Rabu, 4 Maret 2026
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
Rabu, 4 Maret 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

Pentingnya pendidikan Pancasila

Burhanudin Raya Rambani Oleh: Burhanudin Raya Rambani
21 Juli 2024 | 16:55
Pentingnya pendidikan Pancasila

Pendidikan Pancasila sangat penting. Freepik/freepik

Bagikan Ke WhatsAppBagikan Ke FacebookBagikan Ke TwitterBagikan Ke Telegram

Oleh: Dr. Antonius Benny Susetyo

BANTENRAYA.COM – Pancasila sebagai dasar negara Indonesia telah menjadi panduan fundamental dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sejak kemerdekaan. Namun, dengan perkembangan zaman dan dinamika sosial yang terjadi, nilai-nilai Pancasila seringkali terabaikan dalam praktik kehidupan sehari-hari. Dalam konteks ini, pendidikan Pancasila di sekolah menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa generasi muda Indonesia tidak hanya memahami, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Pendidikan Pancasila tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan mengenai sejarah dan filosofi dasar negara, tetapi lebih pada pembentukan karakter manusia Indonesia yang berlandaskan pada nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Dengan pendidikan Pancasila yang komprehensif, diharapkan siswa mampu menginternalisasi dan mengaplikasikan nilai-nilai ini dalam kehidupan sehari-hari, sehingga terbentuk karakter bangsa yang kuat dan berintegritas.

ADVERTISEMENT

Sejak awal kemerdekaan, pendidikan Pancasila telah menjadi bagian integral dari kurikulum pendidikan di Indonesia. Namun, dalam perjalanannya, posisi dan peran pendidikan Pancasila mengalami berbagai perubahan seiring dengan perubahan kebijakan pendidikan dan politik. Pada masa Orde Baru, pendidikan Pancasila diajarkan dengan pendekatan yang sangat ideologis dan doktriner. Setelah reformasi, pendidikan Pancasila sempat mengalami penurunan perhatian dan digantikan oleh pendidikan kewarganegaraan. Namun, mengingat pentingnya nilai-nilai Pancasila dalam membangun karakter bangsa, ada dorongan kuat untuk mengembalikannya sebagai pelajaran wajib dalam kurikulum. Mengembalikan pendidikan Pancasila sebagai pelajaran wajib memiliki beberapa manfaat penting, diantaranya,Pendidikan Pancasila membantu memperkuat identitas nasional dan rasa kebangsaan di kalangan generasi muda,  Pendidikan Pancasila berperan dalam membentuk karakter siswa yang berlandaskan pada nilai-nilai luhur Pancasila,Melalui pendidikan Pancasila, siswa diajarkan untuk memiliki kesadaran sosial yang tinggi, peduli terhadap sesama, dan aktif dalam kehidupan bermasyarakat, Pendidikan Pancasila mengajarkan nilai-nilai moral yang penting dalam kehidupan sehari-hari, seperti kejujuran, tanggung jawab, dan keadilan.

Nilai ketuhanan dalam Pancasila mengajarkan bahwa setiap manusia harus mengakui adanya Tuhan Yang Maha Esa dan menjunjung tinggi nilai-nilai religius dalam kehidupan. Dalam konteks pendidikan, nilai ketuhanan dapat diajarkan melalui berbagai kegiatan, seperti kegiatan keagamaan, pembelajaran tentang toleransi antar umat beragama, dan penerapan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari, Nilai kemanusiaan mengajarkan bahwa setiap manusia harus diperlakukan dengan adil dan manusiawi, tanpa membedakan suku, agama, ras, atau golongan. Pendidikan Pancasila harus mampu menanamkan rasa empati, kepedulian, dan menghormati hak-hak asasi manusia kepada siswa. Ini bisa dilakukan melalui kegiatan sosial, diskusi tentang isu-isu kemanusiaan, dan penerapan praktik-praktik kemanusiaan dalam kehidupan sekolah,Nilai persatuan menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang beraneka ragam. Pendidikan Pancasila harus mengajarkan siswa untuk mencintai tanah air, memahami keragaman budaya, dan berperan aktif dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Kegiatan seperti upacara bendera, pelajaran sejarah nasional, dan kegiatan kebudayaan dapat menjadi sarana untuk menanamkan nilai persatuan, Nilai kerakyatan mengajarkan pentingnya demokrasi dan kedaulatan rakyat. Dalam pendidikan Pancasila, siswa diajarkan tentang pentingnya partisipasi aktif dalam proses demokrasi, menghargai pendapat orang lain, dan berperan serta dalam pengambilan keputusan yang menyangkut kepentingan bersama. Kegiatan seperti pemilihan ketua kelas, debat, dan diskusi kelompok dapat membantu siswa memahami dan mengaplikasikan nilai kerakyatan, Nilai keadilan mengajarkan pentingnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Pendidikan Pancasila harus mampu menanamkan rasa keadilan dan kesetaraan dalam diri siswa. Pembelajaran tentang hak dan kewajiban, penerapan aturan yang adil di sekolah, dan diskusi tentang isu-isu keadilan sosial dapat membantu siswa memahami dan mengaplikasikan nilai keadilan.

