BANTENRAYA.COM – Merokok adalah hal yang biasa dilakukan semua orang termasuk pria dan wanita.
Tapi pernahkah anda tahu, siapa penemu rokok dan yang merokok pertama kali di dunia?
Menurut informasi atau data-data yang didapatkan, asal mula rokok pertama kali diketahui berasal dari Amerika Tengah pada abad ke-9.
Menghisap rokok awalnya adalah untuk acara ritual keagamaan yang dilakukan oleh suku Maya dan Aztec.
Tradisi menghisap tembakau juga dilakukan sebagai bentuk persahabatan oleh Suku Maya dan Aztec.
Hal ini diketahui dari gambar-gambar yang terdapat di kuil-kuil bangsa Maya dan Aztec yang menggambarkan Seorang pendeta atau pemimpin keagamaan yang mengisap semacam rokok atau cerutu.
Baca Juga: Curhat Walikota Serang Bandingkan Dirinya dengan Kader Posyandu: Belum Tentu Walikota Seperti Itu
Sebagaimana diketahui, di kawasan Amerika Tengah rokok ganjil itu merupakan hal yang lazim di sana.
Bahwa tanaman tembakau sebagai bahan baku rokok telah digunakan oleh suku Indian sekitar 4.000 tahun yang lalu.
Banyak yang berpendapat bahwa kata tembakau berhasil dari kata nama pulau yang berasal di Amerika yang bernama Pulau Tobago.
Hal ini didasarkan oleh pada kesaksian para pelaut Spanyol yang melakukan ekspedisi di Amerika Tengah pada bulan Oktober 1492 yang dikenal dengan nama ekspedisi Columbus.
Siapa yang tak kenal Columbus, menurut cerita ketika melakukan ekspedisinya Columbus melihat warga lokal yang berasal dari suku Indian yang sedang menghisap rokok.
Columbus disana bertemu dengan orang tua yang sedang merokok atau disebut dengan “Injun”.
Kemudian menawarkan kepada mereka yaitu suatu rombongan Columbus dan kemudian mencobanya untuk rokok.
Setelah Columbus mengambil beberapa daun tembakau tersebut kemudian membawanya pulang ke benua asalnya yaitu Eropa untuk diternakkan di sana.
Ada juga yang menyatakan bahwa Kata Tobago berasal dari istilah pemutar daun besar yang dibuat untuk ritual yang kemudian dikenal dengan kata merokok.
Di tahun 1960 duta besar perancis yang berada di Portugis mengirim tembakau kepada Ratu Catherine de’ Medici .
Ia berpendapat bahwa tembakau dapat digunakan sebagai bahan obat-obatan terutama sebagai obat sakit kepala.
Hal ini yang menyebabkan kemudian Ratu Catherine menyebarkan tentang tanaman tembakau ke seluruh Perancis.
Baca Juga: Lucinta Luna Tampilkan Wajah Baru ke Publik, Warganet Minta Jangan di Otak Atik Lagi
Sejak paruh kedua dari abad ke 16, tembakau telah cepat semakin populer sebagai tanaman obat, hampir sebagai obat mujarab.
Tembakau mendengus, merokok melalui pipa, dikunyah, dicampur dengan berbagai bahan dan digunakan untuk merawat pilek, sakit kepala, sakit gigi, kulit dan penyakit menular.
Pada tahun 1611, sebuah perkebunan di Virginia Inggris yang dimiliki oleh John Rolf. Benih tembakau ia impor dari Trinidad dan Venezuela, dan teknologi yang dipinjam dari Sir Walter Raleigh.
Baca Juga: Kapan Series Katarsis Episode 4 Tayang? Ini Jadwal Tayang Hingga Tamat Lengkap Dengan Jamnya
Bahkan 8 tahun kemudian mulai mengekspor tembakau dari Virginia ke Inggris, dan John Rolf secara permanen menetap di Dunia Baru.
Bahkan John Rolf menikahi putri kepala India yang memberikan saran untuk mencoba keberuntungannya di tembakau.
Tanaman tembakau dikenal sebagai tanaman Farmasi atau obat pada awal 1930 kemudian menyebar ke wilayah jajahan Inggris yaitu Amerika pada awal abad 17.
Pada awal abad ke-17 di wilayah Amerika modern, terutama di kolonial Inggris, dan perkebunan tembakau lainnya.***



















