BANTENRAYA.COM – Sinetron Preman Pensiun 8 merupakan skuel cerita dari season sebelumnya.
Tak hanya cerita, aktor yang terlibat dalam Preman Pensiun 8 juga didominasi dengan pemain lama.
Sebut saja Kang Gobang, Cecep, Kang Murad, Bubun dan Ujang mereka adalah titik pusat pada pada garapan karya sutradara Aris Nugraha ini dari season pertama hingga sampai sekarang di Preman Pensiun 8.
Dikenal memiliki cerita dengan unsur utamanya yakni kehidupan jalanan yang memiliki konflik pertarungan dengan kemasan semi komedi.
Preman Pensiun sukses menggaet para penonton dengan benang merah seperti cerita yang dijelaskna barusan.
Namun tak hanya menggambarkan kerasnya kehidupan jalanan dan pertarungan saja, sesekali menampilkan pesan bijak yang diutarakan para pemain di dalamnya.
Baca Juga: Spoiler Preman Pensiun 8 Episode 8: Nasib Agus dan Yayat Diujung Tanduk, Taslim CS Siap Ngamuk
Seperti tagline pada artikel ini, di mana orang yang mengutarakan pesan bijak kali ini adalah Kang Gobang.
Kang Gobang menyampaikan sebuah petuah apik pada temannya yakni Bubun.
Pesan itu disampaikan Kang Gobang kepada Bubun tidak serta merta tanpa alasan.
Baca Juga: Harta Kekayaan Walikota Cilegon Meningkat Rp 3 Miliar, Helldy Agustian: Hutang-Hutang Dilunasi Dikit
Bermula pada scene episode 7 di mana dua tokoh Preman Pensiun 8 itu tengah berjalan santai menyusuri kota Bandung.
Mereka digambarkan sebagai pengangguran yang cukup sulit mendapat pekerjaan di daerah tersebut.
Bubun yang barusan sembuh dari cidera kakinya, ia nampak kaget untuk kali pertama berjalan menyusuri kota.
Baca Juga: Harga Murah, Puluhan Emak-Emak Serbu Bazar Ramadhan Dinkopukmperindag Kota Serang
Bukan kaget karena soal berjalan kaki bersama Kang Gobang, melainkan kagetnya itu muncul disebabkan langkah kakinya itu tanpa ada tujuan.
Itu dilakukan Bubun karena mengikuti Kang Gobang bagaimana caranya mencari pekerjaan dengan menyusuri sudut kota.
Dipertengahan jalan Bubun menilai jika saja ia masih berada di terminal, maka kehidupannya tidak akan luntang-lantung seperti sekarang.
Baca Juga: Virus Paling Mematikan dan Belum Ada Obatnya, Kemenkes Imbau Masyarakat Waspadai Virus Marburg
“Setiap hari Kang Gobang kaya gini, jalan nggak tahu kemana?” tanya Bubun pada Kang Gobang.
“iya, tapi waktu itu akhirnya saya dapat kerjaan di proyek bangunan, di restaurant sama di tempat cucian mobil,” jawab Kang Gobang
“Padahal kalau kita mau balik lagi ke terminal tidak perlu begini,” ucap Bubun.
Baca Juga: Drama Korea Delivery Man Episode 9 Sub Indo, Berikut Link Nonton dan Spoilernya
Dari ucapan itulah, Kang Gobang sempat sedikit marah dan mempertanyakan pemikiran Bubun tersebut yang akhirnya muncul sebuah pesan dari pria mantan narapidana itu.
Awalnya Kang Gobang mengajak Bubun untuk duduk dipinggi jalan sembari menanyakan berapa lama Bubun hidup di terminal, namun ia hanya terdiam dan menjawab “lupa” sudah berapa lama ia pernah di terminal.
“Dari terminal, kamu pergi bawa apa? Kamu nggak bawa apa-apa,” ucap Kang Gobang.
Baca Juga: Kebakaran Hebat Terjadi di Ponpes Anwariyah Lebak, Api Membumbung Selama Dua Hari
“Padahal selama di sana dan supaya tetap bertahan di sana, kamu terpaksa berkali-kali harus perang, malahan beberapa kali harus merawat teman sendiri,” imbuhnya.
Bubun hanya bisa tertunduk lesu dan menyadari akan semua itu.
“Terus apa yang bisa kamu kenang di sana selain sempat masuk penjara?” lanjut tanya Kang Gobang.
Baca Juga: Link Nonton Call It Love Episode 11 dan 12 Sub Indo, Bukan di Dramaqu dan Dramacute
Bubun lagi-lagi hanya bisa terdiam dan sadar serta mengiyakan semua pertanyaan Kang Gobang itu.
Pria bekas tukang cuci piring di restaurant itu juga menyamakan nasib temannya itu dengan dirinya.
Menurutnya apabila ia ingin balik lagi ke terminal sangat mudah, namun yang ditekankan dalam diri Kang Gobang adalah sebisa mungkin untuk tidak balik lagi ke sana.
Baca Juga: Jadi Jalur Mudik Pemotor, Pemkot Cilegon Diminta Segera Perbaiki JLS
Sambungnya, apabila hanya sebatas rindu kenangan masa lalu silakan saja bekunjung ke terminal namun bukan untuk balik lagi bekerja di sana.
“Mungkin cuma sekali-kali datang untuk sekedar melepas rindu, pada pengapnya asap knalpot dan debu yang bikin sesak paru-paru,” ujar Kang Gobang.
“Rindu pada berisiknya suara teriakan para calo, pedagang, suara petugas lewat speaker. Musik yang distel di warung-warung dan mesin-mesin yang dibiarkan tetap hidup meskipun mobil sedang berhenti,” sambungnya.
Baca Juga: DPAD Kota Cilegon Kembangkan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial
“Rindu sinar matahari yang jatuh langsung ke aspal dan panasnya kembali terbang ke langit.” Pungkas nasihat Kang Gobang.
Itulah seklumit penggalan pesan bijak dari seorang Kang Gobang pada Bubun Preman Pensiun 8.***


