Baca Juga: Tergiur Emas yang Ternyata Palsu, Warga Cilegon Tusuk Tukang Pijat Hingga Meninggal Dunia

Agar pendidikan Pancasila dapat efektif dalam membentuk karakter siswa, diperlukan pendekatan pembelajaran yang tepat. Beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan diantaranya  Siswa diajak untuk merenung dan merefleksikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan seperti diskusi, studi kasus, dan refleksi pribadi dapat membantu siswa memahami dan menginternalisasi nilai-nilai tersebut,  Pembelajaran Pancasila harus relevan dengan konteks kehidupan siswa. Materi dan kegiatan pembelajaran harus disesuaikan dengan kondisi sosial, budaya, dan lingkungan siswa,  Siswa diajak untuk bekerja sama dan berdiskusi dalam kelompok untuk memahami dan mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila. Kegiatan seperti kerja kelompok, proyek, dan permainan peran dapat membantu siswa belajar secara kolaboratif, Pembelajaran Pancasila harus melibatkan kegiatan praktik yang memungkinkan siswa mengaplikasikan nilai-nilai yang dipelajari dalam kehidupan nyata. Kegiatan seperti bakti sosial, kegiatan keagamaan, dan partisipasi dalam organisasi sekolah dapat menjadi sarana untuk mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila

Untuk memahami pentingnya pendidikan karakter, kita perlu merujuk kembali kepada apa yang dikatakan Ki Hajar Dewantara tentang pendidikan karakter. Ki Hajar Dewantara menegaskan bahwa nilai-nilai yang perlu diinternalisasikan kepada peserta didik dalam mengembangkan karakter meliputi religiusitas, kejujuran, kerja keras, kerja cerdas, kemandirian, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat, komunikatif, cinta damai, senang membaca, peduli sosial, peduli lingkungan, dan tanggung jawab. Dalam mengajarkan nilai-nilai ini, penyelenggara pendidikan tidak boleh hanya terjebak pada penyampaian target, tetapi harus fokus pada proses internalisasi nilai-nilai tersebut.Pendidikan karakter peserta didik harus melibatkan tiga pusat pendidikan secara sinergis: keluarga, sekolah, dan masyarakat. Pengembangan karakter peserta didik perlu memperhatikan perkembangan budaya bangsa sebagai sebuah kontinuitas menuju ke arah kesatuan budaya dunia, namun tetap memiliki sifat kepribadian dalam lingkungan kemanusiaan sedunia. Asas dasar pendidikan yang digagas oleh Ki Hajar Dewantara merupakan landasan dasar yang kokoh untuk membangun karakter bangsa yang bersendikan pada budaya bangsa tanpa mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan universal.Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) telah menyusun bersama Kementerian Pendidikan sebuah buku panduan untuk pendidikan Pancasila, yang berisi 30% pengetahuan dan 70% praktek. Buku ini menekankan bagaimana mengembangkan nilai-nilai Pancasila dalam aplikasi hidup nyata. Pendidikan Pancasila diharapkan mampu membentuk kepribadian bangsa dan menjadi penuntun bagi siswa dalam menghadapi tantangan zaman di era digital, di mana ilmu pengetahuan, teknologi, dan komunikasi mendominasi kehidupan.

BACAJUGA:

Android

Perkembangan Versi Android dan Keamanan Smartphone

20 Februari 2026 | 14:08
komputer

Pentingnya Belajar Komputer Sejak Dini untuk Menyiapkan Generasi Unggul di Era Digital

18 Februari 2026 | 13:29
wemos

Mikrokontroler Wemos dan Sensor Suhu DHT22 Sebagai Alat untuk Mengontrol dan Memonitoring Suhu Ruangan Berbasis Internet of Things

10 Februari 2026 | 06:30
sistem tertanam

Software dan Hardware pada Sistem Tertanam

10 Februari 2026 | 06:00

Guru memiliki peran penting dalam mengajarkan pendidikan Pancasila. Sebagai fasilitator pembelajaran, guru harus mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, menumbuhkan rasa cinta kepada Pancasila, dan memberikan teladan dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Guru juga harus mampu menggunakan metode pembelajaran yang tepat dan kreatif untuk membantu siswa memahami dan menginternalisasi nilai-nilai Pancasila.Pendidikan karakter tidak dapat hanya dilakukan di sekolah, tetapi juga harus melibatkan keluarga dan masyarakat. Keluarga memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai moral dan etika kepada anak-anak. Orang tua harus menjadi teladan dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat juga harus mendukung pendidikan Pancasila melalui berbagai kegiatan yang mengedepankan nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan keadilan.

