budaya menjadi motivasi generasi muda untuk melestarikan seni budaya lokal Pandeglang. Dengan harapan seni budaya yang ada terus berkembang.
“Budaya lokal yang sudah mulai hilang, seperti permainan benteng. Padahal, ini warisan zaman dulu, jangan sampai ditinggalkan. Intinya, saya harapkan generasi muda, mari kita bersama-sama agar budaya lokal tetap lestari,” harapnya.
Baca Juga: Ramai Warga Minta Pemkot Cilegon Sediakan Beasiswa S2, Begini Respon Robinsar
Dari hasil kegiatan tersebut, lanjut Yana, dinasnya menerima masukan dari berbagai organisasi seni budaya.
Diharapkan, kedepan seni budaya lokal Pandeglang terus berkembang.
“Intinya kita ingin memberikan informasi tentang kebudayaan. Kita butuh masukan dari para pelaku budaya. Minimal untuk kedepan program seni budaya yang ada terjalinnya kerja sama dan sinergitas untuk kemajuan seni budaya,” ujarnya.
Baca Juga: Kursi dan Meja SMKN 8 Kota Tangsel Sampai Tengah Malam
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pandeglang, Rahmat Zultika mengatakan, keberadaan seni dan budaya mulai ditinggalkan oleh generasi muda.
Sehingga dia mengajak, generasi muda untuk terus melestarikan budaya lokal yang ada.
“Sebenarnya budaya lokal kita tetap ada, namun lebih tergerus dengan platform digital. Maka dari itu, sosialisasi ini bagaimana meregenerasikan kepada anak-anak muda untuk melestarikan budaya lokal, karena sebagai jati diri kita,” terangnya. ***

