Baca Juga: Minus Partai NasDem, Empat Parpol Usulkan Duet Zakiyah – Najib di Pilkada Kabupaten Serang

Ada beberapa tantangan yang dihadapi dalam mengembalikan pendidikan Pancasila sebagai pelajaran wajib, antara lain  Pergantian kebijakan pendidikan yang sering terjadi dapat mempengaruhi konsistensi dan kontinuitas pendidikan Pancasila, Keterbatasan sumber daya, baik dalam hal tenaga pengajar yang kompeten maupun bahan ajar yang berkualitas, dapat menjadi hambatan dalam pelaksanaan pendidikan Pancasila,  Kurangnya kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya nilai-nilai Pancasila di kalangan siswa, guru, dan masyarakat dapat menghambat proses internalisasi nilai-nilai tersebut. Pengaruh globalisasi dan kemajuan teknologi yang cepat dapat menggeser nilai-nilai lokal dan nasional, termasuk nilai-nilai Pancasila.

Untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut, beberapa solusi yang dapat dilakukan antara lain: Pemerintah harus konsisten dalam menerapkan kebijakan pendidikan Pancasila sebagai pelajaran wajib, dan memastikan bahwa kebijakan tersebut diterapkan secara berkelanjutan.Pemerintah dan institusi pendidikan harus melakukan pelatihan dan pengembangan profesional bagi guru-guru Pancasila agar mereka memiliki kompetensi yang diperlukan untuk mengajarkan pendidikan Pancasila secara efektif, Perlu dikembangkan bahan ajar yang berkualitas dan relevan dengan konteks kehidupan siswa, sehingga mereka dapat memahami dan menginternalisasi nilai-nilai Pancasila dengan baik., Sosialisasi dan kampanye tentang pentingnya pendidikan Pancasila harus dilakukan secara masif kepada siswa, guru, dan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman mereka, Teknologi harus dimanfaatkan untuk mendukung pendidikan Pancasila

Mengembalikan pendidikan Pancasila ke dalam kurikulum sekolah sebagai pelajaran wajib adalah langkah yang sangat penting untuk membangun karakter hidup berbangsa dan bernegara di Indonesia. Pendidikan Pancasila tidak boleh hanya menjadi transfer pengetahuan, melainkan harus mampu membentuk karakter manusia Indonesia yang berlandaskan pada nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan.Pendidikan Pancasila memiliki peran vital dalam memperkuat identitas nasional, membentuk karakter, meningkatkan kesadaran sosial, dan menanamkan nilai-nilai moral pada generasi muda. Nilai-nilai Pancasila, seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan, harus diinternalisasi dalam tindakan sehari-hari siswa melalui metode pembelajaran yang reflektif, kontekstual, kolaboratif, dan praktis.

Baca Juga: TERBARU! Jadwal Bus Damri dari Terminal Pakupatan ke Berbagai Titik di Banten Selatan, Lengkap dengan Tarif

Dengan menginternalisasi nilai-nilai Pancasila, generasi muda Indonesia akan menjadi lebih tangguh, bijaksana, dan siap menghadapi berbagai tantangan zaman, baik dalam konteks lokal maupun global. Pendidikan Pancasila yang efektif akan melahirkan individu-individu yang cerdas secara akademis dan memiliki karakter yang kuat, sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia yang merdeka dan berdaulat.***

Tags: nilai nilai PancasilaPancasilaPendidikan Pancasila
Previous Post

Tergiur Emas yang Ternyata Palsu, Warga Cilegon Tusuk Tukang Pijat Hingga Meninggal Dunia

Next Post

Daftar Harga Yamaha LEXi LX 155, Lengkap dengan Spesifikasi dan Keunggulannya

Related Posts

Android
Opini

Perkembangan Versi Android dan Keamanan Smartphone

20 Februari 2026 | 14:08
komputer
Opini

Pentingnya Belajar Komputer Sejak Dini untuk Menyiapkan Generasi Unggul di Era Digital

18 Februari 2026 | 13:29
wemos
Opini

Mikrokontroler Wemos dan Sensor Suhu DHT22 Sebagai Alat untuk Mengontrol dan Memonitoring Suhu Ruangan Berbasis Internet of Things

10 Februari 2026 | 06:30
sistem tertanam
Opini

Software dan Hardware pada Sistem Tertanam

10 Februari 2026 | 06:00
konservasi pohon langka
Opini

FPLI Gandeng Lintas Generasi untuk Ikut Aksi Nyata Konservasi Pohon Langka di Gunung Tilu Kuningan Jawa Barat

2 Februari 2026 | 17:32
penyiaran
Opini

Menagih Kembali Revisi UU Penyiaran

27 Januari 2026 | 12:10
Load More

Popular

  • Sekda Kota Serang Nanang Saefudin lantik tujuh pejabat di Aula Setda lantai 1 Puspemkot Serang, Senin 2 Maret 2026. (Harir Baldan/Bantenraya.com)

    Lantik 7 Pejabat Tinggi Pratama dan Administrator, Sekda Kota Serang: Dukung Visi Misi Walikota dan Wakil Walikota

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Maaf, tapi Pemprov Banten Tidak Anggarkan THR untuk PPPK Paruh Waktu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Walikota Serang Budi Rustandi Cek Miras di Gudang Kantor Satpol PP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bocoran Kode Voucher Shopee 3 Maret Big Ramadan Sale 2026, Banjir Promo dan Diskon!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • THR PPPK Paruh Waktu Jadi Polemik, DPRD Desak Pemprov Banten Cari Solusi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Cilegon Siapkan 50 Bus Mudik Gratis, Pendataran Segera Dibuka Via Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Banyak yang Mengundurkan Diri, Pemprov Banten Buka Ulang Pendaftaran Mudik Gratis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Arti Kalimat ‘Nyawit Nih Orang’ yang Banyak Digunakan di Media Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukan Hanya Olahraga, Pengembangan Paralayang di Kota Serang Bakal Jadi Sumber PAD

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peluang PPPK Paruh Waktu Pemprov Banten Dapat THR Terbuka, Besaran dan Pencairan Tunggu Arahan Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Petugas Dapur SPPG Yayasan Sukaratu 6, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, memperlihatkan selembar surat cinta dari siswa yang terselip dalam ompreng MBG, Rabu 11 Februari 2026. (Dokumentasi Bantenraya.com)

Selipkan Pesan di Ompreng MBG, Peserta Didik di Pandeglang Request Menu: Minta Nasi Goreng hingga Ayam

12 Februari 2026 | 05:00
SMAN 1 Cimarga

Pengakuan Siswi SMAN 1 Cimarga yang Ikut Mogok Sekolah, Bukan Dukung Siswa Merokok tapi……

18 Oktober 2025 | 12:16
Pemprov Banten kembali membuka pendaftaran mudik gratis

Banyak yang Mengundurkan Diri, Pemprov Banten Buka Ulang Pendaftaran Mudik Gratis

24 Februari 2026 | 14:42
Kabupaten serang PT PWI

Sempat Produksi Sepatu di Kabupaten Serang, PT PWI 1 Bakal Bangkit Buka Usaha Baru di Cikande

2 Februari 2026 | 17:11

Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional, Bjb Backup Total Pembiayaan UMKM

Asooooy… Kepala Desa akan Diajak Studi Banding ke Korea dan China

Seluruh Ospek di Kampus Diputuskan Digelar Online, Termasuk di Banten

Mudik Resmi Dilarang, Efektif 24 April

Gelombang Tinggi Terjang Pelabuhan Merak

Gelombang Tinggi Terjang Pelabuhan Merak, Antrean Truk Mengular Hingga Pintu Tol Cilegon Barat

4 Maret 2026 | 20:24
Gebyar Ramadan 2026 Desa Sindanghela

Desa Sindangheula Gelar Gebyar Ramadan 2026, Puluhan Peserta Ikuti Lomba Islami

4 Maret 2026 | 20:14
Ilustrasi cabai merah. (Freepik.com/ jcomp)

Cabai Rawit Merah Tembus Rp100 Ribu, Pemprov Banten Akui Masih di Atas HAP

4 Maret 2026 | 20:09
ASN Pemkot Cilegon

Pemkot Cilegon Pastikan APBD Aman untuk Berikan THR Seluruh ASN Hingga PPPK Paruh Waktu

4 Maret 2026 | 19:55

Tag

2022 Andra Soni ASN banjir Banten Beasiswa BRI Brigadir J BRI Super League Cilegon drakor drama Korea Harga Tiket Helldy Agustian Indonesia Jadwal jadwal tayang Kabupaten Lebak kabupaten serang Kota Cilegon Kota Serang Lebak link nonton link twibbon lowongan kerja Pandeglang Pemkot Cilegon pemkot serang Pemprov Banten pilkada Preman Pensiun 6 Preman Pensiun 7 profil provinsi banten Ramadhan Robinsar serang sinopsis spoiler spoiler sub indo Timnas Indonesia Twibbon UMKM viral
ADVERTISEMENT
Banten Raya

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda

Nomor ID Pers : 26666 | Status Pendataan : Terverifikasi Faktual | Sertifikat : 1393/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Digital Banten Raya
  • Ecommerce Banten Raya
  • Siding Banten Raya
  • Share Banten Raya

Ikuti Kami

  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda